INGGRIS (Jurnalislam.com) – Kehidupan komunitas Muslim di Inggris telah menjadi korban akibat lebih dari 100 serangan rasial sejak serangan di Paris, laporan yang disiapkan untuk Menteri mengungkapkan.
Seperti yang dilansir oleh World Bulletin, Senin (23/11/2015), sebuah laporan untuk kelompok kerja Pemerintah terhadap kebencian anti-Islam, dilihat oleh The Independent, menunjukkan kejahatan kebencian Islamophobia melonjak lebih dari 300 persen, 115 serangan dalam satu pekan setelah peristiwa 13 November di Perancis.
Kebanyakan korban kejahatan kebencian anti Islam Inggris adalah para wanita Muslimah berusia 14-45 tahun yang mengenakan pakaian hijab Islam. Para pelaku terutama laki-laki kulit putih berusia 15 hingga 35 tahun.
Statistik yang disusun oleh Tell Mama Helpline, mencatat banyaknya insiden serangan verbal dan fisik pada Muslim dan Masjid di Inggris. Laporan ini sering diabaikan karena kebanyakan korban kekerasan sangat takut untuk menghubungi polisi atau kelompok masyarakat.
Laporan itu muncul saat kelompok Muslim terbesar di Inggris mengatakan pemotongan anggaran polisi bisa memukul kepercayaan dan kerjasama dengan masyarakat.
Miqdaad Versi, juru bicara keamanan untuk Dewan Muslim Inggris, mengatakan, "Pemotongan anggaran kepolisian telah mempengaruhi kesempatan bagi organisasi masyarakat untuk membangun jaringan dan hubungan dengan polisi karena jumlah petugas telah berkurang drastis. Sulit untuk dipercaya bahwa pemotongan tersebut akan membuat situasi membaik”.
"Untuk mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dengan umat muslim Inggris, kuncinya adalah polisi harus lebih terlibat, berkonsultasi dan membangun kepercayaan dengan masyarakat sebagai mitra."
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam