Faksi Jihad Al Muhajirun, Komunitas Mujahidin Asing di Suriah

SURIAH ( Jurnalislam.com) – Pada pertengahan Juni, Faksi jihad baru muncul secara online. "Al Muhajirun," mewakili para pejuang yang telah beremigrasi ke Suriah untuk melakukan jihad, memposting pernyataan pertama mereka dalam beberapa bahasa di Twitter. Pesan mereka menjelaskan bahwa Al Muhajirun bukan faksi jihad baru, melainkan merupakan "komunitas mujahidin asing "dari faksi faksi  berbeda dan dengan kepentingan berbeda yang bersatu untuk menunjukkan kepada umat wajah Muhajirin, mujahidin dan jihad yang sebenarnya."

Sebuah video berkualitas tinggi yang dirilis oleh Al Muhajirun menunjukkan bahwa mereka adalah sebuah faksi untuk Jabhah Nusrah (cabang resmi al Qaeda di Suriah), Ahrar al Sham dan faksi jihad lainnya yang berkerjasama. Konstituen Al Muhajirun menentang Islamic State (IS) dan rezim Syiah Bashar al Assad.

"Setelah beberapa tahun, ketika gerbang jihad dibuka di Suriah, umat Islam datang berkerumun dari seluruh dunia," pernyataan pertama Al Muhajirun berbunyi. Tapi "Muslim terserang kekecewaan dan frustrasi setelah menyaksikan perpecahan dan kebingungan yang terjadi diantara mujahidin," pernyataan itu melanjutkan, mengacu pada pertikaian antara IS dan faksi faksi jihad lainnya. Akibatnya, beberapa orang "meninggalkan jajaran Muhajirin dan Mujahidin," lalu kembali "ke 'tanah air' mereka” sementara yang lain menjadi tidak sabar dan ingin terus membabi buta melakukan perjalanan impulsif mereka dan tanpa instruksi dari ulama yang merupakan ahli waris dari para nabi. "

Al Muhajirun memposisikan diri sebagai "titik kontak bagi siapa saja yang tertarik bergabung dengan jajaran Muhajirin, berjuang demi  kepentingan Allah dan mendukung Anshar dan agama." Dan dalam pesan pertamanya, Al Muhajirun berjanji akan "segera" mempublikasikan "pernyataan dengan rincian lebih lanjut serta penjelasan" lain dari tujuannya.

Video pertama Al Muhajirun berjudul "Turning Point " yang dirilis pada 16 Juli ini berisi klip jihadis dari seluruh dunia yang telah melakukan perjalanan ke Suriah, termasuk seorang Amerika yang dikenal sebagai "Abu Hurairah Al Amriki" (yang oleh para pejabat AS diidentifikasi sebagai Moner Mohammad Abusalha).

Abusalha adalah salah satu dari empat pelaku bom istisyhad yang mengambil bagian dalam serangan terkoordinasi terhadap rezim Assad di Idlib Mei 2014.

Sejak serangan istisyhad Abusalha tahun lalu, para jihadis telah membuat banyak kemajuan di Idlib. "Turning Point" merayakan koalisi Jaysh al Fateh (Tentara Penakluk), yang didirikan oleh Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan organisasi jihad lainnya pada bulan Maret. Aliansi ini dengan cepat mendorong pasukan Assad dari ibukota provinsi Idlib hanya dalam hitungan hari. Al Muhajirun memuji keberhasilan Jaysh al Fateh, untuk menyatukan para jihadis, termasuk mujahid-mujahid  asing dan rekan-rekan lokal mereka.

"Turning Point" menunjukkan salah satu anggota Ahrar al Sham Suriah, Abu al Faruq al Shaami (yang diidentifikasi sebagai "komando sniper"), memuji pengorbanan yang dibuat oleh Muhajirin saat Jaysh al Fateh berperang melawan pasukan rezim Syiah Assad di Idlib. Al Shaami juga secara terbuka berharap bahwa pasukan Jaysh al Fateh akan bertempur di sepanjang Latakia, sebuah provinsi pesisir yang telah lama menjadi kubu keluarga Assad. Sebuah screen shot al Shaami dapat dilihat di bawah ini.

Video menyoroti upaya pemerintahan yang dibuat oleh Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan afiliasi jihad mereka di Idlib.

Salah satu anggota Jaysh al Fateh mengatakan bahwa dengan "dukungan dari Allah dan serangan Mujahidin dari Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan Turkistan," mujahidin menguasai" toko tertentu dan menghancurkan alkohol milik mereka. Adegan menunjukkan pejuang menghancurkan botol-botol minuman.

Jihadis lain dari Latakia, Abu Mansour al Ansaari, mengatakan bahwa Muhajirin membawa pengetahuan mereka tentang syariah ke Suriah. "Ketika Muhajirin datang, mereka beruntung karena terdapat orang-orang yang ahli dalam pengetahuan agama, akademi syariah (pusat pengajaran agama) dibuka di sini, dikelola oleh Muhajirin, oleh saudara kami, dan jika Anda menginginkan saya menyebutkan secara persis, mereka adalah saudara dari Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan Junud al Sham, semoga Allah membalas mereka," kata al Ansaari. "Mereka membentuk pengadilan dan sekolah – segala puji bagi Allah – di sini ada kebebasan penuh dalam Syariah Islam."

Mujahidin lain mengatakan dalam video bahwa pengadilan syariah bekerja dengan baik, dan mencakup berbagai urusan rumah tangga. Seorang hakim syariah, Sheikh Abu Shams, bahkan lebih jauh mengatakan bahwa sebagian besar juri lainnya adalah Muhajirin, bukan warga Suriah asli. Seorang interogator pengadilan syariah yang diidentifikasi sebagai Abu Hafs al Ansaari mendukung pernyataannya, dan menegaskan bahwa "sebagian besar hakim adalah Muhajirin!"

Jika banyak jihadis yang ditampilkan dalam video sebelumnya bukanlah tokoh masyarakat, namun Syeikh Abdallah Muhammad al Muhaysini telah dikenal luas baik di dalam dan maupun di luar Suriah. Muhaysini, dari Saudi, terkenal sebagai orang yang mengeluarkan perintah agar para jihadis menaklukkan Idlib.

"Investigasi orang diperbolehkan dan para tersangka (kemungkinan adalah tentara atau kolaborator rezim) harus dipenjara," kata Muhaysini melalui radio genggam. "Tidak ada masalah, untuk memastikan (bahwa seseorang bukanlah merupakan sebuah ancaman). Tetapi siapa yang menumpahkan peluru akan dikirim ke pengadilan. Saya bersumpah demi Allah siapa yang menembakkan peluru akan dibawa ke pengadilan, "kata Muhaysini, setelah jihadis menguasai Idlib.

Dengan demikian, video menggambarkan Muhaysini memainkan peran besar dalam pemerintahan Idlib setelah kejatuhannya ke tangan Mujahid.

Seperti telah dilaporkan the Long War Journal pada beberapa kesempatan, Syeikh Muhaysini merupakan  jaringan internasional Al Qaeda. Dia adalah murid Sulaiman Al Alwan, seorang ideolog jihad yang bertanggung jawab mendidik beberapa tokoh kunci al Qaeda. (Komisi 9/11 menemukan bahwa al Alwan bahkan menginstruksikan salah satu pembajak 9/11.) Syeikh Muhaysini telah membela dan berbicara penuh kasih sayang mengenai amir al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri. Pada tahun 2014, Muhaysini bahkan mengeluarkan usulan rekonsiliasi jihad yang sama dengan Syeikh Zawahiri. Inisiatif ini dimaksudkan untuk mendamaikan IS dengan Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham. Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham sepakat untuk rencana tersebut, namun IS  menolaknya. Syeikh Muhaysini bekerja sama dengan Jabhah Nusrah dan tandzim jihad global  al Qaeda di Suriah hari ini.

Video "Turning Point" Al Muhajirun tidak berusaha menyembunyikan hubungan al Qaeda dengan para pejuang asing. Klip audio pidato yang disampaikan oleh amir Jabhah Nusrah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani juga disertakan. Panggilan Syeikh  Jaulani bagi Jaysh al Fateh untuk tetap bersatu. Dan video tersebut menyoroti lagi ikatan kuat antara Jabhah Nusrah dan faksi faksi jihad di  medan perang Suriah, termasuk di Ahrar al Sham.

Kelompok-kelompok di belakang Al Muhajirun juga tidak menghindar dari akar jihad mereka. Saat Syeikh Muhaysini berbicara, misalnya, kutipan dari ideolog jihad abad pertengahan Ibnu Taimiyah juga ditampilkan di layar. Pemikiran Taimiyah telah sangat mempengaruhi kepemimpinan senior al Qaeda.

Dan "Turning Point" diakhiri dengan klip peringatan Dr Syeikh Abdullah Azzam mengenai bahaya faksionalisme jihad.

Dr Syeikh Azzam, yang  syahid dalam ledakan pada tahun 1989, adalah mentor untuk Syeikh Usamah bin Laden dan secara luas dianggap sebagai godfather jihadisme modern.

"Jika Anda berada di sebuah kelompok Islam maka hati-hatilah berpikir mengenai kebenaran eksklusif bagi grup Anda dan berhentilah berpikir bahwa semua kepalsuan (kesalahan)  terdapat dalam semua pihak selain kelompok Anda. Seperti yang biasa dikatakan oleh fanatik tua : 'Pendapat kami adalah yang paling benar dan sangat tidak mungkin berisi kesalahan sedangkan pendapat orang lain adalah salah dan sangat tidak mungkin mengandung kebenaran.' Ini adalah fanatisme bencana, berapa banyak kelompok yang memiliki ideologi ini telah terpecah belah dan berapa banyak pihak yang harmonis dan menyetujui telah dipisahkan," Dr Syeikh Abdullah Azzam terdengar mengatakan dalam klip.

Al Muhajirun berharap menyatukan para pejuang asing di bawah satu bendera dan berniat mengurangi pertikaian seperti yang telah diperingatkan oleh Dr Abdullah Azzam dekade lalu.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom
 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses