Pertempuran akan Berakhir, Koalisi Saudi Tidak Ingin Yaman Seperti Libya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran besar di Yaman mendekati akhir namun negara akan membutuhkan dukungan jangka panjang dari koalisi yang dipimpin Saudi untuk mengamankan lembaga-lembaganya, juru bicara koalisi mengatakan pada hari Rabu (16/03/2016), lansir Aljazeera.

Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri juga mengatakan bahwa pertempuran pada dasarnya telah berhenti di sepanjang perbatasan, di mana penghancuran ranjau telah dimulai untuk mensuport aliran bantuan.

Arab Saudi dan beberapa sekutu Arab lainnya memulai serangan udara pada 26 Maret tahun lalu terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka, yaitu pasukan elit yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

"Dalam setiap operasi militer Anda memiliki fase," kata Assiri.

"Hari ini kita berada di fase akhir pertempuran besar, yang harus diikuti oleh stabilisasi keamanan dan rekonstruksi akhir."

Koalisi tidak ingin mengikuti contoh dari Libya, di mana pasukan Amerika Serikat dan sekutunya membantu menggulingkan diktator Moamer Kadhafi pada 2011 dan kemudian meninggalkannya sehingga jatuh ke dalam kekacauan. AS Juga menarik pasukan tempur dari Irak dan Afghanistan sebelum negara stabil.

"Kami juga tidak ingin Yaman menjadi seperti Libya, jadi kita harus mendukung pemerintah Yaman, bekerja bersama mereka langkah demi langkah sampai mereka terciptanya perdamaian, keamanan dan stabilitas bagi rakyat," kata Assiri.

Dia mengatakan bahwa di daerah yang berhasil direbut kembali dari pemberontak, pejuang mendapatkan pelatihan dan peralatan untuk bergabung dengan tentara Yaman, "tapi itu butuh waktu".

Koalisi ikut campur tangan di Yaman atas nama Presiden Abedrabbo Mansour Hadi setelah Syiah Houthi, kelompok Zaidi Syiah dari utara Yaman, menguasai sebagian besar negara termasuk ibukota Sanaa.

Didukung oleh serangan udara dan dukungan koalisi lainnya, pasukan anti-pemberontak berhasil merebut kembali daerah-daerah di selatan Yaman dari Houthi tapi milisi Syiah Houthi masih menguasai ibukota.

Milisi Syiah Houthi melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap Arab Saudi sebagai balasan atas intervensi, dengan lebih dari 90 orang – baik militer maupun sipil – tewas di sisi perbatasan Saudi akibat tembakan dan pertempuran.

Assiri mengatakan perbatasan pada dasarnya dalam keadaan tenang sejak adanya upaya mediasi para pemimpin suku pekan lalu yang mengizinkan bantuan mulai bergerak ke Yaman di persimpangan Alb di Dhahran al-Janoub, timur laut kota Jazan.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses