Pemimpin NATO: Serangan Udara Rusia Merusak Perundingan Damai Suriah

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia yang sedang berlangsung di Suriah merusak pembicaraan damai di Jenewa, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan Jumat (05/02/2016), Anadolu Agency melaporkan.

"Intensnya serangan udara Rusia, terutama menargetkan kelompok oposisi di Suriah, menggerogoti upaya untuk menemukan solusi politik bagi konflik," kata Stoltenberg kepada wartawan menjelang pertemuan menteri pertahanan Uni Eropa.

Pemimpin NATO mengatakan bahwa aliansi sangat mendukung semua upaya untuk menemukan solusi damai dan politik yang dinegosiasikan untuk konflik di Suriah.

"Tapi peningkatan serangan udara Rusia di Suriah menyebabkan ketegangan dan pelanggaran wilayah udara Turki meningkat. Hal ini menciptakan risiko dan mempertinggi ketegangan," tambah Stoltenberg.

Lebih lanjut ia menggambarkannya sebagai tantangan bagi NATO karena juga merupakan pelanggaran terhadap wilayah udara NATO.

Serangan udara oleh jet tempur Rusia di Suriah baru-baru ini menjadi sumber ketegangan diplomatik antara Ankara dan Moskow sejak SU-24 Rusia yang melanggar wilayah udara Turki dicegat dan ditembak jatuh pada 24 November oleh pesawat tempur F-16 Turki.

Ditanya tentang dugaan Moskow bahwa Turki sedang mempersiapkan aksi militer di Suriah, Stoltenberg mengatakan fakta menunjukkan bahwa Rusia baru-baru ini menerapkan pembangunan militer substansial berat di Suriah dengan meningkatkan kehadiran angkatan udara, pasukan darat dan angkatan laut di bagian timur Mediterania.

Sejak 30 September tahun lalu, Rusia – sekutu dekat rezim  Bashar al-Assad Suriah – telah menargetkan sejumlah daerah warga sipil di Suriah, menurut pejabat AS.

Dalam laporan terbaru, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa serangan udara Rusia telah menewaskan 583 warga sipil di kota-kota Suriah yaitu Idlib, Aleppo, Hama dan Homs dan di daerah pedesaan seperti Latakia, Daraa dan Damaskus selatan sejak mereka memulai serangan udara September lalu.

Rusia berdalih bahwa serangan udara mereka menargetkan posisi yang dipegang oleh kelompok militan IS,  namun beberapa anggota aliansi NATO Barat mengatakan Rusia sebenarnya menargetkan koalisi mujahidin Suriah dan oposisi moderat anti rezim Assad.

Deddy | Andolu Agency | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses