Langsung ke konten

Jurnal Islam

Senin, 1 Jumadal Ula 1448 / 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk
Arie Ristyan
17 Oktober 2017, 06:07

IRAK (Jurnalislam.com) – Komando Umum Peshmerga Kurdi mengatakan bahwa pemerintah Irak akan membayar “harga mahal” atas operasi militernya di Kirkuk, yang digambarkannya sebagai “sebuah deklarasi perang melawan negara Kurdistan.”

Peringatan dari Komando Umum Peshmerga (the Peshmerga General Command-PGC) pada hari Senin (16/10/2017) muncul saat pasukan federal Irak, yang didukung oleh milisi Syiah, mengatakan bahwa mereka telah menguasai penuh wilayah Kirkuk yang kaya akan minyak yang di kuasai Kurdi secara cepat, lansir Aljazeera.

PGC menuduh beberapa pemimpin Serikat Patriotik Kurdistan (the Patriotic Union of Kurdistan-PUK) melakukan “pengkhianatan”, menuduh bahwa kekuatan di bawah kendali partai telah menarik diri dari wilayah yang mereka pegang. PUK membantah tuduhan tersebut, menurut portal berita Kurdi Rudaw.

Parlemen Kurdi Tolak Keputusan Pemerintah Irak Tentang Referendum

“Sayangnya, beberapa pejabat PUK membantu plot melawan negara Kurdistan ini dan melakukan pengkhianatan yang hebat dan historis terhadap Kurdistan dan para martir yang mengorbankan hidup mereka untuk Kurdistan di bawah bendera PUK,” kata pernyataan tersebut.

Secara terpisah, Hemin Hawrami, asisten khusus Masoud Barzani, presiden Pemerintah Daerah Kurdi (the Kurdish Regional Government-KRG) dan pemimpin Partai Demokratik Kurdistan, memposting di Twitter yang dia katakan sebagai pernyataan dari sebuah kelompok milisi Syiah utama yang berterima kasih kepada para anggota PUK atas kerja sama mereka membantu penarikan dari beberapa daerah sekitar Kirkuk.

Kemajuan pasukan Irak merupakan bagian dari operasi besar untuk merebut kembali Kirkuk, di tengah perselisihan yang meningkat menjelang referendum 25 September yang kontroversial mengenai pemisahan diri Kurdi yang menurut Baghdad dinyatakan ilegal.

Setelah Referendum Kurdi Irak, Perang Etnis dan Sektarian akan Terjadi

Dengan cepat, tentara Irak menguasai bandara kota tersebut, di samping ladang minyak, pangkalan militer strategis K1 dan distrik Taza Khormatu di sebelah tenggara Kirkuk, sebelum menguasai gedung gubernur di pusat kota.

Saat tentara Irak maju, ribuan orang, termasuk warga sipil dan pejuang Peshmerga, melarikan diri dari kota yang disengketakan tersebut.

Dalam pernyataannya, komando Peshmerga menuduh pemerintah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi bertanggung jawab karena memulai “perang”, memperingatkan Baghdad bahwa pihaknya akan “membayar harga yang mahal untuk ketidakadilan ini.”

“Kami menyerukan kepada seluruh penduduk asli Peshmerga tersebut dan warga negara yang tahan banting dan mampu mengalahkan musuh untuk mengerahkan semua kemampuan mereka untuk melawan dan mengalahkan penyerang,” katanya.

Sementara itu, al-Abadi mendesak Peshmerga untuk berkolaborasi dalam menjaga perdamaian di Kirkuk.

“Kami menyerukan kepada pasukan Peshmerga untuk menjalankan tugas mereka di bawah kepemimpinan federal sebagai bagian dari angkatan bersenjata Irak,” katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook, mendesak “semua pekerja di Kirkuk untuk melanjutkan pekerjaan mereka secara normal dan tidak mengganggu kepentingan warga.”

Al-Abadi mengatakan bahwa dia memenuhi tugas konstitusionalnya “untuk melayani warga dan melindungi kesatuan negara, yang berada dalam bahaya perpecahan karena desakan mengadakan referendum yang diselenggarakan oleh mereka yang berkuasa di wilayah Kurdistan secara sepihak.”

Pasukan Peshmerga Kurdi menguasai Kirkuk yang kaya minyak setelah tentara Irak melarikan diri dari serangan besar oleh kelompok Islamic State (IS) pada tahun 2014.

Sejak saat itu, belum ada kesepakatan antara KRG dan pemerintah federal di Baghdad tentang siapa yang harus mengendalikan daerah tersebut – dan mendapatkan keuntungan dari kekayaan minyaknya yang luas.

Ketegangan antara kedua belah pihak telah berlangsung sengit sejak warga Kurdi Irak mayoritas memilih untuk memisahkan diri dalam referendum bulan lalu.

Jajak pendapat tidak mengikat diadakan di daerah-daerah yang dikuasai KRG dan di beberapa wilayah yang disengketakan, termasuk Kirkuk.

Tak lama setelah referendum tersebut, parlemen Irak telah meminta al-Abadi untuk mengirim pasukan ke Kirkuk dan mendapatkan kembali kendali atas ladang minyak di wilayah tersebut.

Tags irak kurdi Referendum

Berita Terkait

Tentara Suriah Rebut Ladang Minyak Terbesar dari Milisi SDF di Deir Ezzor
Berita

Tentara Suriah Rebut Ladang Minyak Terbesar dari Milisi SDF di Deir Ezzor

20 Januari 2026
Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam
Artikel

Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam

6 November 2025
Trump: AS Akan Kelola Venezuela hingga Transisi Politik, Minyak Jadi Incaran
Berita

Trump: AS Akan Kelola Venezuela hingga Transisi Politik, Minyak Jadi Incaran

4 Januari 2026
Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
Artikel

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 September 2026
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional
Artikel

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Maret 2026
Partai Hijau Inggris Tetapkan Zionisme sebagai Bentuk Rasisme
Berita

Partai Hijau Inggris Tetapkan Zionisme sebagai Bentuk Rasisme

6 Oktober 2026

Terpopuler

Berita

  1. Wajib Halal Tetap Berlaku 18 Oktober, BPJPH Siapkan Ketentuan Khusus bagi UMK

Artikel

  1. Kasus Perundungan Pemalang: Perlindungan Anak adalah Amanah, Siapa Bertanggung Jawab?

Berita

  1. Ustadz Khalid Basalamah Tak Hadir di Sidang Kasus Haji, KPK Siapkan Jadwal Baru
  2. PCNU Sekadau Kembalikan Uang Dugaan Politik Muktamar ke KPK, Ada 27 PCNU Lain Siap Menyusul
  3. Tiga Tahun 7 Oktober: Dari Baznas hingga Pemerintah, Dukungan untuk Palestina Tetap Disuarakan
  4. Cholil Nafis Soroti Kesenjangan Pembiayaan dalam Industri Halal Indonesia

Artikel

  1. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa
  2. Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden
  3. Perundungan Bukan Kenakalan Biasa: Tanggung Jawab Kita Melindungi Anak dalam Perspektif Islam

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  4. Bedah Buku Kolaborasi Pemuda Muhammadiyah Jati Asih Tegaskan Isu Palestina Adalah Soal Penjajahan dan Rasialisme, Bukan Sekadar Perang Agama

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

Opini

Kasus Perundungan Pemalang: Perlindungan Anak adalah Amanah, Siapa Bertanggung Jawab?

Kasus Perundungan Pemalang: Perlindungan Anak adalah Amanah, Siapa Bertanggung Jawab?

11 Okt 2026 05:33:22
Hifzh an-Nafs dan Kesehatan Jiwa: Sedih Bukan Tanda Lemah Iman

Hifzh an-Nafs dan Kesehatan Jiwa: Sedih Bukan Tanda Lemah Iman

9 Okt 2026 13:19:11
Perundungan Bukan Kenakalan Biasa: Tanggung Jawab Kita Melindungi Anak dalam Perspektif Islam

Perundungan Bukan Kenakalan Biasa: Tanggung Jawab Kita Melindungi Anak dalam Perspektif Islam

9 Okt 2026 13:14:59
Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

7 Okt 2026 14:09:17

Internasional

Pentagon Siapkan Opsi Serangan Tiga Hari ke Iran, Trump Tunda Operasi hingga Usai Pemilu

Pentagon Siapkan Opsi Serangan Tiga Hari ke Iran, Trump Tunda Operasi hingga Usai Pemilu

10 Okt 2026 05:02:56
Ledakan Dilaporkan Guncang Selat Hormuz, Kapal Tanker Diduga Hantam Ranjau Laut

Ledakan Dilaporkan Guncang Selat Hormuz, Kapal Tanker Diduga Hantam Ranjau Laut

10 Okt 2026 05:01:22
Iran dan AS Ajukan Proposal Baru untuk Akhiri Perang, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Iran dan AS Ajukan Proposal Baru untuk Akhiri Perang, Selat Hormuz Jadi Sorotan

10 Okt 2026 05:00:55
Serangan Houthi Sasar Bandara Saudi dan Aden, Tiga Orang Tewas

Serangan Houthi Sasar Bandara Saudi dan Aden, Tiga Orang Tewas

8 Okt 2026 09:08:48

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED