Setelah Bertempur 4 Bulan, Pasukan Filipina Rebut Masjid Bersejarah dari Milisi Maute

Setelah Bertempur 4 Bulan, Pasukan Filipina Rebut Masjid Bersejarah dari Milisi Maute

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Setelah hampir empat bulan pertempuran, pasukan pemerintah Filipina telah merebut kembali sebuah Masjid bersejarah bersama dengan dua kubu utama lainnya dari milisi yang terkait dengan kelompok Islamic State (IS) di Kota Marawi yang dilanda perang.

Pejabat militer memperkirakan pertempuran di sana akan segera berakhir karena sebagian besar komando dan daerah yang dikendalikan Teroris Maute yang tersisa telah direbut oleh tentara.

Kepala Komando Angkatan Bersenjata Mindanao Lt. Jenderal Carlito Galvez mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Ahad (17/9/2017) bahwa pasukan akhirnya mendapatkan kembali Masjid Bato dan Yayasan Amaitul Islamiya Marawi serta bangunan Jamaitul Philippine Al-Islamiyah pada pukul 5 sore di hari Sabtu (16/9/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Masjid Bato adalah salah satu tempat ibadah utama bagi umat Islam di Marawi dikuasai gerilyawan yang didominasi IS sejak mereka mengepung kota tersebut pada 23 Mei.

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

Beberapa sandera dilaporkan terakhir terlihat di sana, menurut Galvez. “Sebelum merebut kembali masjid dari Maute, pertarungan bersenjata selama 5 jam terjadi di daerah tersebut, di mana empat tentara terluka ketika sebuah alat peledak improvisasi yang ditinggalkan meledak.”

Seorang anggota Maute bersenjata juga tewas dalam serangan tersebut sehari sebelumnya, 16 September. Dua marinir juga tewas dalam pertempuran di zona pertempuran lain, kata Galvez.

“Penyitaan sebuah masjid bersejarah dan benteng utama Maute lainnya merupakan pukulan besar bagi anggota Maute dan Abu Sayyaf,” katanya.

Mengenai laporan ini, militer terus maju terus di daerah pertempuran untuk menembus yang diyakini sebagai tempat pertahanan terakhir militan. Militer telah memukul daerah pertempuran dengan serangan udara sepanjang pekan.

Juru bicara WestMinCom Kapten Jo-Ann Petinglay mengatakan jumlah korban tewas diantara pasukan Filipina telah mencapai 149 orang.

“Sekitar 600 tentara juga dilaporkan terluka,” kata Petinglay. “Para milisi Maute sekarang memaksa sandera mereka, terutama sandera laki-laki untuk berperang melawan tentara.”

Ratusan milisi juga diyakini telah terbunuh sejak 23 Mei, ketika kelompok saudara laki-laki Maute – Abdullah dan Omar – yang didukung oleh pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Hapilon mengambil alih masjid, gereja, dan beberapa fasilitas pemerintah termasuk rumah sakit, sekolah, kantor polisi, bank dan bangunan pribadi lainnya.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Eduardo Año mengatakan kepada wartawan di Manila bahwa “Keuntungan besar ini (perebutan kembali Masjid Bato) semakin melemahkan kelompok Maute dengan menyangkal bekas benteng mereka sebelumnya.”

“Sebagai tindak lanjut dan operasi pembersihan, kami mengharapkan musuh untuk menyerahkan lebih banyak posisi yang sebelumnya mereka duduki,” tambahnya.

Año mendesak pasukan bersenjata Maute yang tersisa, dan juga para sandera yang berpaling untuk segera menyerah, “sementara mereka masih punya waktu.”

Awal bulan lalu, pasukan pemerintah juga menguasai kembali Masjid Raya yang berada di pusat zona pertempuran di Marawi.

Bagikan