Polisi Zionis Tutup Pusat Penelitian Kartografi Palestina dan Tangkap Pemimpinnya

Polisi Zionis Tutup Pusat Penelitian Kartografi Palestina dan Tangkap Pemimpinnya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Polisi zionis yahudi pada hari Selasa (14/03/2017) menutup pusat penelitian Palestina di Yerusalem dan menangkap direkturnya, seorang kartografer terkemuka, menuduhnya bekerja untuk dinas keamanan Palestina.

Kantor kartografi (pembuatan peta) di Yerusalem timur yang diduduki ditutup selama enam bulan, kata pernyataan polisi zionis, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Para pejabat Israel menuduh direktur Khalil Tafakji bekerja dengan Otoritas Palestina untuk memantau penjualan tanah oleh warga Palestina untuk Yahudi Israel di Yerusalem timur.

Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel mengklaim seluruh kota sebagai ibukotanya, masyarakat Internasional menilai Yerusalem sebagai ibukota Palestina.

Menteri militer internal Israel Gilad Erdan mengatakan bahwa, “Tafakji adalah bagian dari rencana Otoritas Palestina untuk melemahkan kedaulatan kita di Yerusalem dan meneror orang-orang Arab yang menjual asset rumah mereka untuk orang-orang Yahudi di kota.”

“Saya akan terus bertindak tegas untuk mencegah kedaulatan Palestina hadir di Yerusalem.”

Bagi rakyat Palestina, menjual tanah untuk pemukim yahudi Israel akan dihukum mati di bawah hukum Palestina.

Pejabat senior Palestina Saeb Erekat mengutuk dalam sebuah pernyataan bahwa penutupan pusat penelitian dan penangkapan direkturnya “tidak sah”, dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya Israel untuk “menghapus setiap kehadiran Palestina di kota.”

Beberapa organisasi yang mempromosikan permukiman Israel di Jerusalem timur menggunakan orang-orang bayaran untuk melaksanakan transaksi dan eksekusi.

Palestina melaporkan Israel berusaha untuk melakukan Judaise (menjadikan sebagai wilayah Yahudi) di Jerusalem timur.

Sekitar 200.000 warga Israel sekarang tinggal di permukiman illegal di Jerusalem timur, Palestina.

Tafakji telah memetakan wilayah Palestina selama puluhan tahun dan pekerjaannya secara teratur dikutip oleh para ahli internasional dan dunia pers.

Dia bekerja di dalam Orient House, pusat budaya Palestina yang lama di Yerusalem di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestinian Liberation Organization-PLO) tetapi ditutup pada tahun 2000 oleh pejajah Israel.

Bagikan