Rencana Sertifikasi Hanya untuk Tokoh Agama İslam Dinilai Diskriminatif

Rencana Sertifikasi Hanya untuk Tokoh Agama İslam Dinilai Diskriminatif

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta, agar Kementerian Agama (Kemenag) tidak memberikan kado buruk untuk umat Islam di tahun baru Hijriyah ini.

Salah satunya adalah dengan menggulirkan kembali wacana sertifikasi untuk para dai.

“Sambut tahun baru Islam/hijriah 1442 Hijriah, Kementerian Agama jangan memberi kado buruk pada umat Islam, dengan berlaku tidak adil dan diskriminatif dengan rencana menerapkan sertifikasi penceramah hanya untuk Umat Islam,” keluh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pesan singkatnya, Rabu (19/8)

Padahal, HNW menambahkan, umat Islam sangat berjasa dalam menyelamatkan keutuhan Republik Indonesia dengan pengorbanan bersedia memenuhi tuntutan megubah sila pertama pada Pancasila menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Walhasil, wacana sertifikasi secara diskriminatif karena hanya ditujukan bagi penceramah Agama Islam, telah ditolak dan dikritisi juga oleh tokoh non muslim.

Menurut HNW, harusnya sertifikasi ditujukan untuk penceramah dari semua Agama. Agar keadilan bisa ditegakkan dan tidak saling mencurigai.

Sehingga prisip beragama yang moderat, toleran, inklusif itu betul-betul menjadi komitmen bagi semua penceramah dari semua Agama. Karena program Pemerintah harusnya untuk semua warga negara secara adil, untuk penceramah semua agama secara adil dan amanah.

“Apalagi pak Menteri Agama pernah menyatakan bhw dirinya bukan Menteri Agama Islam, melainkan menteri agama-agama,” tegas HNW.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X