150 Muslim Afrika Tengah Tewas dalam Sebuah Pembantaian di Pombolo

150 Muslim Afrika Tengah Tewas dalam Sebuah Pembantaian di Pombolo

AFRIKA TENGAH (Jurnalislam.com) – Sebuah misi PBB pada hari Rabu mengecam laporan kekerasan di Republik Afrika Tengah selatan yang telah merenggut beberapa nyawa.

Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional di Republik Afrika Tengah (The Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic-MINUSCA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menerima laporan kekerasan di Pombolo, sebuah desa di provinsi Lower Kotto.

“Indikasi awal menunjukkan bahwa kekerasan yang meluas akan menelan korban jiwa banyak warga sipil yang tidak bersalah,” pernyataan tersebut menambahkan tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban.

Amnesty Desak Pengadilan Khusus untuk Kejahatan Perang terhadap Muslim Afrika Tengah

Misi tersebut mengatakan “pihaknya akan melakukan semua upaya untuk mengakhiri kekerasan dan memfasilitasi akses terhadap perawatan bagi orang-orang yang terluka,” menambahkan bahwa pihaknya akan mengirim helikopter untuk pengintaian udara dan mengirim pasukan darat.

Souleymane Daouda, juru bicara Union for Peace di Republik Afrika Tengah, yang sebelumnya dikenal sebagai Seleka, mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis (19/10/2017) bahwa sedikitnya 150 orang Muslim terbunuh dan hampir 100 lainnya terluka di Pombolo.

Dia menambahkan dalam sebuah wawancara telepon bahwa korban masih dihitung.

Keadaan persis pembantaian ini tidak jelas, namun menurut laporan awal, penyerang tersebut diyakini termasuk dalam kelompok anti-Balaka Kristen, yang juga membunuh lebih dari 20 orang dalam serangan masjid pekan lalu.

Kekerasan meletus di negara bagian Afrika tengah pada tahun 2013, ketika Muslim Seleka melawan kemudian menggulingkan Presiden Francois Bozize, seorang pemimpin Kristen, yang berkuasa pada kudeta tahun 2003.

PBB: Muslim Afrika Tengah Terancam Genosida

Pertarungan sengit berlanjut antara Muslim Seleka dan pemberontak anti-Balaka Kristen, yang memaksa hampir setengah dari penduduk negara tersebut bergantung pada bantuan kemanusiaan, menurut PBB.

Milisi anti-Balaka merekrut pasukan dari bagian selatan dan barat negara tersebut.

Anti-Balaka muncul pada tahun 2013 sebagai kelompok pertahanan diri untuk melawan milisi Seleka yang menggulingkan Bozize, dan didominasi oleh pendukungnya.

Seleka adalah sebuah aliansi dari beberapa kelompok bersenjata dari bagian timur laut yang mayoritas Muslim di negara itu

Bagikan
Close X