14 Anggota Uni Eropa Serentak Usir Diplomat Rusia di Negaranya Masing-masing

14 Anggota Uni Eropa Serentak Usir Diplomat Rusia di Negaranya Masing-masing

LONDON (Jurnalislam.com) – Empat belas negara anggota UE telah mengusir puluhan diplomat Rusia dalam reaksi serempak pada hari Senin (26/3/2018), atas keracunan bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris, lansir Anadolu Agency.

Sedikitnya 45 diplomat Rusia telah diusir di seluruh Eropa sejauh ini.

“Sebagai tindak lanjut langsung atas keputusan Dewan Eropa pekan lalu untuk bereaksi terhadap Rusia dalam kerangka umum, hingga hari ini sudah 14 negara anggota yang memutuskan untuk mengusir diplomat Rusia,” kata Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, yang berada di Varna Bulgaria untuk KTT Uni Eropa-Turki (EU-Turkey Summit).

“Dewan Eropa setuju dengan penilaian pemerintah Inggris bahwa Federasi Rusia sangat mungkin bertanggung jawab dan tidak ada penjelasan alternatif lainnya yang masuk akal. Kami memutuskan untuk memanggil Duta Besar UE untuk Rusia untuk konsultasi,” tambahnya.

Jerman adalah salah satu negara pertama yang membuat pengumuman itu saat Menteri Luar Negeri, Heiko Maas, mengatakan Berlin telah “mengusir empat diplomat Rusia.”

Tanggapi Serangan Zat Beracun di Inggris, AS Usir 60 Diplomat Rusia dari Negaranya

Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Perancis juga mengatakan mereka telah “memberitahu pihak berwenang Rusia tentang keputusan kami untuk mengusir empat personel Rusia dengan status diplomatik dari wilayah Perancis, dalam waktu satu pekan.”

Polandia mengatakan mereka juga mengusir empat warga Rusia setelah deretan keracunan mantan mata-mata.

Denmark, Belanda, Latvia, Spanyol dan Italia mengatakan mereka masing-masing telah mengusir dua diplomat.

Lithuania dan Republik Ceko membuat pengumuman serupa setelah mengusir tiga diplomat. Sementara itu, Estonia, Kroasia, Finlandia dan Rumania mengatakan mereka telah meminta satu diplomat untuk pergi. Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven kemudian mengatakan mereka juga akan mengusir seorang diplomat Rusia.

Ukraina, negara non-UE, bergabung dengan 14 negara lainnya dan mengusir 13 diplomat Rusia. Albania mengikuti dengan mengusir dua diplomat Rusia.

Tusk mengatakan bahwa “langkah-langkah tambahan, termasuk pengusiran lanjutan dalam kerangka kerja sama Uni Eropa ini akan dilanjutkan dalam beberapa hari dan pekan mendatang”.

Dukungan kuat dari negara-negara Uni Eropa, serta Ukraina, AS dan Kanada berdampak pada pertemuan Dewan Eropa yang diadakan di Brussels pekan ini.

Inggris Desak DK PBB Selidiki Serangan Zat Beracun pada Mantan Mata-mata Rusia

AS mengusir 60 diplomat yang menurut Washington bekerja sebagai perwira intelijen, dan memerintahkan penutupan konsulat Moskow di Seattle.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan empat staf diplomatik kedutaan Rusia di ibukota Kanada, Ottawa, atau konsulat jenderal di Montreal akan diperintahkan keluar dari negara itu.

“Kami sepakat tentang pentingnya mengirim pesan kuat Eropa sebagai tanggapan atas tindakan Rusia,” Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan kepada anggota parlemen di House of Commons pada hari Senin.

“Tanggapan internasional yang luar biasa saat ini oleh sekutu kami dicatat dalam sejarah sebagai pengusiran kolektif terbesar terhadap perwira intelijen Rusia yang pernah ada dan akan membantu membela keamanan bersama kami,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, di Twitter.

“Rusia tidak dapat melanggar aturan internasional dengan impunitas,” tambahnya.

Bagikan
Close X