Yuk Update Niat Berpuasa!

Yuk Update Niat Berpuasa!

JURNALISLAM.COM – Hai sobat jurnis, masih semangat bukan untuk berpuasa? Kali ini, kita akan bersama-sama memahami niat dalam berpuasa.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat”. (Muttafaq alaih)

Makna َانًا وَاحْتِسَابًا (karena iman dan karena ingin mendapat pahala) merupakan bentuk niat puasa.

Sobat jurnis, niat merupakan perkara utama bagi seseorang, sebab itu harus serius memperhatikannya. Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah ditanya apa yang diniatkan seseorang ketika hendak shalat?

Pertanyaan sederhana ini hampir-hampir tidak pernah diajukan seorangpun hari ini. Tidak peduli lagi, apa niatnya saat hendak takbir. Padahal niat itu banyak, bukan hanya satu saja.

Padahal di sana ada niat-niat yang agung. Imam Ats-Tsaury rahimahullah menjelaskannya saat menjawab pertanyaan orang tersebut. Ats-Tsaury adalah seseorang imam panutan umat Islam.

Ats-Tsaury menjawab: “Niatkan untuk munajat pada Rabbnya!”

Sobat jurnis, ini merupakan niat lain ketika akan salat selain niat ibadah, yaitu niat bermunajat kepada Allah. Munajat dari kata najwa artinya bisikan atau berbicara pelan untuk merahasiakan pembicaraan agar tidak didengar orang lain.

Maknanya, dia salat dengan niat bermunajat pada Allah, berbisik pada Allah, berbicara dengan lembut dengan Allah dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Allah padanya.

Sobat jurnis, setidaknya ada beberapa niat yang perlu kita perbarui atau update pada puasa kali ini yaitu:

Niat pertama: sobat jurnis niatkan puasa untuk menjalankan ketataan kepada Allah azza wa jalla, melaksanakan perintahnya. Niat ini bentuk niat paling agung karena mengandung makna ubudiyah (peribadatan) dan praktek tunduk pada perintah.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

“Diwajibkan atas kamu berpuasa.” (Al-Baqarah: 183)

Niat kedua: Niat memperoleh pahala yang dijanjikan oleh Allah azza wa jalla, dibatalkan dosa masa lalu dan memanen pahala unlimited (tidak terbatas). Dengan niat ini kita berharap bisa masuk surganya melalui pintu Ar-Rayan.

Nama Ar-Rayan majas hiperbola dari Ar-Ray (situasi yang baik penuh kenikmatan). Siapapun yang sampai pada pintu Ar-Rayan akan merasakan situasi dan lingkungan yang sangat nyaman penuh kenikmatan sebagai balasan dari ketaatan pada Allah. Taat menjauhi jimak, makan, minum, menahan lisan serta larangan lainnya.

Mari kita bersama perbarui niat agar ibadah puasa kali ini mencapai derajat maksimal. Ingat! Waktu terus berlalu begitu cepat bak angin yang bertiup dari laut ke darat pun sebaliknya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X