WikiLeaks akan Sebarkan Alat Peretas CIA pada Perusahaan-perusahaan Teknologi

WikiLeaks akan Sebarkan Alat Peretas CIA pada Perusahaan-perusahaan Teknologi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – WikiLeaks akan menyerahkan rincian hacking rahasia yang digunakan CIA pada perusahaan teknologi yang memungkinkan mereka menemukan kelemahan perangkat lunak dan memperbaikinya, pendiri Julian Assange mengatakan kepada Aljazeera Kamis (09/03/2017).

Berbicara saat siaran konferensi pers melalui Facebook Live, Assange pada hari Kamis berjanji untuk memberikan akses eksklusif ke produsen teknologi setelah dump dokumen terbaru, termasuk laporan bahwa Central Intelligence Agency (CIA) menyusup ke smartphone dan komputer.

Situs whistle-blowing juga mengklaim bahwa sejumlah 8.000 dokumen akan membuktikan bahwa CIA dan intelijen militer MI5 Inggris mengembangkan malware untuk menyusup Samsung smart TV dan mengubahnya menjadi perangkat untuk mendengarkan.

“Karena yang kami pikirkan adalah cara terbaik untuk melanjutkan dan mendengar permintaan dari beberapa produsen ini, maka kami memutuskan untuk bekerja dengan mereka untuk memberi beberapa akses rincian teknis eksklusif yang kita miliki sehingga perbaikan dapat dikembangkan sehingga orang menjadi aman,” kata Assange, berbicara dari kedutaan Ekuador di London di mana ia bersembunyi selama ini sejak 2012.

Setelah perusahaan teknologi tersebut telah memperbaiki produk mereka, katanya, ia akan merilis data lengkap hacking tools kepada publik.

Menanggapi konferensi pers Assange, juru bicara CIA Heather Fritz Horniak mengatakan: “Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, Julian Assange bukanlah benteng kebenaran dan integritas kami. Tanpa mengesampingkan upaya Assange, CIA secara agresif akan terus mengumpulkan intelijen asing dan luar negeri untuk melindungi Amerika dari teroris dan negara lain yang bermusuhan serta musuh lainnya.”

CIA sejauh ini menolak berkomentar langsung mengenai keaslian kebocoran tersebut, tetapi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu mereka mengatakan rilis dokumen tersebut merusak karena membekali musuh “dengan alat dan informasi untuk menyakiti kita.”

Julian Assange
Julian Assange

Tidak jelas bagaimana WikiLeaks berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi, yang telah diminta untuk bekerja dengan mereka dan yang akan menerima tawaran Assange.

Beberapa perusahaan telah mengatakan bahwa mereka yakin update keamanan terbaru mereka sudah menyumbang kelemahan yang diduga ada dan dijelaskan dalam dokumen CIA. Apple mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa “banyak masalah” kebocoran yang sudah ditambal dalam sistem operasi versi terbaru mereka.

Jika itu terjadi, maka akan menjadi sebuah aliansi tidak biasa yang akan memberikan kesempatan perusahaan seperti Apple, Google, Microsoft, Samsung dan lainnya untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan dalam perangkat lunak dan perangkat mereka yang dieksploitasi oleh agen mata-mata AS dan beberapa sekutu asing, seperti yang dijelaskan dalam materi.

“Ini kolaborasi yang tidak mungkin terjadi mengingat bahwa di masa lalu WikiLeaks telah menjadi kritikus keras bagi Google dan Facebook,” reporter Al Jazeera Charlie Angela, melaporkan dari luar kedutaan Ekuador.

“Dan ada pertanyaan mengenai bagaimana kolaborasi ini akan berguna mengingat bahwa pejabat intelijen AS mengatakan banyak data dan dokumen menerbitkan teknik rinci yang berusia lebih dari dua tahun, serta banyak perangkat lunak yang telah usang dan cacatnya telah diperbaiki.”

WikiLeaks mengungkapkan, menjelaskan metode rahasia untuk melewati atau mengalahkan enkripsi, alat antivirus dan fitur keamanan pelindung lainnya untuk komputer, ponsel dan bahkan TV cerdas.

Termasuk platform teknologi yang paling populer di dunia, termasuk iPhone Apple dan iPads, ponsel Android Google dan sistem operasi Microsoft Windows untuk komputer desktop dan laptop.

Bagikan
Close X