Wartawan Al Jazeera Tuntut Kemkominfo Pulihkan Nama Baik Situs Media Islam yang Dituduh Radikal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wartawan Al Jazeera Indonesia Harjito Warno menanggapi normalisasi sejumlah situs media Islam yang diblokir Kemkominfo. Dito, sapaan akrabnya, menegaskan Kemkominfo harus memulihkan nama-nama situs yang dituduh radikal itu.

"Alhamdulillah, meski bredel (blokir-red) sudah dicabut, tapi nama media-media Islam harus dipulihkan namanya dari stigma radikal yang berhasil dibangun oleh Kemkominfo," ujarnya kepada Jurniscom, Kamis (9/4/2015).

Selain itu, Dito mengatakan bahwa Kemkominfo telah melanggar Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers.

"Menyeret mereka (Kemkominfo-red) ke meja hijau adalah solusi terbaik agar rezim paham bahwa mereka mengangkangi undang-undang yang mereka buat sendiri, yaitu UUD No.40 tahun 1999," tegas Dito.

Dito juga mengungkapkanya harapanya untuk media-media Islam khususnya kepada Jurnalis Islam Bersatu (JITU), wadah bagi jurnalis-jurnalis Muslim di Indonesia.

"Hikmah terbesar adalah media Islam harus lebih eratkan ukhuwah sesama jurnalis muslim. Khusus untuk JITU, saatnya mengajak jurnalis muslim di media media mainstream untuk bergabung," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dito, "Teruslah belajar agar semangat dan profesionalisme untuk mengabarkan Haq adalah Haq dan Bathil adalah Bathil tetap terjaga," pungkasnya.

Berdasarkan keputusan tim panel Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (FPSIBN), Kamis (9/4/2015) dari 19 situs yang diblokir haya 12 situs yang dinormalisasi.  Dua belas situs tersebut ialah hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, gemaislam.com, panjimas.com, muslimdaily.net, voa-islam.com, dakwatuna.com, annajah.com, eramuslim.com dan arrahmah.com.

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.