TEHERAN (jurnalislam.com)— Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang jalur selatan Selat Hormuz pada Kamis (8/10/2026), di tengah meningkatnya ketegangan terkait pembatasan jalur pelayaran oleh Iran.
Lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan tersebut diduga terjadi setelah sejumlah kapal tanker minyak menghantam ranjau laut ketika melintasi rute yang tidak mendapat izin dari Teheran.
Mengutip sumber-sumber militer Iran, IRIB menyebut ledakan terjadi beberapa menit sebelum laporan itu disampaikan. Namun, laporan tersebut belum mengungkap jumlah kapal yang diduga terdampak maupun identitasnya.
Belum ada pula informasi terperinci mengenai kemungkinan korban jiwa, kerusakan kapal, ataupun dampak terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan ini berpotensi memengaruhi pengiriman minyak dan gas melalui jalur laut.
Laporan ledakan tersebut muncul setelah Iran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi rute pelayaran yang tidak mendapat izin dari Teheran.
Meski demikian, dugaan bahwa ledakan disebabkan oleh ranjau laut masih bersumber dari laporan media pemerintah Iran yang mengutip sumber militer. Belum ada konfirmasi independen mengenai penyebab ledakan maupun kapal yang mungkin terlibat.
Perkembangan ini menambah perhatian terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, terutama di tengah ketegangan regional yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.