Warga dan Ormas Islam Tolak Rencana Pembangunan Tempat Hiburan di Kaliwates, Jember

JEMBER (Jurnalislam.com) – Puluhan laskar umat Islam Jember mendatangi kediaman Jupiter, seorang warga keturunan Cina di jalan Kenanga, RW 18 Lingkungan Ledok Kebon Lor, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Selasa (8/2/2016).

Jupiter adalah pemilik sebuah bangunan yang rencananya akan dijadikan hotel dan tempat hiburan di daerah tersebut. Namun warga menolaknya karena khawatir akan merusak moral warga setempat.

“Alasan penolakan adalah khawatirnya timbul beragam kerusakan moral akibat pendirian hotel tersebut. Bahkan, di hotel tersebut nanti direncanakan akan didirikan diskotik dan tempat bilyar serta acap kali disalahgunakan untuk tempat prostitusi,” papar Kyai Zarkawi, salah seorang tokoh setempat.

“Satu hal yang membuat kami tersinggung adalah jika hotel ini jadi adalah berarti kami merelakan hidup anak cucu kami akan terkena azab Allah,” sambungnya.

Ia menambahkan, penolakan warga sudah disampaikan sejak 6 bulan lalu di hadapan Muspika dan pengusaha hotel. “Mereka sudah menolak mentah-mentah. Namun entah bagaimana, pada Januari 2016 tiba-tiba keluar surat izin pendirian hotel, lengkap dengan persetujuan beberapa warga. Tentu saja, hal ini sangat mengejutkan warga,” ungkapnya.

Kyai Zarkawi menilai, Jupiter yang telah memalsukan identitas dan menyuap sejumlah warga guna melancarkan rencananya.

“Keresahan warga Gebang ini sebelumnya pernah disampaikan ke FPI Jember dan ditindak lanjuti dengan pengaduan ke pihak Polres dan DPRD,” ujar Ustadz Ilyas, sekretaris FPI Jember menyambung Kyai Zarkawi.

Di luar ruangan, warga terus meminta agar bangunan segera dibongkar karena bagian bangunan memanfaatkan saluran air sehingga sering terjadi banjir.

Audiensi tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian. Perwakilan massa umat Islam yang hadir diantaranya dari Front Pembela Islam (FPI), Laskar Islam Jember dan Jamaah Ansharusy Syariah.

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.