Ustaz Alfian Tanjung Kembali Dikriminalisasi, Pengacara: Kita Sedang Menonton Lelucon Penegakkan Hukum

27 September 2017
Ustaz Alfian Tanjung Kembali Dikriminalisasi, Pengacara: Kita Sedang Menonton Lelucon Penegakkan Hukum
Ketika ustaz Alfian Tanjung dinyatakan bebas oleh pengadilan negeri Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Kuasa hukum pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri menilai ditangkapnya ustaz Alfian Tanjung merupakan kriminalisasi kembali, setelah pada kasus yang ditudingkan sebelumnya kliennya dinyatakan bebas dan tidak bersalah.

“Masyarakat hari ini sedang menonton lelucon penegakkan hukum khususunya kasus yang menjerat Ustaz Alfian Tanjung. Setelah Ust. Alfian diputus bebas oleh Majelis Hakim PN Surabaya pada agenda putusan Sela (6/9) dan sekaligus menyatakan Dakwaan Jaksa Batal Demi Hukum, kini Kejari Tanjung Perak mengajukan Pelimpahan Ulang Dakwaan,” kata Abdullah Al Katiri kepada Jurnalislam.com.

Padahal, kata Al Katiri,  jika Jaksa mau adil dan taat hukum, harusnya mereka mengajukan Perlawanan Hukum (Banding) atas putusan sela Majelis Hakim sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHAP.

Ustaz Alfian Tanjung Bebas, Amir Ansharusyariah: Polanya Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

“Tapi Jaksa justru melimpahkan ulang (Dakwaan baru) yang jelas-jelas tidak ada dasar hukumnya. Kami tidak habis fikir, apa yang ada dalam benak dan pikirannya,” kata Abdullah.

Abdullah mengingatkan, seharusnya sesama penegak hukum sudah menjadi kewajiban untuk mengingatkan bahwa peradilan pidana ini tidak bisa dilakukan dengan cara-cara model abuse of power.

“Negara Indonesia ini menganut konsep Negara Hukum ( Rechstaat) karenanyalah hukum sebagai panglima, tapi dalam penanganan perkara terhadap Ustaz Alfian ini sama sekali tidak mencerminkan rechstaat,” pungkas Abdullah.