Tokoh Bima: Perppu Ormas Berpotensi Lemahkan Semangat Beragama

Tokoh Bima: Perppu Ormas Berpotensi Lemahkan Semangat Beragama

BIMA (Jurnalislam.com) – Tokoh umat Islam Bima, Ustadz Abdul Hakim menilai, penerbitan Perppu No 2 Tahun 2017 adalah upaya untuk memberangus ormas-ormas Islam yang dianggap bertentangan dengan sila pertama Pancasila.

“Maka tindakan seperti adalah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila terutama sila Ketuhanan yang Maha Esa. Karena dampaknya akan menimbulkan melemahnya semangat beragama dan melemahnya keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa dan akan membuka ruang munculnya semangat anti-agama dan semangat anti-tuhan,” jelasnya kepada Jurnalislam.com di Bima, Jumat (28/7/2017).

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah meninjau ulang keputusannya menerbitkan Perppu pengganti UU No 17 tahun 2013 itu. “Kita berharap pemerintah membuka mata dan hati, jangan sampai perppu ini dipaksakan yang kemudian akan menimbulkan banyak masalah dan kemudaratan,” kata pemerhati gerakan Islam itu.

Ia juga memandang, pemerintah saat ini bersikap tidak adil kepada umat Islam. Tuduhan anti-pancasila, anti-kebhinekaan dan anti-NKRI hanya ditujukkan kepada umat Islam saja. Sementara itu, kata dia, pemerintah bungkam terhadap gerakan-gerakan yang telah secara jelas merongrong Pancasila dan NKRI, seperti komunisme dan separatisme.

“Inilah ketidakadilan yang sangat nyata, yang hari ini orang-orang sudah sangat mengetahuinya,” tandasnya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan pemerintah untuk segera bertaubat kepada Allah SWT atas segala bentuk kedzalimannya terhadap umat Islam.

“Dan kepada siapa yang dengan sengaja berhianat kepada umat Islam, memusuhi umat Islam, pada hakikatnya bukan Islam yang dia musuhi tetapi mereka sedang menantang perang dengan Allah. Maka sadarlah dan cepatlah bertaubat dan bertindak adil lah kepada seluruh kaum muslimin,” pungkasnya.

Bagikan
Close X