Tidak Layak, LUIS Ajukan Permintaan Pemindahan dari Rutan Polda Jateng ke Surakarta

Tidak Layak, LUIS Ajukan Permintaan Pemindahan dari Rutan Polda Jateng ke Surakarta

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) bersama tersangka lain kasus Social Kitchen mengajukan permohonan pemindahan tahanan. Sebab, DITTAHTI Polda Jateng tidak cukup ruang dan sulit untuk beribadah.

“Kami sangat keberatan karena di sini, blok kami sangat sempit dan rata-rata para tahanan Narkoba yang semuanya adalah perokok berat sedangkan kami tidak merokok,” kata Humas LUIS, Endro Sudarsono kepada jurniscom di ruang tahanan DITTAHTI Mapolda Jawa Tengah, Jln. Pahlawan No. 1 Semarang, Kamis (16/2/2017).

Ia mengatakan, kondisi kamar tahanan membuat para tersangka dugaan pengerusakan dan penganiayaan kesulitan tidur.

“Karena ruang yang kami tempati hanya berukuran 3 x 2,5 meter yang di huni 6 – 7 orang. Maka kami harus bergantian untuk tidur malam dan sulit untuk melaksanakan sholat berjamaah,” ujar Endro.

Endro menyatakan, salah satu alasan kuat ruang tahanan harus dipindahkan, karena status tokoh LUIS ini bukan ditahan di Mapolda Jateng, melainkan Kejari Surakarta.

“Dan status kami ini adalah Tahanan Kejari Surakarta, sehingga kami meminta hak-hak kami,” papar Endro.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 12 tokoh LUIS bersama 1 orang wartawan Panjimas ditetapkan sebagai tersangka dugaan pengerusakan dan penganiayaan kasus cafe sosial kitchen beberapa waktu lalu.

Meski begitu, banyak pihak yang menilai penangkapan aktifis pemberantasan kemaksiatan ini janggal, dan tidak layak. Sebab, bukan mereka yang melakukan hal itu.

Surat permohonan pemindahan ruang tahanan oleh tokoh LUIS dan tersangka Kasus Cafe Social Kitchen. Foto: Arie

Reporter: Arie

Bagikan
Close X