TaniHub dan DD Kembangkan Bisnis Ternak Berbasis Syariah

TaniHub dan DD Kembangkan Bisnis Ternak Berbasis Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sebanyak 25 kelompok ternak mendapatkan modal dengan konsep syariah sebesar Rp 2 miliar untuk setiap kelompoknya.

Dana tersebut dihasilkan dari kerja sama antara lembaga filantropi, Dompet Dhuafa dengan startup agritech, TaniHub Group.

“Permodalannya konsep syariah, bagi hasil. Ini pinjaman lunak, jadi yang sangat bersahabat, dengan konsep mengutamakan untuk petani. Pengembaliannya dikembalikan ke lander (peminjam), fintech kita sebutnya lander, dengan skema bagi hasil,” kata Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan, di Jakarta, Senin (14/10).

Imam mengatakan, kerja sama keduanya menghasilkan program pembiayaan khusus, dari salah satu unit bisnis TaniHub, Tanifund untuk pemberdayaan kelompok ternak kambing, jaringan mitra Dompet Dhuafa.

Terdapat 25 kelompok peternak akan didukung, yang targetnya satu kelompok peternak permodalan untuk 2.000 ekor kambing.

Dalam satu kelompok ada 5-10 peternak yang terlibat di dalamnya.

“Kelompok mendapatkan uang pinjaman, kalau dirata-ratakan sekitar satu kelompok Rp 2 miliar, 25 kelompok itu ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Banten, sebagian di Flores Nusa Tenggara Timur,” ucap Imam.

Dari pinjaman tersebut, ini akan berdampak pada peningkatkan kapasitas ternak, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan para peternak juga ikut berpengaruh.

Target modal yang akan disampaikan kepada para peternak yakni sampai akhir tahun ini.

Di samping itu, Dompet Dhuafa juga telah mempersiapkan perhitungan keuntungan, dan kerugian yang dapat terjadi dalam pembiayaan kepada para peternak ini.

“Kalau tidak mendapatkan keuntungan, layaknya usaha, tentu ada pertanggungjawaban secara aturan main. Mohon doanya kita tetap menyusun risiko, analisa risiko sebaik mungkin, sehingga apabila terjadi kerugian, kita juga sudah memperhitungkan ada ongkos yang kita pisahkan sebagai angka kerugian. Misalnya ada ternak yang mati, sudah kita prosentasekan, potensi-potensi kerugian dalam bentuk biaya,” papar Imam.
sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X