Tanggapi Rencana Trump, Erdogan: Yerusalem Tidak Dapat Digangu Gugat

6 Desember 2017
Tanggapi Rencana Trump, Erdogan: Yerusalem Tidak Dapat Digangu Gugat
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Yerusalem tidak dapat diganggu gugat bagi umat Islam, dan mengabaikan hal itu akan menimbulkan konsekuensi serius, kata presiden Turki pada hari Selasa (5/12/2017) menanggapi laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memutuskan untuk mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

“Trump, Yerusalem adalah garis merah bagi umat Islam,” Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada sebuah pertemuan kelompok parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, Anadolu Agency melaporkan.

“Kami minta kepada AS sekali lagi. Anda tidak dapat mengambil langkah seperti ini.”

Erdogan juga memperingatkan bahwa jika AS melakukannya, Turki dapat memotong hubungan diplomatik dengan Israel.

“Jika Anda mengambil langkah seperti ini, kami akan mengadakan pertemuan puncak kerjasama Islam di Istanbul,” tambahnya.

Langkah AS akan menjadi “garis merah” bagi umat Islam, katanya.

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

Media AS mengatakan bahwa Trump mempertimbangkan untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem dan secara resmi mengakui kota tersebut sebagai ibukota Israel, lansir Aljazeera.

Juga pada hari Selasa, Liga Arab mengadakan pertemuan darurat untuk membahas perkembangan status Yerusalem, menyusul permintaan pejabat Palestina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Trump melalui telepon bahwa status Yerusalem harus diputuskan dalam perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina yang abadi, karena orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang diduduki Israel sebagai ibu kota negara masa depan.

Saat kampanye, Trump berulang kali berjanji untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.