Taliban: Puluhan Tentara Tewas dan Terluka dalam Serangan Bom Mobil di Helmand

Taliban: Puluhan Tentara Tewas dan Terluka dalam Serangan Bom Mobil di Helmand

HELMAND (Jurnalislam.com) – Pada sekitar pukul 2:30 ,10 Februari – sore lalu serangan bom mobil menghantam sebuah pertemuan perwira rezim Kabul yang dikawal oleh beberapa tank untuk mengambil gaji mereka di ibukota provinsi Lashkargah, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (11/02/2017).

Serangan tersebut dilakukan oleh pencari syahid heroik Mujahid – Sharifullah Helmandi – dengan bantuan kendaraan.

Laporan awal menunjukkan sebanyak 21 tentara peringkat tinggi dan petugas antek rezim boneka AS tewas dan 18 lainnya luka-luka dengan 2 tank dan 2 pickup ranger hancur.

Warga sipil tidak diizinkan masuk ke pertemuan tersebut sehingga tuduhan bahwa warga sipil menderita kerugian benar-benar tak berdasar, koresponden Al Emarah mengatakan.

Serangan terjadi setelah militer AS pekan ini meningkatkan serangan udara di Sangin saat pertempuran sengit dengan Taliban menimbulkan kekhawatiran di pihak musuh bahwa kabupaten utama tersebut bisa jatuh ke tangan Taliban.

NATO mengatakan sedang mencari laporan media lokal yang mengatakan ada korban sipil sebanyak hampir selusin akibat serangan, lansir Aljazeera, Ahad (12/02/2017).

Selama bertahun-tahun Helmand adalah pusat intervensi militer Barat di Afghanistan hanya untuk lebih tergelincir dalam rawa ketidakstabilan.

Taliban secara efektif mengontrol atau memperebutkan 10 dari 14 kabupaten di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS selama dekade terakhir.

Lashkar Gah – salah satu daerah kantong yang dikuasai pemerintah terakhir – juga akan jatuh ke pangkuan Taliban.

Pentagon bulan lalu mengatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 300 Marinir AS musim semi ini menuju Helmand.

NATO secara resmi mengakhiri misi tempurnya di bulan Desember 2014, namun Marinir akan kembali untuk melatih dan memberi konsultasi kepada tentara Afghanistan dan polisi dalam memerangi Taliban, kata Pusat Komando.

Keputusan itu disambut oleh pemerintah boneka Afghanistan sebelum terjadi medan pertempuran musim semi sengit lainnya.

Bagikan
Close X