Survei: Pandemi Tingkatkan Depresi, Ramadhan Momen Bangkit

Survei: Pandemi Tingkatkan Depresi, Ramadhan Momen Bangkit

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu umat Muslim. Ramadhan menjadi momen introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya menjadi pribadi yang ikhlas.

Tak cuma itu, Ramadhan bahkan menjadi salah satu tantangan, bagaimana kita mengatur keuangan. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 dan saat bulan Ramadhan.

Harumi Supit, Head of Corporate Communication OVO pada kesempatan Konferensi Pers Virtual OVO #RaihIkhlas mengungkapkan, untuk mendukung masyarakat, pihaknya pun melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat  kecemasan masyarakat  dan tingkat depresei masyarakat di tengah pandemi.

Psikolog, Irma Gustiana pun mengakui, di tengah pandemi ini apalagi berbarengan dengan bulan Ramadhan, banyak persoalan muncul. 

“Banyak persoalan bermunculan selama pandemi ini. Bukan hanya masalah kesehatan, ini juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis seseorang.”  kata Psikolog Irma Gustiana A, S.Psi, M.Psi lewat acara Konferensi Pers Virtual OVO #RaihIkhlas dan Survei Perilaku Konsumen saat Ramadhan, Selasa, 13 April 2021.

Dari kecemasan tersebut, dilakukanlah survei. Berdasarkan data Lembaga Penelitian SurveyMeter, pada akhir Mei 2020 tingkat kecemasan dan depresi penduduk Indonesia pada masa pandemi meningkat, 55 persen mengalami gangguan kecemasan dan 58 persen mengalami gangguan depresi.

“Ketidakikhlasan dalam menerima masalah, takdir, atau apa yang ada dalam hidup akan menghalangi kebahagiaan dan menurunkan kualitas hidup, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, berupayalah untuk ikhlas, sabar, dan senantiasa bersyukur,” tambahnya.

Sumber: viva.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.