Soal Penghinaan, TGB Minta Warga NTB Bersabar

Soal Penghinaan, TGB Minta Warga NTB Bersabar

MATARAM (Jurnalislam.com) – Gubernur NTB, TGH. M Zainul Majdi meminta warganya untuk tetap menjaga ketenteraman pasca penghinaan yang diterimanya dari seorang etnis Tionghoa beberapa waktu lalu. TGB mengimbau warga NTB untuk tidak terpancing emosi.

“Saya minta kepada warga NTB untuk tetap menjaga ketentraman, jangan terpancing emosi,” katanya seperti dilansir lombokpos, Senin (17/4/2017).

TGB sangat memaklumi kemarahan warganya atas kejadian tersebut, namun ia juga tak menginginkan kemarahan warga menjadi kemaksiatan. “Rasa aman, nyaman dan ketenangan NTB harus tetap dijaga oleh seluruh elemen,” ujarnya.

TGB mengingatkan umat Islam untuk berpedoman pada Al Qur’an dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. “Tuntunan pertama dari Al Qur’an, jika mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan haruslah bersabar. Karena rasa sabar akan semakin mendekatkan ketaqwaan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat hebat itu yang mampu mengendalikan diri pada saat marah. Semua pihak harus bersama-sama menjaga persaudaraan dan keberagaman yang selama ini telah terjalin dengan baik. Jangan sampai ada yang terprovokasi sehingga berbuat hal-hal di luar tuntutan agama. “Lelah kita bangun NTB ini, mari kita rawat dengan sebenar-benarnya,” ajak TGB.

Ia juga menegaskan, tidak boleh ada seseorang atau sekelompok yang merasa lebih hebat dari kelompok lainnya, apalagi sampai merendahkan kelompok lain hanya karena memiliki kelebihan. “Semoga apa yang terjadi pada diri saya dan keluarga jadi pelajaran. Kita mayoritas harus selalu mengayomi yang minoritas di NTB, saya yakin umat Islam NTB itu sabar,” ujarnya.

Provinsi NTB sendiri sangat heterogen. Beragam etnis, suku, ras, agama, tradisi, budaya dan bahasa berkembang, namun toleransi dan kerukunan selama ini terjalin dengan baik. Kondisi inilah yang harus tetap dijaga kedepannya.

Menurut TGB, kerukunan warga NTB menjadi dambaan semua orang. Hal itulah yang membuat banyak daerah lain yang datang ke NTB hanya untuk belajar tentang toleransi dan kerukunan. “Keharmonisan dalam kehidupan akan mendukung pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan untuk mencapai kemajuan yang besar, yakni mensejahterakan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur dasar, pertanian, pariwisata dan lainnya,” sebut TGB.

TGB sangat tidak ingin ada gerakan yang merusak keharmonisan karena akan menghambat laju pembangunan daerah. Apabila ada masalah, sudah selayaknya diselesaikan dengan cara-cara dewasa dan bermartabat.

 

Reporter: Sirath

Bagikan
Close X