Soal Kutu Loncat, Sohibul Iman: Mau Dikemanakan Etika dan Moral Bernegara Kita?

Soal Kutu Loncat, Sohibul Iman: Mau Dikemanakan Etika dan Moral Bernegara Kita?

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Rumor bergabungnya Prabowo Subianto dan Partai Gerindra ke dalam pemerintahan semakin kuat menyusul pertemuannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kediaman Mega, beberapa waktu lalu. Prabowo pun disebut-sebut ditawari posisi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menanggapi isu itu, Presiden PKS, Sohibul Iman menyatakan, ada beberapa sebab elite-elite partai lebih memilih masuk dalam pemerintahan daripada di luar pemerintahan.

Pertama, ada persepsi bahwa “di luar berarti puasa, sedangkan di dalam bisa pesta.”

“Kedua, ada persepsi bahwa hukum sering jadi alat kekuasaan, sehingga berada di luar berarti akan selalu berurusan dengan kriminalisasi,” ungkap Sohibul di akun media sosialnya, Jumat (26/07/2019).

Ketiga, kata dia, ada persepsi bahwa berada di dalam pemerintah berarti mendukung rekonsiliasi, sedangkan di luar berarti antirekonsiliasi.

Keempat, ada gejala kuat menipisnya kesadaran etika (fatsun politik) tentang pentingnya komitmen koalisi, sehingga dengan mudahnya loncat, dan lucunya sikap itu dianggap negarawan.

“Kalau demikian dimana makna politik sebagai ajang aktualisasi dan pengabdian bagi kemaslahatan publik? Bagaimana makna negara hukum akan kita tegakkan?” tanya Sohibul.

“Dimana letak checks and balances dalam demokrasi kita? Mau dikemanakan etika dan moral bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita?” katanya pula.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X