Serangan Bom Mobil Hantam Bis Umum, 13 Tentara Turki Tewas

Serangan Bom Mobil Hantam Bis Umum, 13 Tentara Turki Tewas

KAYSERI (Jurnalislam.com) – Tiga belas tentara tewas dan 56 lainnya luka-luka ketika sebuah serangan bom mobil menyerang sebuah bus umum di pusat provinsi Kayseri pada Sabtu (17/12/2016), kata Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu kepada Anadolu Agency.

Dalam pernyataan yang dibuat untuk media di kota Kayseri, Soylu mengatakan tujuh tersangka telah ditahan sehubungan dengan serangan itu, sementara pencarian lima orang lainnya terus berlanjut.

“Dari 56 korban yang terluka, 12 dalam perawatan intensif sementara empat tetap dalam kondisi kritis,” katanya.

Sebelumnya, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan, bom mobil menargetkan bus umum yang membawa pasukan yang tidak sedang bertugas dekat kampus Erciyes University pada pukul 08:45 waktu setempat (0545 GMT).

Perdana Menteri Binali Yildirim kemudian mengatakan kepada wartawan di provinsi Kahramanmaras bahwa ledakan Kayseri adalah “serangan bom bunuh diri”

“Insiden ini tidak dapat melemahkan perjuangan kami melainkan meningkatkan tekad kami,” kata Yildirim.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga mengutuk serangan teror. Dalam pernyataan yang dibuat di Turki pada akun resmi Twitter-nya, Cavusoglu menyatakan belasungkawa kepada keluarga para martir dan berharap yang terluka cepat sembuh.

Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar juga mengatakan kepada Anadolu Agency: “Tentara Turki bertekad untuk memerangi teroris sampai teroris terakhir dinetralkan.”

Wakil Perdana Menteri Veysi Kaynak membandingkan kejadian tersebut dengan pemboman kembar 10 Desember di Istanbul, yang menewaskan 44 orang, termasuk beberapa petugas polisi.

Pemimpin utama oposisi Partai Republik Rakyat (CHP), Kemal Kilicdaroglu, juga menelepon perdana menteri dan menawarkan belasungkawa atas serangan itu.

Penyelidikan serangan tetap berlangsung.

Dewan Agung Radio dan Televisi (Supreme Board of Radio and Television) Turki memberlakukan larangan sementara liputan media terhadap ledakan Kayseri, yang mencakup siaran langsung dari tempat kejadian, rekaman yang diambil saat ledakan dan setelahnya, dan gambar tubuh/mayat, kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.

Bagikan
Close X