Sebelumnya Ada 80 Ponpes di Jakarta, di Masa Ahok Tinggal 15

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Taruna Muslim, Alfian Tandjung menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah orang yang sangat terobsesi akan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Ahok juga, menurut Alfian, telah menyebabkan menurunnya jumlah pondok pesantren di Jakarta karena menaikkan nilai pajak tanah-tanah wakaf.

"Ahok merupakan orang yang menurut saya adalah orang yang mengalami pshyco PKI yang luar biasa di batok kepalanya," kata aktifis PII itu dalam acara Ziara dan Doa untuk korban pengkhianatan PKI di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015).

Menurut Alfian, Ahok tengah menyusun rencana untuk mengusir seluruh warga pribumi di Jakarta pada tahun 2024.

"Dia telah menggusur habis warga Kampung Pulo. Dia juga telah menyiapkan dalam pidato dan rapat rahasia dengan teman-temannya semua jaringan untuk mengusir seluruh warga pribumi dari Jakarta pada tahun 2024," ungkapnya.

Dan yang paling mencengangkan adalah menurunnya jumlah pondok pesantren di Jakarta selama kepemimpinan Ahok yang hanya tersisa 15 pesantren. Padahal sebelumnya, pada masa Fauzi Bowo, pesantren di Jakarta ada 80 pesantren.

"Sekarang jumlah pesantren di Jakarta tinggal 15 buah, padahal di akhir kepemimpinan Fauzi Bowo jumlah pesantren ada 80. Itulah luar biasanya Ahok, punya infestasi komunis di batok kepalanya. Karena dia mempertinggi nilai pajak tanah-tanah wakaf," tandasnya.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.