Saudi Siapkan Tiga Tahapan Pembukaan Umrah

Saudi Siapkan Tiga Tahapan Pembukaan Umrah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kerajaan Arab Saudi berkomitmen untuk kembali membuka umrah untuk umat Islam dari berbagai belahan dunia. Mereka nantinya akan datang ke Tanah Suci Makkah dan Madinah untuk bertawaf, sai, dan tahalul. Juga mengunjungi berbagai situs suci yang ada di sana.

Komitmen ini merupakan upaya Kerajaan Saudi untuk memenuhi kewajibannya melayani para tamu Allah. Mereka datang ke sana untuk melepas kerinduan kepada Allah dan menapaki jejak para nabi yang pada ribuan tahun lalu mendakwahkan tauhid kepada manusia.

Selain itu, kebijakan yang membuka kembali penyelenggaraan umrah merupakan upaya memenuhi pundi-pundi devisa negara. Berdasarkan Visi Saudi 2030, pada masa yang akan datang Kerajaan Saudi tak lagi mengandalkan pendapatannya dari sumber daya alam. Sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan kerajaan pada masa depan. SDM yang berkualitas akan memajukan sektor perhubungan, infrastruktur, dan banyak lagi. Pariwisata, termasuk di dalamnya haji, dan umrah, juga akan menjadi sumber pendapatan negara yang tidak sedikit.

Hal tersebut menjadi cita-cita Raja Salman bin Abdul Aziz sejak dirinya naik tahta menggantikan saudaranya Raja Abdullah bin Abdul Aziz as-Saud yang mangkat pada Januari 2015. Raja Salman kini dibantu anaknya, Mohammad bin Salman selaku putra mahkota.

Namun upaya meraup devisa dari sektor haji dan umrah terkendala pandemi Covid-19. Akibat wabah ini, Saudi terpaksa menutup negaranya selama tujuh bulan. Baru beberapa waktu lalu Negara ini mulai membuka penerbangan internasional. Rencananya, juga akan membuka penyelenggaraan umrah secara bertahap.

Untuk memaksimalkan pelayanan jamaah umrah, kerajaan meluncurkan aplikasi daring pendaftaran umrah. “Teknologi ini memungkinkan warga, penduduk Arab Saudi dan pengunjung untuk mendaftar dan menentukan waktu dan tanggal tertentu untuk umrah dan menghindari keramaian dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Menteri Haji Saudi, Muhammad Benten dilansir dari AP News, Selasa (22/9).

Benten menjelaskan, pelayanan umrah akan diselenggarakan dengan jumlah jamaah terbatas untuk menghindari penyebaran virus. Peziarah nantinya akan dipilih setelah mendaftarkan dirinya melalui portal daring. Mereka adalah penduduk atau warga Arab Saudi dan ekspatriat yang berada di kawasan Negara Saudi.

Biasanya Kerajaaan Saudi menerima jamaah haji hingga 2 juta peziarah. Namun pada tahun ini, hanya 1.000 jamaah yang diizinkan berhaji. Mereka diseleksi dan menjalani karantina.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X