PPTQ Ibnu Abbas Klaten Buka Pendaftaran Program Kaderisasi Ulama Setingkat SMP-SMA

PPTQ Ibnu Abbas Klaten Buka Pendaftaran Program Kaderisasi Ulama Setingkat SMP-SMA

Imam Al-Qurthubi dalam menafsirkan Rabbani pada QS. Ali Imran: 79 berkata, “Rabbani adalah orang yang mendidik masyarakat dengan ilmu-ilmu kecil sebelum ilmu-ilmu besar.”

Berangkat dari pernyataan imam Al-Qhurtubi tersebut , maka perlu dicanangkan kurikulum  keilmuan yang kokoh, dimulai dengan ilmu dasar kemudian bertahap menuju kitab induk, dengan  metode membersamai seorang  guru dalam  halaqoh majlis ilmu, memadukan antara hafalan dan pemahaman serta mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan, menugutamakan adab  sebelum ilmu. Inilah tardisi pembelajaran dengan kekhasan mulazamah.

Para salafussholeh telah membuktikan bahwa  metode ini menyuguhkan corak pendidikan syariah yang rabbani, manusiawi  dan alami,  mampu melahirkan kader ulama yang shalih dan mushlih mampu membumikan syariat samawi di masyarakatnya .

Kulliyatul  Mu’allimin PPTQ Ibnu Abbas klaten adalah lembaga yang melaksanakan program akademis bagi santri pada jenjang pendidikan menengah, dengan masa belajar 6 tahun, setingkat dengan Tsanawiyah dan Aliyah.  Dengan menggabungkan  dua  Strategi  yaitu proteksi  almuhafazhatu ‘ala al-qodim al-shalih” (memelihara tradisi yang baik), dan proyeksi  “al-akhdu bi al-jadid al-ashlah” (mengambil hal-hal baru yang lebih baik)   maka lahirlah model kurikulum Kulliyatul  Mu’allimin dengan kekhasan Mulazamah.

Pada tiga tahun pertama santri dibekali dengan dasar-dasar ilmu bahasa arab dan ilmu alatnya, membiasakan santri fasih dalam  bertutur  bahasa arab maupun bahasa inggris, serta penguatan adab.  Dan tiga tahun berikutnya santri dibekali dengan muatan kedisplinan ilmu agama (ulumuddin). Dengan  pembelajaran Alqur’an yang komprehensif selama 6 tahun Santri diarahkan untuk  hafal al-quran 30  juz  secara mutqin dan bersanad.

Secara mendasar, tujuan Pendidkan Kulliyatul  Mu’allimin PPTQ Ibnu Abbas adalah untuk membekali santri dengan dasar-dasar ilmu menuju kesempurnaan menjadi  ‘abid dan khalifah. Dengan Orientasi pendidikan bahwa  ibadah talabul ilmi  atau talabul ilmi untuk ibadah dan kemasyarakatan. Dan siap berjuang di tengah masyarakat.

Q&A TENTANG KMI (KULLIYATUL MU’ALLIMIN AL-ISLAMIYYAH) PPTQ IBNU ABBAS KLATEN

Q: Apa itu KMI?
A: Lembaga pesantren 6 tahun setingkat SPM-SMA yang merupakan salah satu unit di PPTQ Ibnu Abbas Klaten untuk mencetak calon ulama.

Q: Apa perbedaan program KMI Ibnu Abbas dengan Reguler?
A: KMI lebih menekankan pada mencetak kader da’i, sehingga muatan kurikulumnya di bidang agama lebih dominan daripada pelajaran umum di sekolah. Dan KMI ini perpaduan system kelas dan mulazamah.

Q: Apa itu mulazamah?
A: Mulazamah adalah pelajaran dengan santri duduk mengelilingi ustadz, dengan materi berbasis kitab. Sehingga santri akan pindah kitab lanjutannya jika sudah khatam/selesai kitabnya, tidak seperti program sekolah yang begitu naik kelas selesai tidak selesai ganti buku. Sistem mulazamah berbasis kitab ini juga didukung penggunaan bahasa Arab setiap hari.

Q: Apakah santri baru wajib berbahasa Arab?
A: Iya setelah 3 bulan, setelah mereka mendapat bekal/bimbingan materi bahasa Arab sehari. Dengan lingkungan yang mendukung insyaallah yang dikira sulit akan dimudahkan.

Q: Seperti apa kurikulum KMI? Apakah lulus KMI dapat ijazah yang diakui?
A: Kami memiliki program unggulan tahfizh, Bahasa Arab, dilengkapi dengan ekstra maupun lifeskill, dengan ijazah pondok, ijazah Quran, dan ijazah kesetaraan (Paket B dan C) yang diakui dan dapat digunakan baik di dalam maupun di luar negeri.

Q: Bagaimana gambaran tahfizh di KMI Ibnu Abbas?
A: Target hapalan minimal 5 juz dalam 1 tahun, dan santri yang pelan menghafal harus mengikuti remidi setiap semester jika tidak mencapai target sampai tuntas. Namun bagi yang bisa dengan mudah mencapai target bisa memaksimalkan dengan terus menambah alhamdulillah dengan jadwal yang cukup padat (4 jam halaqah, dan 2 jam isti’dad) ada santri yang sudah selesai kurang dari 3 tahun.

Q: Bagaimana gambaran pelajaran diniyah di KMI Ibnu Abbas?
A: Adapun untuk kurikulum agama, santri belajar adab, aqidah, fiqh, tajwid (tuhfatul athfal & jazariy), Bahasa Arab (nahwu, sorf, mufradat, mahfuzhat, ta’bir, qiraah/muthalaah), hadits, sirah. Setiap hari minimal ada 4 jam pelajaran agama.

Q: Bagaimana dengan pelajaran umum di KMI Ibnu Abbas?
A: Untuk pelajaran umum ada IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia yang dijadwalkan khusus di akhir pekan. Yang insyaallah bias jadi bekal jika Ananda ingin melanjutkan di perguruan tinggi umum, misal: bermimpi menjadi hafizh Quran yang juga dokter, hafizh Quran yang juga arsitek, dll.

Q: Kemanakah alumni KMI Ibnu Abbas yang sudah lulus? Prestasi apa saja yang sudah diraih?
A: alhamdulillah, kami baru jalan 3 tahun, baru 3 angkatan jadi belum meluluskan, untuk prestasi alhamdulillah santri ada yang mengikuti lomba-lomba antar pesantren (nasional): tahfizh, debat Bahasa Arab, baca kitab, Bahasa Inggris, hafalan matan jazariy (tajwid), dimana dari lomba-lomba tsb santri membawa pulang piala dan masuk lima besar.

Q: Bagaimana prospek santri setelah lulus?
A: Target alumni KMI Ibnu Abbas adalah kampus agama bergengsi di Indonesia seperti Ar-Rayah maupun Lipia, dimana setiap hari santri belajar Bahasa Arab untuk meraihnya,atau santri diharapkan melanjutkan studi ke timur tengah langsung baik mulazamah ataupun kuliah di universitas. Selain itu

jika menghendaki kuliah di jurusan umum atau ingin menjadi entrepreneur juga bias dengan modal ijazah kesetaraan dan ekstrakurikuler maupun lifeskill.

Q: Apakah calon santri diseleksi terlebih dahulu untuk bisa diterima masuk KMI IBNU ABBAS ?
A: Iya, kurikulum kita saat ini menuntut batas waktu untuk menamatkan Pendidikan sesuai target, jadi mau tidak mau hal ini harus kami lakukan melihat kurikulum yang kami jalankan cukup padat.

Q: Berapa jumlah santri yang diterima?
A: Program kami adalah program yang diharapkan focus dan matang, sehingga maksimal 1 angkatan kami hanya menerima 20 santri.

Q: Berapa usia minimum calon santri yang diterima di KMI IBNU ABBAS ?
A: Calon santri minimal lulus SD (Sekolah Dasar) atau MI (Madrasah Ibtidaiyah) karena kami hanya menyediakan lembaga pendidikan tingkat SLTP yang langsung lanjut tingkat SLTA (6 tahun langsung).

Q: Apakah KMI IBNU ABBAS menerima santri dari luar negeri?
A: Iya. Kami menerima calon santri dari manapun berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Q : Adakah tes masuk dan materinya apa saja?
A : Tes meliputi tes hafalan quran, wawancara calon santri juga wali, dan akademik. Tes akademiknya di tahun ini adalah mapel umum 40% (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia), dan soal pengetahuan Islam 60% (Bahasa Arab, Aqidah, fiqh, adab).

Q: Apa saja fasilitas KMI?
A: Di KMI disediakan kamar yang memadai, jemuran, sebagian seragam ada laundry, makan 3x sehari, ruang kelas nyaman, dan lain-lain.

Q: Bagaimana kegiatan santri KMI Ibnu Abbas setiap hari?
A: Bangun lalu tahajjud dan sahur jika puasa, shalat subuh & zikir pagi, isti’dad hafalan baru(persiapan buat setoran hafalan di halaqah pagi). Lalu santri MCK sampai jam 7, lalu masuk kelas sampai 14.30 dengan istirahat 2x (belajar 8 jam, 4 jam tahfizh dan 4 jam diniyah/agama). istirahat sebelum asar, shalat asar kemudian baca zikir sore, kemudian kegiatan ekstra/lifeskill. Jam 5 sore MCK dan makan, shalat magrib lalu isti’dad (persiapan halaqah Quran esok hari) kemudian salat isya. Setelah isya muzakarah (belajar terbimbing) sampai jam 9, kemudian muhasabah sebelum tidur. Sedang untuk hari sabtu jam belajar di isi pelajaran umum, malam hari nonton film pendidikan islami. Hari ahad ada kajian pagi bersama mudir Ibnu Abbas Dr. Hakimmudin Salim, M.A. setelah itu kegiatan ekstra seperti renang, atau futsal atau bebas sampai sore.

Q: Apa saja kegiatan ekskul dan lifeskill?
A: Kegiatan ekskul KMI Memanah, berkuda, renang, silat. Sedang kegiatan life skillnya adalah ceramah 3 bahasa, Arabic club, khat kaligrafi, organisasi santri, enterpreuner.

Q: Siapa saja pengajar di KMI Ibnu Abbas?
A: Pengajar di KMI sebagian besar alumni LIPIA yang melanjutkan S2 di kampus Islam di Indonesia. Ataupun alumni S1, S2 kampus Indonesia.

Q: Bagaimana fasilitas kesehatan di KMI Ibnu Abbas Klaten?
A: Di KMI Ibnu Abbas ada dokter dan perawat yang berjaga setiap hari, ada juga ruang UKS yang ada obat-obat.

Q: Bagaimana jika kemudian ada santri yang lambat memahami pelajaran?
A: Insyaallah kami membuat program privat santri yang tertinggal, oleh ustadz atau santri terpilih yang memiliki kemampuan untuk membimbing adik kelas. (adv)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X