Perkuat Ekonomi Umat, HIPMI Jatim Luncurkan Program Pesantrenpreneur

13 April 2018
Perkuat Ekonomi Umat, HIPMI Jatim Luncurkan Program Pesantrenpreneur
Peluncuran Pesantrenpreneur HIPMI Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur meluncurkan program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren melalui program yang disebut ”Pesantrenpreneur”. Untuk tahap awal program ini dilaksanakan di sepuluh pondok pesantren sebagai proyek percontohan.

“Di ponpes tersebut akan dibuka Ummat Mart yang memasarkan produk-produk yang dihasilkan para santri, UMKM di sekitar pesantren, maupun produk umum dari perusahaan,” kata Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Jatim Muhammad Ali Affandi dalam jumpa pers di Satu Atap Co-Working Space Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Affandi menambahkan, saat ini sedang dikebut persiapan di sepuluh ponpes yang tersebar di sejumlah daerah, mulai Pasuruan, Malang, Banyuwangi, hingga Probolinggo. Program ini akan dipusatkan di Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan pada Mei mendatang.

Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam menambahkan, program ini terselenggara berkat kolaborasi HIPMI, Kementerian Perdagangan, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Kolaborasi tersebut menghasilkan sejumlah 10 program kerja untuk ekonomi pesantren.

Menurut Mufti, setiap pesantren punya potensi bisnis yang bisa dikembangkan, misalnya pertanian, perikanan, dan makanan-minuman. HIPMI, Kemendag, dan Aprindo akan mendampingi untuk manajemennya, termasuk di sepuluh Ummat Mart yang menjadi pilot project.

“Bahkan ke depan sudah disiapkan pintu agar produk pesantren bisa masuk ke jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Kan keren kalau misalnya produk pertanian organik pesantren di pelosok desa bisa mengisi gerai-gerai ritel modern di kota-kota besar,” jelas Mufti.

”Secara berkala HIPMI juga menggelar kompetisi perencanaan bisnis pesantren dengan hadiah modal kerja, termasuk bisa dipertemukan dengan investor. Santri bisa mempresentasikan prospek bisnisnya ke investor untuk ikut mengembangkan bisnis berbasis pesantren,” papar Mufti.

Ia bersyukur program Pesantrenpreneur ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Bahkan, pemerintah pusat  menaruh perhatian luar biasa sejak program ini diinisiasi HIPMI Jatim pada pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional HIPMI pada Maret lalu di Tangerang, Banten.