Responsive image

Pemungutan Suara Referendum Hari Senin, Pemimpin Kurdi Irak: Ini untuk Masa Depan

Pemungutan Suara Referendum Hari Senin, Pemimpin Kurdi Irak: Ini untuk Masa Depan

IRAK (Jurnalislam.com) – Presiden Pemerintah Daerah Kurdi telah mendesak jutaan warga Kurdi untuk memberikan suara mereka dalam referendum kemerdekaan yang akan datang, sambil berjanji untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat Irak tentang bagaimana menerapkan hasil pemungutan suara tersebut.

Dalam sebuah pidato pada hari Ahad (249/2017), Masoud Barzani mengatakan bahwa dia “siap untuk memulai proses dialog dengan Baghdad” setelah referendum Senin, bahkan saat dia memberikan jaminan kepada masyarakat internasional bahwa tidak ada upaya untuk merubah perbatasan regional, lansir Aljazeera.

Tak lama setelah pidato Barzani, Perdana Menteri Haider al-Abadi menyatakan sebuah pidato terpisah dengan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menerima disintegrasi Irak.

“Ini adalah keputusan yang tidak konstitusional terhadap struktur sosial warga. Kami tidak akan mengakui referendum, juga hasilnya,” kata Abadi.

“Kami akan mengambil langkah tindak lanjut untuk melindungi kesatuan negara dan kepentingan setiap warga negara yang tinggal di Irak yang bersatu.”

Tapi Barzani membela keputusan untuk mengadakan referendum, dengan bertanya, “Apakah meminta penduduk di Kurdistan mengungkapkan secara demokratis apa yang mereka inginkan bagi masa depan merupakan sebuah kejahatan?”

Dia mengatakan bahwa pemerintah daerah akan memberikan “waktu sebanyak yang dibutuhkan” untuk negosiasi dengan pemerintah pusat di Baghdad, namun menambahkan bahwa warga Kurdi “tidak akan pernah kembali ke kemitraan yang gagal” di masa lalu.

“Jika kita memiliki dialog yang konstruktif, maka kita bisa memberikan lebih banyak waktu lagi, untuk menjamin hubungan yang lebih baik antara warga Kurdi dan Baghdad.”

Dia mengeluh bahwa Irak telah berubah menjadi “negara teokratis dan sektarian”, dan bukan demokrasi seperti yang diperkirakan warga Kurdi setelah penggulingan Saddam Hussein pada tahun 2003.

“Kemitraan dengan Baghdad yang kami harapkan tidak terjadi. Baghdad melanggar prinsip pembagian kekuasaan dengan wilayah Kurdi,” kata Barzani.

“Hanya melalui kemerdekaan kita bisa mengamankan keamanan kita.”

Menghadapi masyarakat internasional, Barzani mengatakan bahwa warga Kurdi telah membuktikan bahwa “kita adalah faktor stabilitas, dan bahwa kita akan terus menjadi faktor stabilitas di wilayah ini”.

PM Zionis Dukung Kemerdekaan Suku Kurdi di Irak

Barzani juga mengatakan bahwa warga Kurdi Irak menginginkan hubungan yang “bagus” dengan tetangganya, sambil menunjukkan bahwa warga Kurdi telah memainkan peran penting dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Tetangga Irak, terutama Iran dan Turki, dengan keras menentang pemungutan suara, karena khawatir akan mendorong minoritas Kurdi di Negara mereka terpecah.

Pada hari Ahad, Iran menghentikan penerbangan ke wilayah Kurdi dan memblokir wilayah udara mereka untuk penerbangan yang berasal dari Kurdi, sebagai protes atas referendum tersebut.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim juga menolak pemungutan suara, memperingatkan bahwa hal itu akan memicu “kekacauan dan ketidakstabilan” di wilayah tersebut.

Bagikan
Close X