JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pengamanan gereja saat Natal dan Tahun Baru memberi kesan seolah umat Kristen dalam ancaman umat lain. Untuk itu, ia mengimbau kepada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) untuk tidak melakukan hal tersebut.
“Kokam Pemuda Muhammadiyah tidak perlu ikut melakukan pengamanan Gereja jelang dan saat Natal dan tahun baru nanti. Karena sejatinya kita percaya umat beragama di Indonesia memahami pentingnya Toleransi yang otentik,” katanya dalam pernyataan tertulis dalam akun facebooknya, Rabu (21/12/2016).
Menurutnya, pengamanan adalah tanggungjawab dan tugas pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pemuda Muhammadiyah percaya penuh dan tidak pernah ragu dengan kemampuan pihak kepolisian menjaga keamanan perayaan Natal dan tahun baru.
“Oleh sebab itu KOKAM Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia cukup membantu pihak kepolisian memastikan lingkungan sekitar kita Aman dan nyaman selama perayaan natal dan tahun baru nanti,” ujarnya.
Dahnil menjelaskan, KOKAM Pemuda Muhammadiyah akan ikut dan wajib melakukan pengamanan Gereja bila ada fakta ancaman dan perusakan rumah ibadah dan Pelaksanaan Natal oleh kelompok tertentu.
“Karena ajaran Islam terang dan tegas melarang merusak tempat ibadah seperti ditegaskan di Surah Al-Hajj ayat 40,” jelas Dahnil.
Kareanya, siapa pun yang mengganggu pelaksanaan ibadah Agama lain terang adalah ancaman bagi kebebasan beragama dan bertentangan dengan ajaran Islam yang dipahami oleh Pemuda Muhammadiyah.
“Pun adalah ancaman bagi Pancasila yang menjadi falsafah bersama kita sebagai Bangsa dan Negara, yang selama Ini ikut dijaga dan dipertahankan oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah,” pungkasnya.
Reporter: Ally Muhammad Abduh