Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis 25 Tahun Penjara

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis 25 Tahun Penjara

KAIRO (Jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir pada hari Senin (8/5/2017) memvonis pemimpin Ikhwanul Muslimin dan dua pemimpin kelompok lainnya hukuman 25 tahun di balik jeruji besi karena peran yang mereka mainkan dalam mengorganisir sebuah pertemuan besar di Kairo yang dibubarkan secara paksa menyusul kudeta militer Mesir tahun 2013, menurut sebuah sumber pengadilan setempat.

Pengadilan tersebut juga memberikan 15 terdakwa lainnya masing-masing hukuman lima tahun di penjara, dan membebaskan 21 orang lainnya, sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency secara anonim karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Para terdakwa, termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed al-Badie, dituduh membentuk “Ruang Operasi Rabaa” saat melakukan aksi di Lapangan Rabaa al-Adawiya Kairo untuk mendukung mantan Presiden Muhammad Mursi.

Mursi, pemimpin Ikhwanul Muslimin yang juga presiden pertama yang terpilih secara bebas di Mesir, digulingkan dan dipenjarakan dalam kudeta militer Mesir berdarah tahun 2013.

Para terdakwa dituduh melakukan serangkaian kejahatan, termasuk usaha untuk “menabur kekacauan” dan menyerang institusi dan gereja negara bagian, dan menyebarkan gambar orang-orang yang dibunuh dan luka-luka selama pembubaran aksi.

Ratusan demonstran dilaporkan terbunuh – dan ribuan lainnya terluka – saat aksi Kairo dibersihkan dengan kejam oleh militer Mesir.

Pembubaran aksi dilakukan hanya enam pekan setelah Mursi digulingkan dalam sebuah kudeta militer – setelah hanya satu tahun bertugas.

Dalam waktu hampir empat tahun sejak itu, pihak berwenang Mesir telah melakukan tindakan keras terhadap pendukung Mursi dan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin yang sekarang dilarang.

Bagikan
Close X