Polisi: Pembunuh Ustadz Prawoto Diduga Depresi

Polisi: Pembunuh Ustadz Prawoto Diduga Depresi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aparat kepolisian Polrestabes Bandung berhasil menangkap pelaku pembunuhan Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis), Ustadz H. R Prawoto (40) bernama Asep Maptuh (45) warga Blok sawah RT 001/003 Kel. Cigondewah Kidul Kec. Bandung kulon, Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Drs. Hendro Pandowo mengatakan, pelaku akan menjalani tes kejiwaan untuk mengetahui motif sesungguhnya dari pelaku. Pihaknya juga akan mengajak PP Persis untuk memantau langsung perkembangan kasus tersebut.

“Kalau saya lihat rumahnya, kemudian saya tanya warga, ada depresi, tapi untuk kepastiannya kami akan mengajak pengurus Persis untuk melakukan pemeriksaan langsung, perkembangannya akan saya sampaikan dan sama-sama akan melihat nanti. Termasuk apakah akan dilakukan untuk pemeriksaan kejiwaan,” papar Hendro usai pemakaman Almarhum Ustadz Prawoto di Bandung, Kamis (1/2/2018).

Hendro menjelaskan, pihak keluarga telah menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian termasuk perlu tidaknya dilakukan autopsi.

“Saat ini sudah dimakamkan, tentunya saat ini proses itu (autopsi) belum kita perlukan dan keluarga sudah menyatakan bahwa penyidikan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Hendro.

Jenazah Ustadz H. R Prawoto dimakamkan di pemakaman keluarga, Desa Burujul, Kecamatan Margaasih, Bandung, Kami (1/2/2018) malam sekira pukul 21.00 WIB. Prosesi pemakaman Ustadz Prawoto diikuti oleh ribuan pelayat dari pejabat hingga elemen-elemen umat Islam.

Almarhum meninggalkan dua orang anak dan satu istri. Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin.

Ustadz Prawoto meninggal dunia di Rumah Sakit Santosa, Kopo Bandung pada pukul 16.00 WIB akibat penganiayaan oleh AM. Ustadz Prawoto mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Pelaku memukuli korban beberapa kali yang mengakibatkan korban mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka pada kepala,” papar Hendro.

Kontributor: Toni Susandi

Bagikan