PDIP Sebut Tak Takut Kehilangan Pemilih Muslim, Ini Kata Jama’ah Anshorusy Syariah

PDIP Sebut Tak Takut Kehilangan Pemilih Muslim, Ini Kata Jama’ah Anshorusy Syariah

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ketua Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) wilayah Ja-teng, Ustaz Surawijaya mengatakan bahwa bisa dibilang PDIP partai yang tak konsekuen alias munafik.

Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan, partainya tidak takut kehilangan suara pemilih muslim karena mendukung disahkannya UU Ormas no 2 tahun 2017.

“Kita lihat saja pernyataan mereka itu apakah akan benar benar konsekuen dengan apa yang diucapkannya,” katanya kepada Jurnalislam.com usai memberikan materi di Jumantono, Karanganyar, Selasa, (1/11/2017).

Surawijaya menilai PDIP yang mendukung UU Ormas dan mendukung kebijakan anti Islam menjadikan umat Islam sebagai kambing hitam, tapi di sisi lain tetap menggunakan simbol-simbol Islam untuk memenangkan partainya.

“Ini nggak konsekuen, bisa dikatakan munafik, bahkan lebih buruk dari itu,” imbuhnya.

Katakan Jawa sebagai Sarang Teroris, JAS Jateng: Kapolri Tito Ngawur dan SARA

Lebih lanjut, Ustaz Rowi Sapaanya menilai, pernyataan seperti itu tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh partai. Selain merusak persatuan, kata dia, juga akan menimbulkan polemik didalam negeri, terutama di kalangan ummat Islam.

“Tentunya perkataan seperti itu tidak pantas diucapkan oleh orang-orang yang berlabel figur publik, di mana orang yang harusnya menaruh persatuan dan kesatuan, justru orang-orang seperti inilah, memecah belah umat, memecah belah bangsa,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, PDIP termasuk salah satu partai yang getol mendukung disahkannya Perppu ormas menjadi UU Ormas, dan pasca disahkannnya UU Ormas no 2 tahun 2017, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan, partainya tidak takut kehilangan suara pemilih muslim di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, (28/10/2017) lalu.

Reporter : Ridho Asfary

Bagikan
Close X