Responsive image

Pasukan Zionis Tahan 3 Warga Turki yang Coba Lakukan Shalat Jumat di Al Aqsha

Pasukan Zionis Tahan 3 Warga Turki yang Coba Lakukan Shalat Jumat di Al Aqsha

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi zionis menahan tiga warga Turki yang mencoba melakukan shalat Jumat di Masjid Al-Aqhsa di Yerusalem, menurut laporan saksi mata.

“Sebelumnya hari Kams (22/12/2017), polisi Israel melarang sejumlah peziarah Turki memasuki kompleks masjid Al-Aqsa,” kata seorang saksi mata kepada Anadolu Agency.

Saksi mata tersebut mengatakan bahwa para peziarah – dua di antaranya adalah dua warga Belgia-Turki, yang memegang paspor Belgia – mengenakan kaos bendera Turki saat mereka mencoba memasuki kompleks suci.

Polisi Israel mengatakan bahwa mereka harus melepaskan kaos tersebut jika ingin masuk, kata saksi mata tersebut. Penolakan warga Turki tersebut kemudian diikuti oleh sebuah perkelahian dan ketiganya ditangkap.

Polisi zionis belum mengomentari kejadian tersebut.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Seorang diplomat dari Konsulat Turki di kota tersebut dilaporkan berada di kantor polisi sekarang, menurut wartawan Anadolu Agency di lokasi kejadian.

Iras al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Islam Yordania (Wakaf), mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 45.000 jamaah telah melakukan shalat Jumat di masjid al Aqsha.

Dalam khotbah Jum’atnya, imam Al-Aqsha Syeikh Mohamed Salim mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menekankan sikap Arab dan Muslim pada kota suci tersebut, Salim mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang memilih untuk sebuah resolusi Majelis Umum PBB yang menolak keputusan AS pada Kamis ini.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pejabat tinggi Turki lainnya telah berada di garis depan internasional untuk menentang langkah AS, dengan mensponsori resolusi PBB dan mengadakan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam, juga tindakan lainnya.

Bagikan
Close X