Responsive image

Panitia Tegaskan Jalan Sehat Umat Islam Tetap 9 September di Kota Barat

Panitia Tegaskan Jalan Sehat Umat Islam Tetap 9 September di Kota Barat

SOLO (Jurnalislam.com) – Panitia Jalan Sehat Haornas Umat Islam Solo Raya menegaskan, acara tersebut akan tetap digelar sesuai jadwal, yaitu 9 September 2018 di jalan Doktor Moewardi samping Masjid Kota Barat Surakarta. Hal itu disampaikan Ketua Panitia, Ustaz Dadyo Hasto kepada wartawan di Masjid Baitussalam Tipes, Solo hari ini, Kamis (6/9/2018).

Ustaz Hasto menjelaskan, dalam hal ini panitia berpedoman pada Undang-undang nomor 9 tahun 1998  tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Informasi Telegram Mabes Polri nomor : 1852/Vlll/2018 dan memperhatikan surat pemberitahuan yang telah diserahterimakan kepada pihak aparat.

“Kita sudah menyerahkan surat pemberitahuan kepada Kapolsek Banjarsari tanggal 17 Agustus 2018, Kapolresta Surakarta tanggal 17 Agustus 2018, dan Kapolda Jateng tanggal 20 Agustus 2018 . Koordinasi teknis kepada Intelkam Polresta Surakarta tanggal 31 Agustus 2018,” terang Ustadz Hasto.

“Untuk itu, panitia memutuskan, Acara Jalan Warga Solo untuk Indonesia Berdaulat tetap diselenggarakan pada hari Ahad, 9 September 2018 pukul 06.00 WIB dengan start di sekitar Masjid Kota Barat,” tandasnya.

Sementara itu, Humas Panitia, Endro Sudarsono kembali menegaskan, bahwa kegiatan jalan sehat Haornas Solo Raya itu tidak memerlukan ijin dari pihak aparat. Meski menggunakan fasilitas umum, itu menjadi tugas aparat kepolisian untuk mengamankan kegiatan tersebut.

“Tidak ada isilah larangan dan tidak ada istilah tidak ada ijin, jadi tidak menerbitkan surat rekomendasi,” ungkap Endro.

“Kalau di jalan itu tidak perlu ijin jalan, kalau semacam demo ada ijin keramaian nanti nggak ada demo, nah nanti kemunduran bagi bangsa ini, sementara pemerintah perlu saran dan masukan, nanti demo nggak ada lagi,” pungkasnya.

Bagikan

One thought on “Panitia Tegaskan Jalan Sehat Umat Islam Tetap 9 September di Kota Barat

  1. Melakukan jihat fiisabilillah, sbg bukti kepedulian kita terhadap agama dan masa depan bangsa ini, yg kita cita2kan Baldatun toyyibatun warobun ghofur.
    Mengaku diri sebagai MUSLIM ya tentunya sdh jelas, kita tunduk dan patuh ,serta TAKUT hanya pada ALLAH subhanahu wata’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X