Pakar Dukung Polisi Usut Dugaan Rasis Abu Janda

Pakar Dukung Polisi Usut Dugaan Rasis  Abu Janda

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Cuitan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda soal ‘evolusi’ yang ditujukan ke Natalius Pigai menjadi riuh. Praktisi hukum dari Universitas Muslim Indonesia Makassar, Muhammad Zakir mendukung polisi untuk memproses Abu Janda sesuai peraturan hukum yang berlaku.

 

“Saya berkeyakinan bahwa laporan tersebut pasti ditindaklanjuti oleh pihak Bareskrim, tinggal bagaimana pelapor dan terlapor membuktikan laporan tersebut dengan bukti-bukti yang kuat, apakah bisa memenuhi kualifikasi delik pidana yang dituduhkan ataukah tidak,” kata Muhammad Zakir dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Muhammad Zakir berpandangan laporan Haris Pertama terhadap Abu Janda harus diusut untuk membuktikan apakah perkara yang dilaporkan adalah sebuah pidana. Menurutnya lagi, proses hukum perlu ditegakkan untuk menunjukkan kesetaraan di hadapan hukum.

“Karena-nya dengan begitu jelas dan terang terlihat bahwa persamaan warga negara di hadapan hukum, benar-benar dipraktikkan dalam hukum negara kita tanpa terkecuali,” kata Zakir.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini tidak ingin masuk ke dalam konflik antara Haris Pertama dengan Abu Janda. Namun, pelaporan pihak KNPI terhadap Abu Janda harus dikaji secara konteks hukum.

“Kalau melihat pasal yang dilaporkan oleh pelapor yaitu Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE, di sini jelas ada dua variabel hukum yang harus diluruskan oleh penyidik nantinya,” katanya.

Yang pertama, soal Pasal 27 Ayat 3 yang merupakan pasal delik aduan, artinya harus yang merasa dirugikan lah yang melaporkan dan tidak bisa dikuasakan ke pihak lain.

“Yang kedua soal Pasal 28, pasal ini adalah delik biasa yang artinya setiap orang bisa melaporkan, ketika melihat dan atau mengetahui serta mengalami peristiwa hukum yang dilaporkan tersebut,” katanya.

Kembali ke konteks persoalan yang dilaporkan, apakah kata ‘evolusi’ yang diduga sebagai kalimat rasis bisa diproses hukum?

“Saya tidak ingin berandai-andai, apakah bisa atau tidak, yang pasti setiap laporan tentu didahului dengan proses konseling, baru setelah itu mendapat rekomendasi untuk dibuatkan dalam bentuk LP. Saya yakin laporannya ditindak lanjuti oleh Bareskrim, tinggal nanti kedua pihak bagaimana membuktikannya,” katanya.

sumber: detik.com

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X