Ribuan Ulama dan Dai Hadiri KUII, Gubernur Bangka Belitung Berharap Keberkahan

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesia sebagai umat yang terbaik.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik perhelatan KUII VII di Pangkalpinang.

Ia berharap dengan melayani para ulama, Allah akan meridoi Bangka Belitung.

“Kami mewakili segenap masyarakat Bangka Belitung kami sangat mensyukuri nikmat ini, yaitu saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melayani banyak sekali para ulama. Mudah-mudahan keberkahan dan kebahagiaan Allah ridho kepada Bangka Beltung karena melayani umat ini,” katanya.

Ketua panitia (OC) Kongres Umat Islam Indonesia VII, KH Zaitus Rasmin menyampaikan, kongres kali ini dihadiri sekitar 1000 orang yang terdiri dari pengurus MUI dari pusat dan daerah, perwakilan pimpinan orma Islam se-Indonesia, para tokoh dan tamu undangan serta perwakilan negara-negara sahabat. Acara pembukaan sendiri dihadiri sampai 2500 orang.

Anies Bersyukur Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan sebuah keberkahan saat Jakarta terpilih dan Sekjen Liga Dunia Islam mempercayakan sebagai lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi Terbesar di dunia dan satu-satunya yang dibangun di luar Saudi Arabia.

“Ketika kami mendengar kabar itu, kita semua bersyukur bahwa Indonesia menjadi tuan rumah dan kita lebih bersyukur lagi, ketika Jakarta menjadi tuan rumah dari museum ini. Bagi kami di Jakarta ini sebuah keberkahan tersendiri,” katanya saat sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi di Pantai Ancol Timur, Rabu (26/02/2020).

Anies mengatakan bahwa sungguh sebuah keberkahan bagi Jakarta ketika beberapa bulan lalu mendengar kabar bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Museum Internasional Sejarah Nabi terbesar di dunia. Museum ini, kata Anies, merupakan satu-satunya museum yang dibangun di luar Saudi Arabia.

“Kita semua bersyukur bahwa Sekjen Liga Dunia Islam mempercayakan kepada kita untuk merawat dan mengembangkan museum satu-satunya yang dibangun di luar Saudi Arabia ini,” kata Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pada hari ini, Rabu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Selain Gubernur DKI Jakarta, turut hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla dan sejumlah duta-duta besar dari negara sahabat.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, rencana pembangunan Museum Rasulullah merupakan keputusan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Pemerintah Harap KUII Sarana Lahirkan Predikat Umat Terbaik

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesia sebagai umat yang terbaik.

Wapres berharap Kongres ini menjadi jalan agar umat Islam Indonesia menjadi umat yang terbaik.

“Bagaimana membangun kembali umat terbaik inilah yang sangat kita harapkan. Bagaimana kita bisa meraih predikat ‘khoira ummah’ kembali. Indonesia yang paling banyak umat Islamnya ini diharapkan menjadi bangsa yang ‘khaira ummah’,” tuturnya.

Cegah Corona, Arab Saudi Hentikan Sementara Izin Umroh

RIYADH(Jurnalislam.com)–Arab Saudi telah menangguhkan masuknya ke negara itu bagi orang-orang yang ingin melakukan umrah atau mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona, lansir Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (27/2/2019)

Pedoman untuk mencegah kedatangan virus ke Kerajaan juga termasuk penangguhan perjalanan ke dan dari Arab Saudi untuk warga negara GCC menggunakan kartu ID nasional.

Ada juga penangguhan entri visa turis bagi mereka yang datang dari negara-negara di mana penyebaran virus berbahaya.

Hampir 7 juta peziarah tiba di Kerajaan setiap tahun, dengan mayoritas mendarat di bandara di Jeddah dan Madinah.

sumber: Arabnews

Kalau Tidak Ada Gebrakan, Buat Apa Ada Kongres Umat Islam?

Oleh: Tony Rosyid

 

Konggres Umat Islam digelar lagi. Setelah sempat mati suri di awal Orde Lama dan terkubur di sepanjang era Orde Baru. 1998 Orde Baru tumbang, Kongres Umat Islam hidup kembali.

Tapi, tak seheroik era tahun 1938 yang mengukuhkan Majlis Islam A’la  Indonesia (MIAI) dan 1945 yang berhasil melahirkan Partai Masyumi. Satu-satunya partai yang merepresentasikan umat Islam saat itu.

Pemilu tahun 1955 Masyumi dapat suara. 20,9 persen. Sebelum akhirnya NU menarik diri dari Masyumi. Masyumi makin melemah dan akhirnya dibubarkan oleh Soekarno. Di era Soeharto ganti nama menjadi Parmusi. Tapi, tak lama lahir, dihajar, dan mati juga. Reborn melalui PBB di era reformasi, tapi Wassalam!

 

Hebatnya Kongres Umat Islam saat itu, langsung masuk pada jantung masalah. Berani dan bernyali untuk ambil peran di saat Indonesia sedang mencari bentuk. Rekomendasinya riil, konkret dan terukur. Bagaimana dengan kongres sekarang yang dikomandoi panitianya oleh K.H Zaitun Rasmin, Wasekjen MUI yang namanya viral dan makin populer setelah debat di ILC dengan Ngabalin, utusan dari istana.

 

Soal isu, saat ini tak kalah besar dengan isu di tahun 1938 dan 1945. Jika pra dan pasca kemerdekaan isunya adalah bagaimana umat Islam mengambil peran kemerdekaan dan ikut mengisi panggung politik Indonesia yang sedang mencari bentuk, maka isu saat ini bagaimana umat Islam memulihkan perannya setelah banyak diambil, bahkan dirampok oleh para pemilik modal (kapitalis) yang mengendalikan negeri ini, baik ekonomi maupun politik, melalui tangan-tangan kekuasaan.

 

Fakta bahwa reformasi telah melahirkan oligarki tak bisa dibantah. Merekalah yang mengendalikan negara ini melalui proses industrialisasi politik. Demokrasi dikendalikan secara liberal oleh penyertaan modal para cukong sebagai investasi untuk memborong saham di setiap pemilu. Akibatnya, para pemimpin, elit dan pejabat tinggi tidak lahir dari hati rakyat, tapi mereka dilahirkan oleh kepentingan konglomerasi.

 

Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. 86 persen. Jumlah sebesar itu mesti menyadarkan Umat Islam untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Peran ini bisa diperjuangkan secara struktural melalui parpol, dan secara kultural melalui ormas yang semua perwakilannya hadir pada hari ini di kongres.

 

Umat Islam punya partai Islam. Ada PKS, PKB, PPP dan PAN. Selama ini empat partai Islam ini nyaris gak pernah akur. Kerja sendiri-sendiri dengan agenda dan kepentingan masing-masing. Bersaing dengan isu-isu klasik seperti wahabi, khilafah, Islam garis keras, dst untuk saling melemahkan. Padahal, partai-partai Islam inilah yang paling potensial untuk menyuarakan secara struktural berbagai kepentingan Umat Islam dibanding partai-partai lain.

 

Umat Islam menginginkan adanya aturan halal food, halal tourism, dan halal finance misalnya, mungkinkan bisa melalui partai di luar empat partai Islam itu? Ayo obyektif!

 

Inilah yang disorot oleh gubernur Bangka Belitung, Dr. Erzaldi Rosman Djohan, dalam pembukaan seminar “Halal Internasional” di hadapan para peserta Kongres Umat Islam ke-7 ini.

Gubernur Babel mengeluh kenapa Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak melibatkan bank konvensional, bukan bank Syari’ah. Dimana keberkahannya, tanya orang nomor satu di Babel ini. Ia juga menyoroti RUU Omnibus Law terutama soal pihak yang akan mensertifikasi halal.

Gak usah ribut soal siapa pihak yang berhak mengeluarkan sertifikat halal, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengatur strategi untuk memperjuangkan halalisasi industri. Mosok kalah sama Jepang dan Australia, katanya. Sebuah pemanasan yang inspiratif dan sedikit berani. Keren Pak Gubernur!

 

Melalui kekompakan empat partai Islam, idealny aumat Islam bisa menitipkan semua aspirasi kepentingan dan harapannya. Baik kepentingan struktural maupun kepentingan substansial.

 

Kepentingan struktural artinya umat Islam mesti memiliki keterwakilan secara proporsional dan signifikan di struktur kepemimpinan bangsa ini.

 

Untuk memenuhi kebutuhan itu, akan lebih efektif jika Kongres ke-7 kali ini ikut merekomendasikan partai-partai Islam seperti PKS, PKB, PPP dan PAN berkoalisi dalam setiap pemilu, baik pilpres maupun pilkada. Lalu mendorong umat Islam untuk memberi dukungan kepada calon-calon pemimpin yang didukung oleh empat partai tersebut sebagaimana era 1955 ketika Masyumi jadi satu-satunya representasi hasil kongres Umat Islam tahun 1945. Berani? Atau mau diskusi panjang dulu sampai gagasan ini akhirnya masuk selokan karena tak adanya nyali para ulama dan tokoh Islam yang ikut Konggres ini.

 

Secara substansial, banyak problem serius yang sedang dihadapi oleh umat Islam, dan juga bangsa saat ini. Tidak saja problem ekonomi yang dikuasai oleh 1-10 persen orang terkaya di Indonesia, tapi juga problem hukum dimana institusi-institusi penegak hukum tak ada tanda-tanda punya kemauan sungguh-sungguh menjadi panglima keadilan. Tapi sebaliknya institusi-institusi ini justru seringkali dipakai untuk kepentingan pragmatis kekuasaan.

 

Tidak saja merekomendasikan, tapi Kongres Umat Islam juga mesti mengawal dan memastikan bahwa rekomendasi itu terealisasikan. Jangan sampai ada anggapan publik bahwa kongres Umat Islam hanya ritual lima tahunan. Kegiatannya gak didengar umat, rekomendasinya tak lebih dari asesoris kegiatan. Sekedar kumpul-kumpul ulama, pimpinan ormas dan pejabat.

 

Jangan sampai pula masyarakat di bawah nanya: Kongres Umat Islam itu apa sih? Kan gak lucu kalau pertanyaan itu yang muncul. Ayo buktikan!

 

Bangka Belitung, 27 Pebruari 2020

*Pemerhati Bangsa

KH Ma’ruf Amin: Umat Islam Harus Ada Pemimpinnya, Harus Ada Imamahnya

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Wapres KH Ma’ruf mengatakan bahwa Kongres Umat Islam Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, dan MUI hanya melanjutkan saja.

MUI, menurut KH Ma’ruf adalah representasi dari ormas-ormas Islam di Indonesia, karena berisi perwakilan ormas-ormas Islam.

“Umat Islam harus ada pemimpinnya, harus ada imamahnya. Bukan imamah atau pemimpin personal tapi imamah institusionaliyah (kepemimpinan organisasi, red ) yaitu MUI yang merupakan representasi dari ormas-ormas Islam,” ujarnya.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesia sebagai umat yang terbaik.

Wapres Resmi Buka Kongres Umat Islam Indonesia

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

KH Ma’ruf Amin mengatakan, MUI sebagai representasi dari ormas-ormas Islam hanya melanjutkan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia yang telah diselenggarakan bahkan sebelum Indonesia merdeka.

“Berarti MUI hanya menyambung saja. Ini sudah yang ketujuh. Berarti sudah 35 tahun kita adakan,” kata Kiai Ma’ruf.

“Umat Islam harus ada pemimpinnya, harus ada imamahnya. Bukan imamah atau pemimpin personal tapi imamah institusionaliyah (kepemimpinan organisasi, red ) yaitu MUI yang merupakan representasi dari ormas-ormas Islam,” ujarnya.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesi sebagai umat yang terbaik.

Dr. Adian Husaini Raih Penghargaan Tokoh Perbukuan Islam 2020

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Penulis Muslim Dr Adian Husaini meraih penghargaan sebagai Tokoh Perbukuan Islam pada pameran buku Islam Islamic Book Fair 2020. Pameran tahunan yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta ini digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret mendatang.

“Dengan bangga, Ikapi DKI Jakarta memberi anugerah tokoh perbukuan Islam 2020 kepada yang terhormat Dr Adian Husaini,” kata Panitia IBD 2020, Muhammad Anis, dalam sesi penganugerahan IBF Award 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Adian tergolong sebagai penulis yang aktif. Anis menyampaikan, Adian tercatat telah menulis 34 buku. Buku karangannya berjudul “Wajah Peradaban Barat” mendapat, penghargaan sebagai Buku Islam Terbaik kategori nonfiksi dewasa pada IBF Award 2006.

Dalam kesempatan itu, Anis mengatakan, kepiawaian Adian dalam menulis sudah terlihat sejak menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor, yang saat itu menulis untuk buletin kerohanian Islam, an-Nahl. Kemudian pada 1990, dia memulai karier sebagai wartawan di harian Berita Buana, lalu dilanjutkan di Harian Republika sampai 1997.

Karier kepenulisan Adian berlanjut menjadi koresponden untuk sebuah koran Jepang dan juga menjadi penulis lepas di beberapa media nasional.

Dalam organisasi, Adian pernah menjadi pengurus Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yakni pada 2000-2010, dan pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah pada 2005-2010.

Pada tahun yang sama, 2005-2010, Adian juga didapuk sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, kemudian pada 2010, dia menjadi Anggota Badan Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, hingga sekarang. Saat ini Adian menjabat sebagai ketua program doktor pendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dan mengasuh Pondok Pesantren Attaqwa Depok

Sumber:republika.co.id

 

Bangka Belitung Adakan Seminar Halal Tourism

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Bank Indonesia Bangka Belitung bersama LPPOM MUI menggelar seminar International Halal Seminar “Toward Bangka Belitung as the World Class Destination for Halal Tourism” di Lantai 4 kantor Perwakilan BI Bangka Belitung Jl. Perkantoran Gubernur Babel, Air Itam.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa Islam memberikam solusi yang terbaik bagi segala persoalan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama sehingga dapat memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan keharmonisan umat beragama di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan seminar internasional ini kita bisa mengambil pelajaran penting bahwa sebuah peradaban dunia diawali budaya yang berlandaskan agama,” katanya.

Selain untuk mempromosikan Bangka Belitung ke internasional, seminar ini juga tidak bisa dipisahkan dari konvensi umat Islam untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat luas bahwa Babel mempunta potensi industri wisata halal yang sangat luas.

“Kegiatan ini menguntunkan bangsa Indonesia khususnya Bangka Belitung yang menawarkan destinasi wisata halal yang sangat eksotik,” paparnya.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyampaikan, halal tourism untuk menjaga keharmonisan masyarakat Bangka Belitung.

“Dengan adanya halal tourism ini kita ingin lebih memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi turis yang beragama Islam,” tuturnya.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke 7 yang akan digelar di Convention Hall Novotel Hotel Pangkalpinang.

Reporter: Ibnu Fariid

Museum Internasional Nabi Muhammad akan Dibangun di Jakarta

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Museum Internasional Nabi Muhammad dan Peradaban Islam akan dibangun di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Museum ini akan dibuat dengan sangat lengkap sehingga dapat menjadi rujukan.

Ketua Panitia Pembangunan Museum, Syafruddin mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai tempat pembagunan karena dipandang sebagai negara paling moderat dan penuh toleransi serta perdamaian antar ummat beragama.

“Karena Indonesia tepatnya Jakarta mampu menjaga persatuan di tengah keragaman suku, agama dan ras,” katanya saat memberi sambutan dalam acara peletakan batu pertama di Pantai Ancol Timur, Rabu (26/02/2020).

Waketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan museum ini adalah hasil kerja sama DMI dan Liga Muslim Dunia. Selain itu hadirnya museum ini akan membawa Islam moderat dan tempat rujukan penelitian.

“Ada sirah nabawiyah, sejarah yang sangat lengkap dari sebelum lahir sampai akhir hayat Rasulullah dan dilanjutkan dengan era Khilatul Rasyidin,” ujarnya.