40 Juta Warga Kalifornia Diminta Diam di Rumah

KALIFORNIA(Jurnalislam.com)–Sejauh ini langkah itu yang dilakukan negara bagian-negara bagian Amerika Serikat (AS) untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Perintah Kalifornia menandakan negara bagian itu mengambil langkah yang lebih agresif meminta warga menjaga jarak satu sama lain sesering mungkin.

“Saya bisa pastikan isolasi di rumah bukan pilihan saya, saya tahu ini bukan Anda, tapi ini yang diperlukan,” kata Newsom dalam konferensi pers yang disiarkan melalui media sosial, Jumat (20/3).

Newsom memastikan warga masih diizinkan untuk membawa keluar anak-anak mereka dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan syarat tetap menjaga jarak satu sama lain. Ia juga masih mengizinkan restoran mengantarkan makanan ke pelanggan.

“Anda masih bisa mengajak anjing Anda jalan-jalan,” kata Newsom.

Pengumuman itu disampaikan setelah surat Newsom kepada Presiden Donald Trump dirilis. Dalam surat tersebut Gubernur California memperingatkan Covid 19 dapat menyebar dengan cepat dan menginfeksi lebih dari setengah populasi negara bagiannya. Juru bicara Newsom mengklarifikasi angka tersebut.

Juru bicara mengatakan angka itu tidak mempertimbangkan faktor mitigasi yang sudah diterapkan dengan agresif hingga saat ini. Newsom mengatakan ia tidak berharap perlu mengerahkan polisi demi memaksa warga tetap tinggal di rumah. Menurutnya ‘tekanan sosial’ sudah membuat masyarakat di negara bagian itu menerapkan jaga jarak (social distancing).

“Saya tidak percaya rakyat Kalifornia harus diberitahu melalui penegakan hukum hanya untuk melakukan isolasi di rumah,” kata Newsom.

Anies Tutup Bioskop dan Tempat Hiburan di DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan status tanggap bencana virus corona (Covid-19). Dirinya meminta agar semua pelaku usaha tempat hiburan menghentikan kegiatan mereka untuk sementara waktu.

Kegiatan tempat hiburan akan dihentikan terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai 5 April 2020 guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19. Kebiijakan yang diambil ini diiringi keputudan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

“Ini juga diiringi dengan kebijakan ada keputusan Dinas Pariwisata bahwa kita akan mengurangi kegiatan hiburan mulai hari Senin (23/3) yang akan datang,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat konferensi pers di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020).

Lebih lanjut Anies mengatakan, pembatasan gerak melalui penutupan lokasi-lokasi wisata tidak cukup. Sehingga penting juga dilakukan penutupan kegiatan hiburan.

“Penutupan kegiatan wisata milik pemerintah sudah dilakukan pekan lalu, mulai pekan ini kita harap dunia usaha untuk bersama-bersama, karena kalau hanya dikerjakan sebagian, dan sebagian lain memilih interaksi, maka penyebaran berjalan terus. Mulai Senin kita akan melakukan peniadaan kegiatan hiburan,” kata Anies.

Berikut daftar tempat hiburan yang ditutup di DKI Jakarta:

  1. Klab Malam
  2. Diskotek
  3. Pub/Musik
  4. Karaoke Keluarga
  5. Karaoke Executive
  6. Bar/Rumah Minum
  7. Griya Pijat
  8. Spa
  9. Bioskop
  10. Bola Gelinding
  11. Bola Sodok
  12. Mandi Uap
  13. Seluncur
  14. Arena permainan ketangkasan manual, mekanik dan elektronik untuk orang dewasa

 

WHO Klaim Ada 20 Penemuan Vaksin Corona

JENEWA(Jurnalislam.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terus melakukan penelitian untuk menemukan vaksin yang paling efektif untuk mengobati pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Hasil kerjasama WHO dengan sejumlah ilmuwan di seluruh dunia, hingga saat ini sudah menemukan 20 vaksin virus corona yang sudah uji klinis dalam waktu singkat, ini dilakukan dalam kurun waktu 60 hari setelah identifikasi gen virus tersebut.

“Akselerasi proses ini benar-benar dramatis dalam hal apa yang dapat kami lakukan, membangun pekerjaan yang dimulai dengan SARS, yang dimulai dengan MERS dan sekarang digunakan untuk COVID-19,” Dr. Maria Van Kerkhove, Technical Lead WHO for Emergencies Program saat konferensi pers di kantor pusat organisasi di Jenewa pada Jumat (20/3/2020).

Namun vaksin tersebut di publik masih belum tersedia untuk publik. Para ilmuwan terkemuka mengatakan uji coba klinis dan persetujuan keamanan diperlukan agar vaksin itu bisa beradar di publik. Dan itu membutuhkan waktu hingga 18 bulan.

Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, mengatakan uji coba itu perlu. Hanya ada satu hal yang lebih berbahaya daripada virus jahat “dan itu adalah vaksin yang buruk,” katanya.

“Kita harus sangat, sangat, sangat berhati-hati dalam mengembangkan produk apa pun yang akan kita suntikkan ke dalam sebagian besar populasi dunia,” katanya, seraya menambahkan bahwa uji coba manusia pertama pada vaksin yang dimulai minggu ini di AS.

“Kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya yang menyebutkan itu tidak akan pernah terjadi jika China dan negara-negara lain tidak berbagi urutan genetik COVID-19 dengan seluruh dunia.

Sumber: cnbcindonesia

Jerman Catat 3000 Kasus Corona Dalam Sehari

BERLIN(Jurnalislam.com) — Kepala Badan Kesehatan Jerman Robert Koch Institute (RKI) mencatat, jumlah kasus virus corona tipe baru atau Covid-19 melonjak 2.958 dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (20/3) waktu setempat. Dalam 24 jam terakhir, 11 kematian tercatat sehingga total orang yang meninggal akibat pandemi virus corona di Jerman sebanyak 31 orang.

“Kami akan menghadapi lebih banyak kematian selama beberapa pekan ke depan, termasuk di sini di Jerman,” ujar Kepala RKI Lothar Wieler dikutip laman CNN International, Jumat (20/3). Wieler memperingatkan kapasitas rumah sakit di negara Eropa tersebut.

 

“Lebih banyak orang akan terinfeksi, lebih banyak orang akan dirawat di ruang gawat darurat, dan lebih banyak orang akan membutuhkan bantuan pernapasan. Oleh karena itu, kekhawatiran muncul bahwa tidak akan ada cukup tempat ventilator,” kata Wieler.

Dia juga memperingatkan bahwa kini Jerman berada pada masa awal dari wabah corona. Dia mendesak seluruh warga untuk menjaga jarak dalam bersama-sama memerangi pandemi. Meski, ia mengatakan, spesifikasi langkah kebijakan baru tetap bergantung pada otoritas lokal.

Dia kemudian mengeluarkan peringatan keras tentang kekuatan pandemi global yang mewabah di negaranya. “Jika masih ada orang di negara kita yang tidak percaya ini, yang tidak percaya pada saya, yang berpikir bahwa ini membuat panik, saya hanya bisa memanggil mereka untuk akhirnya membuka mata mereka pada kenyataan ini,” katanya. “Jika semua orang berpegang teguh pada apa yang ditetapkan, kita dapat memperlambat epidemi ini semaksimal mungkin,” ujarnya menambahkan.

Dilansir Deutsche Welle, Kantor Kanselir Jerman mengatakan, keputusan untuk mengarantina wilayah bergantung sepenuhnya pada perilaku warganya. Kepala Staf Angela Merkel, Helge Braun, akan mengumumkan hal penting pada Sabtu (21/3) waktu setempat dalam memutuskan kemungkinan penutupan atau lockdown (karantina wilayah) guna menangkal virus.

“Kami akan melihat perilaku masyarakat akhir pekan ini. Sabtu adalah hari yang menentukan, dan kami akan terus mencermati hal itu,” kata Braun.

Sumber: republika.co.id

Para Pemimpin Diminta Prioritaskan Nyawa Ketimbang Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra turut menyampaikan keresahan dan pendapatnya terkait wabah virus Corona yang tengah mengoyak Indonesia.

Melalui pernyataannya, Jumat (20/3) malam, ia menegaskan pemerintah wajib memprioritaskan nyawa rakyat dibanding yang lainnya untuk saat ini.

“Pemerintah tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan nyawa rakyat. Apapun pilihan yang dilakukan pemerintah, apakah melakukan pembatasan keramaian umum bahkan melakukan lockdown, tujuan utamanya harus satu menyelamatkan nyawa rakyat,” tegas Yusril melalui pesan singkatnya.

Oleh karena itu, menurut Yusril, pertimbangan ekonomi harusnya menjadi nomor dua.

Ia mengakui ekonomi memang hancur tetapi itu bukan hanya terjadi pada Indonesia. Semua negara mengalami hal yang sama. Ia menegaskan, ekonomi bisa dibangun kembali tetapi nyawa rakyat yang melayang takkan bisa dihidupkan lagi.

“Menyelamatkan nyawa rakyat adalah amanat Pembukaan UUD 45. Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Hak untuk hidup adalah hak setiap orang. Negara wajib melindunginya,” kata Yusril

Maka dengan demikian, Yusril meminta agar pemerintah tidak ragu-ragu memilih apa yang terbaik untuk dilakukan.

Jika telah diputuskan suatu langkah, laksanakan dengan konsisten. Selain itu, juga pemerintah jangan menutup-nutupi sesuatu. Jadi terbukalah kepada rakyat, terbukalah kepada dunia tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Indonesia ini.

“Dengan keterbukaan itu negara memanggil semua orang, terutama orang-orang kaya dan mampu untuk berbuat membantu sesama. Ayo kita selamatkan nyawa rakyat! Ayo kita selamatkan bangsa dan negara dari keruntuhan akibat wabah bencana penyakit ini,” ajak Yusril.

 

Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Pangan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hamid Noor Yasin angkat bicara terkait ketersediaan stok 11 kebutuhan pangan di tengah merebaknya wabah virus Corona. Ia mengaku mendapat laporan terkait regulasi kementerian perdagangan yang makin memperbesar kran impor bawang putih.

Hamid mengaku dia mendapat masukan terkait arahan Menko yang meminta mengeluarkan semua persetujuan impor (PI) bahan pokok seperti gula, beras dan sebagainya. Menurutnya, ini tidak sejalan dengan menteri pertanian yang menepis stok pangan saat ini menipis.

“Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terjadinya kekurangan pasokan dan kenaikan harga barang. Tapi di sisi lain, semua kran impor pangan dibuka,” ujar Hamid Noor Yasin dalam keterangannya, Jumat (20/3).

Ia menyoroti hasil pengumuman Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet pada pembahasan pangan yang menyatakan pasokan cukup aman untuk 11 bahan pokok pangan. Jika demikian, semestinya tidak ada opsi pemerintah untuk membuka kran impor kembali. Ia menduga ada permainan pedagang besar yang nakal dengan pola permainan menahan stok.

“Saat ini //kan rupiah lagi jatuh, tentu barang yang masuk dari luar akan menggerus devisa. Sebaiknya opsi impor diabaikan dengan mengoptimalkan potensi dari dalam negeri. Ketersediaan pangan di undang-undang pangan kita jaminan itu bukan berasal dari impor, tapi disediakan dari negeri sendiri. Ini yang dimaksud kedaulatan pangan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pemerintah agar pada penanganan dan peredaman corona untuk tidak meluas. Agar tidak akan menganggu aktivitas usaha tani baik musim panen dan persiapan pertanaman berikutnya. Lanjutnya, tentu harus didukung regulasi khusus yang mempermudah aktivitas usaha pertanian terutama dalam penyediaan pangan. Karena untuk bertahan hidup, setiap makhluk hidup membutuhkan makan.

“Saya meminta kepada pemerintah, agar ada regulasi yang memastikan pendapatan petani memadai dengan kepastian harga yang baik dan tidak diganggu aktivitas impor. Dan terpenting ada jaminan akses pangan yang murah bagi masyarakat,” ujar Hamid.

sumber: republika.co.id

 

Tempat Perbelanjaan Harus Sediakan Tempat Cuci Tangan

KUDUS(Jurnalislam.com) — Semua toko modern di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta untuk menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) atau menyediakan air untuk mecuci tangan menggunakan sabun cair. Kebijakan ini sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit virus corona (Covid-19).

Dalam rangka memastikan kepatuan pemilik toko modern menyediakan hand sanitizer atau air untuk mencuci tangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bersama Polres Kudus melakukan pemantauan di sejumlah toko modern di Kudus, Jumat (20/3).

“Hasilnya, dari sampling toko modern yang kami datangi sudah menyediakan tempat untuk mencuci tangan, meskipun ada yang sekadar menyiapkan tisu basah di depan pintu masuk toko,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno di Kudus, Jumat (20/3).

Ia berharap semua toko modern mematuhi hal itu karena bertujuan untuk mencegah penularan virus corona dari berbagai lini. Pencegahan penyebaran virus corona, katanya, tidak bisa hanya mengandalkan pihak tertentu, melainkan semua pihak harus turut terlibat serta tetap disiplin membiasakan pola hidup sehat.

Meskipun masih ada toko modern yang belum sepenuhnya melakukan upaya pencegahan virus corona, dia memaklumi, lantaran imbauan baru diberikan pada Kamis (19/3) malam sehingga dalam beberapa hari kedepan akan dipantau.

“Jika diberi toleransi selama beberapa hari masih saja ditemukan toko modern yang belum menyiapkan hand sanitizer atau menyediakan air untuk mecuci tangan, maka di pintu masuk toko akan diberi tulisan tidak ada jaminan terbebas dari penularan virus corona,” ujarnya.Tulisan tersebut, kata dia, tentunya bisa membuat masyarakat berfikir ulang untuk berbelanja di toko tersebut.

sumber: republika.co.id

Satu Jamaah Cluster Tabligh Akbar Jamaah Tabligh Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR(Jurnalislam.com) — Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyampaikan satu orang pasien corona dari klaster jamaah tabligh Masjid Seri Petaling Kuala Lumpur meninggal dunia. Ini menjadi kasus corona ke-152 di Malaysia.

“Pusat Tanggap dan Kesiapan Krisis (CPRC) Kebangsaan telah menerima laporan satu kematian pada jam 18.27 petang, menjadikan jumlah keseluruhan kematian corona sejauh ini tiga kasus,” ujar Dirjen Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Jumat (20/3).

Kasus ke-152 ini, ujar dia, merupakan lelaki warga negara Malaysia berumur 58 tahun dari klaster jamaah tabligh. “Beliau telah dimasukkan ke Hospital Tawau pada 9 Maret 2020 dengan mengalami gejala infeksi pernapasan akut parah. Beliau telah diberi bantuan mesin pernapasan dan dimasukkan ke kamar perawatan intensif pada hari yang sama,” katanya.

Dia mengatakan kesehatan yang bersangkutan merosot hari demi hari dan meninggal dunia. Kematian tersebut menjadikan pasien corona yang meninggal dunia di Malaysia tiga orang.

Sementara itu pada hari yang sama dalam siaran langsung melalui televisi, Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengajak rakyat supaya mematuhi Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) dalam usaha membatasi penularan wabah corona.

Sultan Abdullah juga menyarankan rakyat tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting. “Saya juga meminta batalkan hasrat untuk balik kampung. Jangan berkumpul atau menghadiri sembarang aktivitas sosial di luar rumah,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Italia Catat 627 Kematian Akibat Corona dalam 24 Jam Terakhir

ROMA(Jurnalislam.com) — Italia mencatatkan 627 kematian akibat virus corona jenis baru (Covid-19) dalam 24 jam terakhir. Ini adalah jumlah kematian tertinggi dalam sehari.

Kepala Perlindungan Sipil Angelo Borrelli mengatakan, pada Jumat (20/3), mengatakan, total kematian mencapai 627 jiwa lebih dalam 24 jam. Lonjakan ini terjadi usai italia melampaui China pada hari Kamis sebagai negara dengan kematian terbanyak akibat Covid-19. Total kasus kematian di Italia telah mencapai 4.032.

Pihak berwenang mengatakan, sebagian besar orang yang meninggal memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes sebelum mereka terinfeksi virus.

Borrelli mengatakan, dalam sehari terakhir juga terjadi lonjakan kasus positif terinfeksi COVID-19 sebanyak 5.985 kasus. Dengan demikian, total kasus di Italia kini menjadi 47.021.

Padahal, pemerintah sudah mengisolasi Italia dan membatasi penduduk untuk keluar rumah. Bahkan polisi telah dilibatkan untuk memperingati masyarakat yang keluar rumah tanpa alasan yang jelas.

Wali kota dan gubernur di seluruh negeri telah menuntut tindakan yang lebih keras bagi orang-orang yang tetap keluar rumah. Pemerintah nasional Italia diperkirakan akan segera merespons.

Sebelumnya, pihak berwenang mengatakan, wabah Covid-19 yang muncul 4 pekan yang lalu itu kemungkinan akan mencapai puncaknya dalam hitungan hari. Jumlah kasus baru pun diperkirakan akan menurun.

Namun Borrelli berkata lain. “Kami tidak akan pernah tahu kapan puncaknya,” katanya dilansir AP. Ia mencatat bahwa beberapa ahli telah berbicara tentang kemungkinan puncak kasus pada “minggu depan atau minggu sesudahnya” .

Sumber: republika.co.id

 

Hadapi COVID-19, Ansharusyariah Imbau Umat Jaga Wudhu

SOLO (Jurnalislam.com)- Wabah virus corona (covid-19) sedang menyebar di Indonesia.

Jumlah kasusnya terus meningkat sejak ditemukan pertama kalinya di Depok beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, pemerintah menyebut, ada 369 kasus di seluruh Indonesia dan 32 diantaranya meninggal dunia.

 

Menyikapi musibah ini, juru bicara Jamaah Ansharu Syariah, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau masyarakat terus mendekatkan diri kepada Allah SWT disamping menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi virus yang berasal dari Cina itu.

 

“Hal pertama yang harus dilakukan justru mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’al dengan meningkatkan ibadah kita. Memohon ampun kepada-Nya, bermuhasabah,” katanya.

 

“Kemudian kita menjaga diri kita dari penyebaran virus tersebut dengan mengikuti arahan-arahan medis seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dll,” ujarnya.

 

Ustadz Iim, sapaannya, juga menekankan umat Islam untuk menjaga wudhu dan shalat. Sebab, kata dia, dengan berwudhu dan shalat Allah akan melindungi kita.

 

“Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan itu dalam Dinul Islam melalui syariat wudhu, shalat, dll, itu adalah sistem proteksi umat Islam,” paparnya.

 

Ia mengungkapkan, ketika ada wabah atau bala menimpa kaum muslimin pada zaman para sahabat Rasul dulu, yang pertama sekali harus dilakukan kum muslimin adalah mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak istigfar.

 

Selain itu, Ustadz Iim juga mengkritisi imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan peribadatan dari rumah dengan menutup masjid-masjid. Akan tetapi membiarkan tempat-tempat hiburan buka.

 

“Justru yang seharusnya ditutup itu tempat-tempat maksiat seperti itu, bukan masjid,” tegasnya.