Saudi Laporkan Peningkatan Tajam Kasus Corona

RIYADH(Jurnalislam.com) – Pemerintah Arab Saudi melaporkan adanya peningkatan tajam pasien positif Covid-19 pada Ahad (22/3). Tercatat total infeksi mencapai 511 orang.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed Al-Abdel Ali, ada 119 kasus terdeteksi dalam satu hari tersebut.

Namun demikian, tingkat penyembuhan di negara itu disebut meningkat menjadi 18 orang, di mana dua diantaranya merupakan pasien baru.

“Kami telah berulang kali memperingatkan agar tidak menghadiri acara dan pertemuan sosial karena berbahaya bagi anggota masyarakat. Tindakan pencegahan dan pencegahan anti-korona terus berlanjut, ”kata Abdel Ali seperti dilansir Saudigazzete, Senin (23/3).

Pihaknya dalam konferensi pers mengaku, terus mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Terlebih, menurut dia, 72 kasus baru dilaporkan dari warga negara asing.

Dia melanjutkan, dari 119 kasus, 72 di antaranya berlokasi di Mekah, 34 di Riyadh, empat di Al-Qatif, dan tiga di Al-Ahsa. Selain dari tiga kasus di Khobar, satu kasus di Dhahran, satu kasus di Dammam, dan satu kasus di Qassim.

Dia mengatakan, pihak Kerajaan telah melakukan 23.000 test laboratorium untuk virus corona. Sementara itu, kasus kontak dengan orang yang terinfeksi corona sedang dipantau lebih lanjut.

Lebih jauh, pihak Kementerian Kesehatan Saudi juga meminta semua orang untuk mematuhi pedoman dan arahan untuk memastikan keselamatan pribadi serta keselamatan anggota masyarakat lainnya.

Terutama dengan langkah masyarakatnya untuk menghindari berjabat tangan, terus mencuci tangan, dan menghindari pertemuan.

Sumber: republika.co.id

 

Pemkot Surabaya Pasang Bilik Sterilisasi, Kota Lain Kapan?

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Surabaya memasang dua bilik sterilisasi di terminal Bandara Juanda, untuk mencegah penyebaran virus corona. Dua bilik tersebut dipasang di terminal 1 dan terminal 2 Bandara Juanda.

Seluruh pengunjung yang tiba di terminal kedatangan, baik domestik maupun internasional, akan melewati bilik sterilisasi tersebut.

Kasie Pemeliharaan Bangunan dan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya, Anggoro Himawan mengatakan, pemasangan dua bilik sterilisasi di T1 dan T2 Juanda Airport ini berdasarkan arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hal itu sebagai upaya preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di salah satu pintu masuk ke Kota Surabaya.

 

“Sementara ini arahan dari Ibu Wali Kota ada dua titik (bilik sterilisasi), jadi yang di T1 dan T2 kedatangan (Juanda),” kata Anggoro di Surabaya, Ahad (22/3).

 

Anggoro menjelaskan, di terminal 1 Bandara Juanda, tepatnya di kedatangan domestik dipasang bilik sterilisasi tipe tunnel (terowongan). Sementara di terminal 2 aatau kedatangan internasional, dipasangi bilik sterilisasi tipe chamber (ruangan). Namun, berdasarkan kajian yang dilakukan, ke depan bilik chamber yang ada di T2 Juanda akan diganti dengan tipe tunnel agar lebih cepat dan efektif dalam proses screening.

 

“Pemasangan bilik sterilisasi di tempat umum ini yang pertama kali di T1 dan T2 Juanda,” ujar Anggoro.

 

Kepala Bidang Kekarantinaan dan Surveilans KPP Kelas 1 Surabaya, Budi Santoso menyambut baik langkah preventif yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pihaknya berharap, upaya itu juga dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat.

 

“Semoga ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Alat ini akan beroperasi dari mulai adanya penerbangan di kedatangan dari pagi sampai malam. Penerbangan paling pagi jam 7 sampai jam setengah 11 malam,” kata Budi.

 

Communication and Legal Manager Bandara Juanda Surabaya, Yuristo Ardhi Hanggoro mengatakan, di tengah penyebaran virus corona, diperlukan pencegahan penyebaran yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dia mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai cara dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Hal itu seperti melakukan penyemprotan disinfektan, kebijakan social distancing, penyediaan cairan pembersih tangan, hingga pengukuran suhu tubuh.

 

“Kehadiran bilik sterilisasi dari Pemkot tentunya akan melelengkapi, karena dapat membantu kami dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Yuristo.

Sumber: republika.co.id

 

Malaysia Kerahkan Tentara Cegah Warga Keluar Rumah

KUALA LUMPUR(Jurnalislam.com) — Malaysia mengerahkan pasukan militer untuk menegakkan pembatasan pergerakan warga dua pekan karena penyebaran virus corona, Ahad (22/3).

Menteri Pertahanan, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan, keterlibatan militer itu karena beberapa warga yang tidak menaati pembatasan yang sudah berlangsung sejak 18 Maret.

“Meskipun polisi telah mengatakan kepatuhan 90 persen sekarang, 10 persen bukan jumlah yang kecil,” kata Ismail.

Negara tersebut sejauh ini melaporkan sembilan kematian dan 1.183 infeksi virus corona. Sedangkan Asia Tenggara telah mencatat total lebih dari 3.200 kasus positif, dengan pusat penyebaran luas di Thailand, Indonesia, Singapura, dan Filipina.

“Di antara hal-hal yang akan dilakukan bersama oleh polisi dan tentara termasuk memblok jalan. Demikian juga untuk patroli di daerah perkotaan dan perdesaan, menjaga keamanan di rumah sakit, mengelola daerah yang padat dan mungkin tidak mematuhi perintah seperti pasar,” kata Ismali.

Kenaikan jumlah infeksi vrus corona terjadi karena tabligh akbar yang diadakan di sebuah masjid di dekat ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Acara tersebut menyumbang 60 persen dari semua kasus di Malaysia.

Sumber: republika.co.id

Stop! Jangan Jadi Agen Covid-19

Oleh: Tony Rosyid

Hanya 15 persen positif Covid-19 ketahuan gejalanya. Mungkin batuk, sesak nafas dan demam. Ini gejala umum, kata orang medis. 85 persen, gak ada tanda-tandanya.

Jika angka positif Covid-19 day to day naik drastis, karena mereka memang tak dikenali gejalanya. Tahu-tahu parah. Dua-tiga hari, pek dan mati. Terutama mereka yang daya tahan tubuhnya (imun) lemah.

Usia 0-40 tahun, umumnya relatif kuat daya tahan tubuhnya. Meski tak menjamin. Di atas usia 40 tahun, rentan. Kenapa petinju disarankan pensiun usia 40 tahun, karena fisik sudah mulai melemah.

Di atas usia 50, 60, 70 tahun, jauh lebih rentan. Ini bicara kondisi secara umum. Artinya, di atas usia 40 tahun mesti lebih waspada. Jaga stamina, hidup sehat dan lebih disiplin lagi.

Usia 0-40 tahun? Tak menjamin fisik anda semuda usia anda. Apalagi jika anda perokok, suka begadang, jarang olah raga, asupan makanan tak bergizi, kerja lelah atau stres, maka akan rentan juga.

Yang sehat? Jangan jadi agen virus. Anda kuat, dan daya tahan tubuh anda bagus, tapi anda membawa virus kemana-mana. Anda menularkan virus ke banyak orang. Diantara mereka mati gara-gara tertular dari anda.

Dosakah? Pasti! Apapun agama anda, itu dosa sosial. Itu dosa kemanusiaan. Karena anda sengaja berkeliaran di luar, berinteraksi dengan banyak orang, bersalaman dan nongkrong yang tak perlu.

Jika kita cinta bangsa ini, jangan menjadi agen virus. Caranya? Stay di rumah. Diem di rumah. Kecuali ada urusan dan kebutuhan super urgent. Itupun mesti dilakukan dengan cara-cara sehat.

Apa cara yang sehat? Jangan bersentuhan dengan orang lain, meski salaman. Jaga jarak 1,5 meter. Upayakan pakai masker. Ini baru betul-betul “Pancasilais dan pro NKRI”.

Masker susah dan harganya selangit. Itu ujian bagi bangsa ini. Di saat-saat sulit selalu ada “iblis kapitalis”. Bukannya nyumbang, malah cari keuntungan. Berharap pemerintah menertibkan. Lebih baik membagikan dengan gratis. Tidak sekedar janji. Duit dari mana? Pajak rakyat sudah dibayarkan pak!

Cara murah dan paling aman memang stay di rumah. Keluar rumah hanya untuk keperluan yang sangat penting. Tapi, bagaimana dengan para pedagang kecil, uangnya hanya untuk hidup satu-dua hari?

Dilematis! Memang, betul-betul dilematis. Pilih nyawa atau makan? Gak makan, mati juga. Disini pemerintah harus hadir. Sinergi pemerintah pusat dan daerah. Atasi mereka.

Dari mana anggarannya? Dari pagu kegiatan lain. Batalkan, atau setidaknya kurangi anggaran-anggaran untuk kegiatan lain. Perjalanan dinas, studi banding, pembelian kebutuhan yang bisa ditunda tahun depan, hentikan pembangunan infrastruktur, dan seterusnya. Alokasikan dana-dana itu untuk tangani para pasien covid-19 dan dampak ekonominya. Termasuk untuk para perdagang asongan itu.

Gak melanggar aturan? Ubah aturannya. Jangan rakyat mati karena kakunya aturan. Aturan dibuat untuk selamatkan dan sejahterakan rakyat. Bukan untuk bunuh rakyat!

Kalau anggaran sudah disiapin, paksa rakyat stay di rumah. Bukan himbauan lagi. Instruksikan! Pemerintah buat aturan dan mekanismenya. Detail, lengkap, jelas dan pastikan tersosialisasikan ke rakyat. Dan yang terpenting, dijalankan!

Sabtu kemarin ( 21/3) enam orang mati. Entah besok dan besoknya lagi. Tak banyak waktu bagi pemerintah untuk “istiharah” politik. Itu nanti. Lebih baik lakukan ikhtiar kesehatan dan ekonomi. Selamatkan dulu rakyat dengan merumahkan mereka untuk sementara waktu, sehingga tidak menjadi agen penyebaran dan korban covid-19

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Menag di Peringatan Isra Mi’raj: Hikmah Shalat Agar Saling Menjaga Sesama

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sahat merupakan tiang agama. Selain itu, hadiah istimewa dari peristiwa Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah, tidak melalui perantara Malaikat Jibril.

“Itu menggambarkan pentingnya salat yang menjadi tiang agama. Salat menjadikan hidup umat Islam dalam masa tunggu dari satu kebaikan ke kebaikan berikutnya, dari satu waktu salat ke waktu salat berikutnya,” kata Mantan Wakil Panglima TNI ini berpesan untuk sementara waktu tidak menggelar peringatan Isra Miraj dengan mengumpulkan banyak orang. Terlebih, kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari adanya kerumunan massa.

“Ada banyak cara memperingati Isra Mi’raj, antara lain dengan mewujudkan hikmah shalat menjadi kepedulian pada sesama dan saling menjaga,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (22/3).

Dia menjelaskan, pada hari ini umat Islam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu ke Shidratil Muntaha yang kemudian diperingati setiap 27 Rajab.

“Salat melatih kita menjadi pribadi disiplin. Mari jadikan kedisiplinan yang terkandung dalam salat sebagai bekal menjaga kesehatan, termasuk disiplin dalam social distancing agar wabah corona tidak terus menyebar dan bisa segera diatasi,” ujarnya.

Menurut dia, Isra Miraj juga bukti kemahakuasaan Allah yang telah memperjalankan Rasulullah dalam satu malam dalam jarak demikian jauh. Atas hal tersebut, Fachrul mengajak umat Islam untuk terus berdoa untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Dengan berkah Rajab, mari kita berdoa bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini, agar mendapat tambahan kekuatan untuk mengatasi musibah penyebaran virus Korona,” ujarnya.

Mantan Wakil Panglima TNI ini berpesan untuk sementara waktu tidak menggelar peringatan Isra Miraj dengan mengumpulkan banyak orang. Terlebih, kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari adanya kerumunan massa.

“Ada banyak cara memperingati Isra Mi’raj, antara lain dengan mewujudkan hikmah shalat menjadi kepedulian pada sesama dan saling menjaga,” tuturnya.

Kemenag Salurkan Bantuan APD untuk RS Haji Jakarta

JAKARTA( Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi menyerahkan bantuan berupa uang senilai Rp3 miliar, serta bantuan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan baju hazmat kepada Direktur Utama RS Haji Jakarta, Dokter Syarief Hasan Lutfie. Bantuan tersebut bersumber dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kementerian Agama.

Selain dari unsur Kemenag, tergabung dalam satgas itu BPKH, Baznas, dan BWI. Bantuan tersebut baru menjadi tahap awal yang nantinya akan dievaluasi sesuai kebutuhan. Dalam kesempatan itu, Fachrul juga menyerahkan secara simbolis salah satu gedung Asrama Haji Pondok Gede untuk dijadikan ruang isolasi RS Haji Jakarta. Serah terima gedung isolasi tersebut berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu penanggulangan Covid-19 dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya khususnya di bidang kesehatan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (22/03/2020).

Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada dokter dan tim medis RS Haji Jakarta yang sudah berjibaku bekerja tanpa batas dalam melayani masyarakat dan pengulangan Covid-19. Mantan wakil panglima TNI itu mengingatkan agar nanti tidak ada lagi cerita “dalam proses” saat melayani masyarakat.

“Cerita ‘dalam proses’ adalah cerita masa lalu. Kata ‘dalam proses’ itu bersayap. Hal ini sangat tidak disukai Presiden Jokowi,” ujarnya.

Ia juga mengklaim, pemerintah sangat peduli dalam penanggulangan Covid-19. Karenanya, Kemenag berkomitmen menyisihkan APBN nya untuk perjuangan ini. “Kami berpesan dana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tentunya bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Sementara itu, ketua Tim Satgas Covid-19 RS Haji Jakarta, Dokter Mahesa memaparkan kondisi penanganan Covid-19 di rumah sakitnya. “Sebelumnya kami mengunakan ruang mushalla untuk dijadikan ruang isolasi pasien suspect Covid-19 di RS Haji Jakarta,” ujarnya.

Ke depan, RS Haji bisa memanfaatkan gedung asrama haji yang telah diperbantukan sebagai ruang isolasi. “Terima kasih kepada Bapak Menteri atas kepedulian dan perhatian tulus kepada kami sebagai tim medis dalam pengulangan Covid-19,” ucap Mahesa.

FST UIN Bandung Produksi Hand Sanitizer Gratis untuk Masjid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Upaya mencegah penyebaran virus corona dilakukan banyak pihak, termasuk mahasiswa dan civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Diinisiasi Faklutas Sains dan Teknologi (FST), dosen dan mahasiswa jurusan Kimia membuat hand sanitizer (sabun pencuci tangan). Produk pencuci tangan ini lalu didistribusikan ke sejumlah masjid di sekitar Bandung.

“Melihat kondisi langka dan mahalnya hand sanitizer di tengah masyarakat, alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, produksi awal dilakukan pada 17 Maret 2020 di Laboratorium Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Spesifikasi dan proses produksi hand sanitizer telah sesuai dengan apa yang dianjurkan BPOM melalui Surat Edaran No : KP.11.01.2.83.03.20.14 tentang Pembuatan Hand Sanitizer dalam Upaya Mencegah Virus Corona,” terang Dekan FST, Hasniah Aliah, di Bandung, Rabu (18/03).

Ikut terlibat dalam proses ini Wakil Dekan I Bidang Akademik Yudha Satya Pekasa, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Elis Ratna Wulan, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Aep Saepuloh,  serta Ketua Jurusan Kimia, Eko Prabowo Hadisantoso.

Menurut Hasniah, proses produksi sendiri merupakan kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen di bawah pengawasan langsung Koordinator Laboratorium Kimia Vina Amalia. Untuk tahap awal, telah diproduksi 20 botol isi 250 ml dan 70 botol isi 100 ml dengan biaya produksi yang relatif murah, hanya dua juta rupiah.

“Alhamdulillah, untuk produk pada tahap pertama ini telah didistribusikan ke masjid-masjid di sekitar Bandung Timur, mulai dari mesjid Al-Muhajir, As-Siroj, Kifa, Al-Huda sampai Ikomah di lingkungan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelasnya.

Ke depan, FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan memproduksi dalam skala lebih besar yang dapat dipergunakan dalam program pengabdian pada masyarakat. “Selain itu, karena banyaknya permintaan dan untuk terus menggerakan proses produksi akan dibuatkan skema menjadi sumber Pemasukan Negara Bukan Pajak,” paparnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Tedi Priatna, menambahkan, pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung sangat mengapresiasi ikhtiar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang telah membuat hand sanitizer berstandar BPOM dan dibagikan ke mesjid-mesjid yang ada di sekitar kampus.

“Kreatif, inovatif dan sangat berguna disaat kebutuhan akan hand sanitizer. Mudah-mudahan menjadi alternatif jitu ditengah-tengah ikhtiar dalam pencegahan atas penyebaran virus corona, khususnya di lingkungan mesjid. Untuk itu, saya sangat mendukung upaya pro aktif Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dalam mencegah virus covid-19,” paparnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Ikomah, A. Bachrun Rifa’i, menuturkan kami atas nama DKM ikomah UIN SGD Bandung, mengucapkan terima kasih atas diberikannya empat buah hand sanitizer dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SGD Bandung. “Setelah menerima sebelum zhuhur dan waktu sholat zhuhur setelahnya kami menyemprotkan ke tangan jamaah dan jamaah sangat senang sekali, karena selama ini di pasaran sudah sulit menemukannya, dan begitu ada pemberian gratis, dengan senang hati menerimanya,” tuturnya.

 

Kemenag Batalkan Perayaan Isra Mi’raj di Istana Negara

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama membatalkan rencana kegiatan peringatan Isra Mi’raj 1441H. Kegiatan yang biasa digelar di Istana Negara ini awalnya akan dilangsungkan di Aula HM Rasjidi Kemenag Jl MH Thamrin pada 23 Maret 2020.

Prosesi peringatan juga rencananya digelar sederhana, hanya menghadirkan sekitar 20 orang, namun disiarkan langsung oleh RRI, TVRI, TV MUI, dan life streaming.

“Mempertimbangkan kondisi terakhir di Jakarta dan dalam rangka ikut mencegah potensi penyebaran virus Corona atau Covid19, kami memutuskan untuk membatalkan acara peringatan ini,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (20/03) dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurutnya, pembatalan dilakukan juga seiring adanya Seruan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Edaran tersebut terbit hari ini dan berlaku hingga 2 April 2020.

Kamaruddin menambahkan, ada banyak cara memperingati Isra Mi’raj, tidak harus dilakukan dalam bentuk seremonial. Terlebih, kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari adanya kerumunan massa.

“Salah satu hikmah Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Dan hikmah dari ibadah shalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari tingkatkan kualitas shalat kita agar berdampak pada kesalihan personal dan sosial,” tutur Kamaruddin.

“Salah satunya, peduli pada sesama dengan sementara waktu menghindari kegiatan yang mengumpulkan massa dan berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Merajut Ukhuwah dan Kerukunan Umat”. Rencana awalnya, akan hadir sebagai penceramah KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc (Ketua Umum Mathla’ul Anwar). Pembacaan do’a akan dipimpin oleh Habib Salim Salahuddin bin Salim bin Ahmad bin Jindan.

“Kami minta maaf atas pembatalan acara ini,” tandasnya.

 

Ini Pesan Aa Gym Menyikapi Wabah Corona

 

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym memberikan pesan menyikapi merebaknya wabah virus corona (Covid-19). Melalui akun resmi Twitter-nya, Ada Gym mengunggah video berisi tuntutan menyikapi Covid-19.

Aa Gym menjelaskan, bagi orang yang beriman virus corona adalah ciptaan Allah SWT. Karena itu,tak ada makhluk di alam semesta kecuali Allah SWT yang menciptakan. Aa Gym menjelaskan pekerjaan virus sesungguhnya adalah bertasbih. Sedang orang yang terkena penyakit pastilah yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Tanpa izin Allah SWT, tidak ada mudharat. Siapa yang meninggal kena virus pasti yang sudah ditetapkan Allah SWT harus meninggal. Pada waktu yang ditetapkan didatangkan malaikat pencabut nyawa, atas perintah Allah SWT lewatnya, lewat sakit terkena virus.

“Tanpa kena virus itu pun yang meninggal tiap waktu, tetap terjadi. Lalu apa yang harus kita lakukan, apa kita panik? Jangan. Panik tidak menyelesaikan masalah,” kata Aa Gym dalam video yang diunggah Jumat (20/3).

Dengan adanya wabah tersebut, umat Islam dapat menelaah dan mengambil hikmah tentang penyebab munculnya wabah virus corona.

Mulai dari makanan tidak terjaga, hidup kotor, dan berbagai informasi lainnya. Seorang Muslim pun dapat memetik kebaikan dengan menyempurnakan syariat Allah SWT, hidup bersih, makan makanan yang bersih, bersikap bersih, serta memperbanyak doa.

Sebab menurut Aa Gym virus tak akan menyentuh tubuh seseorang tanpa adanya izin dari pemilik tubuh itu yakni Allah SWT.

“Oleh karena itu mendengar  virus corona yang harus diingat bukan virusnya, tapi penciptanya, pemilik segala-galanya, Allah SWT. Tenang. Yang paling penting adalah dzikrullah-nya,” kata Aa Gym.

Aa Gym menambahkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Maka yang harus dipikirkan seorang Muslim adalah tentang kondisi akhir hayatnya, yakni untuk mencapai kematian yang baik (husnul khatimah). Sebab, bahaya yang paling besar sejatinya adalah tidak tersambungnya hati, pikiran, dan sikap dengan Allah SWT.

Sumber: republika.co.id

Anies Minta Semua Aktivitas Perkantoran Dihentikan!

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Demi menekan penyebaran virus corona (Covid-19) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan seruan agar kegiatan perkantoran di ibukota ditiadakan selama 14 hari, terhitung sejak Senin depan.

Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020. “Mengimbau kepada seluruh perusahaan di Provinsi DKI Jakarta untuk secara serius dan segera melakukan hal-hal sebagai berikut,” tulis seruan tersebut, yang ditandatangani oleh Anies, Jumat (20/3/2020).

Ada lima poin yang disebutkan dalam seruan, pertama menghentikan kegiatan perkantoran, menutup fasilitas operasional, dan melalukan kegiatan berusaha dari rumah. Kedua, bagi perusahaan yang tidak bisa melakukan hal ini, harus meminimalisir sampai batas minimal.

Di mana batas minimal yang dimaksud adalah jumlah karyawan, waktu kegiatan, serta fasilitas operasional. “Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total kegiatan perkantorannya dimintai untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal,” imbuhnya.

Ketiga memperhatikan surat edaran Menaker No. M/3/HK/04/III/2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Keempat, seruan ini berlaku selama 14 hari. Dan terakhir informasi-informasi mengenai penyebaran dan panduan penanggulagan bisa diakses langsung melalui situs yang telah tersedia.

“Ini untuk waktu 14 hari ke depan, bisa diperpanjang menyesuaikan dengan kondisi. Dengan status tanggap daruat bencana maka seluruh komponen pemerintah Pemerintah Provinsi, dengan TNI, polisi bekerja lebih erat dan membutukan kerjasama semua masyarakat,” terang Anies.

Sumber: cnbcindonesia