LKG TPQ Soloraya Bagikan Bingkisan untuk Santri Yatim Dhuafa

SOLO (Jurnalislam.com)- Aksi berbagi kebaikan di bulan ramadhan terus dilakukan oleh Lembaga Koordinasi Gerakan (LKG) Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Soloraya dengan membagikan bingkisan untuk santri yatim dan dhuafa di Soloraya, Selasa, (19/5/2020).

 

Sebanyak 32 bingkisan berisi bahan sembako, roti, jajanan untuk anak serta uang saku diantar oleh para relawan LKG TPQ Soloraya menuju rumah rumah para santri yatim TPQ.

 

Sudah sejak pukul 09.00 wib ketua LKG TPQ Soloraya Abdul Wahab beserta timnya sudah sibuk mempersiapkan bingkisan yang diharapkan bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka para santri santri cilik.

 

“Kembali kita membagikan bingkisan lebaran untuk santri yatim, sebanyak 32 bingkisan kerumah masing masing dan insyaallah akan dimulai dari Komplang, Ngipang, Wayu, Nusukan, Semanggi, Kartosura Wonorejo, Colomadu dan Nogosari,” katanya.

 

“Ini adalah untuk berbagi kebahagiaan di akhir Ramadhan, dan berbagi kebaikan kepada santri TPQ Yatim yang ada di wilayah Soloraya dan sekitarnya,” imbuhnya.

 

Wahab berharap apa yang dilakukan oleh LKG TPQ Soloraya tersebut dapat memberikan manfaat khususnya di masa sulit pandemi covid-19 saat ini.

 

“Dan kami ucapak kepada seluruh donatur yang membantu program bingkisan untuk santri yatim,” harapnya.

 

Sementara itu, salah satu orang tua santri yatim, Ria berterimkasih dengan apa yang diberikan LKG TPQ Soloraya untuk putrinya.

 

“Terimakasih banyak atas bantuannya, mudah mudahan Allah memberikan kelancaran dan manfaat bagi semuanya,” ungkapnya.

Dunia Perlu Bekerjasama Hadapi Corona

JERMAN(Jurnalislam.ccom)–Dalam pertemuan tahunan Majelis Kesehatan Dunia, badan utamaOrganisasi Kesehatan Dunia, WHO, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak negara-negara untuk bekerja sama mengembangkan prosedur kesehatan.

“Tidak ada negara yang bisa menyelesaikan masalah ini sendirian”, kata Kanselir Jerman Angela Merkel dalam sidang tahunan Majelis Kesehatan Dunia hari Senin (18/5). Majelis ini adalah badan tertinggi dalam pengambilan keputusan di Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

“Organisasi Kesehatan Dunia adalah institusi global yang sah, di mana semua simpul bertemu. Karena itulah kita harus terus mencari cara bagaimana kita dapat lebih meningkatkan fungsinya”, kata Angela Merkel.

Pemimpin Jerman itu juga mengatakan, kerja sama internasional termasuk juga memastikan pembiayaan WHO yang berkesinambungan.

Tanpa menyebut nama, imbauan Angela Merkel merupakan kritik halus kepada sikap Presiden AS Donald Trump, yang belum lama ini menghentikan pembayaran iuran WHO, dengan alasan Amerika selama ini tidak diuntungkan, sekalipun setiap tahun membayar dana besar ke kas lembaga dunia itu.

Sumber: republika.co.d

UEA: Shalat Idul Fitri Digelar di Rumah

ABU DHABI(Jurnalislam.com) — Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan, Rabu (20/5), sholat Idul Fitri tidak akan dilakukan di masjid, melainkan di rumah. Masjid akan tetap ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sesuai Dewan Fatwa Emirat, sholat Idul Fitri harus dilakukan di rumah. Mengambil semua tindakan pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga Anda adalah komitmen agama dan nasional,” kata juru bicara resmi untuk Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf (Awqaf), Abdul Rahman al-Shamsi dilansir dari laman Al Arabiya, Kamis (21/5).

Al-Shamsi mengatakan, masyarakat akan mendengar panggilan takbir untuk Idul Fitri 10 menit sebelum waktu sholat. Hal ini dilakukan untuk menjaga ritual dan menandai Hari Raya keagamaan saat tinggal di rumah.

“Meskipun kami akan tinggal di rumah, kami masih dapat mempertahankan semangat Idul Fitri, berkomunikasi dengan anggota keluarga kami dan bertukar salam Idul Fitri melalui alat komunikasi virtual,” kata al-Shamsi melalui Twitter.

Kementerian Kesehatan UAE mengumumkan mereka telah mendeteksi 941 kasus virus corona. Untuk itu, jumlah infeksi yang dikonfirmasi menjadi 26.004.

Sebelumnya pada Rabu, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Human Resources dan Emiratisation mengumumkan program disinfeksi nasional di UEA akan diperpanjang selama dua jam di kawasan industri. Ini akan dimulai dari pukul 18.00 sampai 06.00, sebagai bagian dari upaya di negara ini untuk mencegah penyebaran virus.

Ia meminta semua orang mematuhi tindakan penanggulangan Covid-19 selama Idul Fitri. Setiap pelanggaran akan memiliki efek buruk pada seluruh masyarakat, dan pelanggar akan dikenakan sanksi administratif dan tindakan disipliner.

Al-Shamsi juga meminta kepada masyarakat agar menghentikan distribusi Eidaya (hadiah uang kepada anak-anak selama Idul Fitri). Hal ini karena dalam beberapa penelitian mengonfirmasi virus dapat ditularkan melalui uang kertas.

“Kami menyarankan menghindari peredaran uang kertas dan menggunakan alat pembayaran elektronik sebagai gantinya untuk menghindari risiko apa pun, terutama mereka yang biasanya mengambil Eidayah adalah anak-anak yang mungkin tidak sepenuhnya menyadari langkah-langkah pencegahan,” kata dia.

“Keputusan menjaga mal terbuka untuk waktu-waktu tertentu selama Idul Fitri datang setelah memastikan mereka telah menerapkan semua tindakan pencegahan, termasuk bekerja pada kapasitas 30 persen, menegakkan jarak keamanan dua meter, dan melarang masuknya orang di atas 60 tahun dan anak-anak di bawah 12, selain membatasi perjalanan belanja bagi siapa pun hingga maksimum dua jam,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

 

Ulama Diharap Suarakan Kepentingan Rakyat Kecil Terdampak Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Sekretaris Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zainuddin berharap para ulama bangkit menyuarakan kepentingan rakyat kecil di tengah situasi Covid-19 ini. Karena, menurut dia, masyarakat sudah semakin menderita dengan kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah di tengah pandemi.

Dia mengatakan, penderitaan mayoritas rakyat jelata menjadi semakin lengkap karena dalam situasi Covid-19 ini para aktivis HAM yang biasa nyaring berkoar tak lagi bersuara. Karena itu, menurut dia, sudah saatnya ulama bangkit membela rakyat kecil.

“Mampukan para ulama pewaris nabi dengan kehalusan budinya dan kecintaannya kepada umat bangkit menangkap dan menyuarakan kegelisahan masyarakat saat ini?” melalui keterangan tertulis, Rabu (20/5).

Dia menuturkan, dalam suasana menahan lapar selama bulan puasa Ramadhan, wabah Covid-19 telah banyak merenggut korban jiwa. Akibat pandemi ini, masyarakat juga semakin sulit menjalani hidup setelah dirumahkan oleh berbagai perusahaan.

Menurut Ustadz Jeje, di tengah situasi seperti itu masyarakat hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk membuat kebijakan yang benar-benar pro rakyat. Namun, kata dia, seperti biasanya nasib rakyat selalu bertepuk sebelah tangan.

“Harapan tinggallah harapan yang tidak pernah nampak jadi kenyataan. Yang terjadi justru sebaliknya, banyak tindakan pemerintah pusat yang dinilai dan dirasakan masyarakat kecil sebagai ketidakadilan alias kezaliman,” ucapnya.

Dia pun mengkritik beberapa kebijakan pemerintah di tengah situasi Covid-19. Diantaranya, terkait dengan penegakan hukum terhadap peraturan PSBB. Menurut dia, dalam melakukan penegakan pemerintah tampak tidak adil, bahkan kezaliman dipertontonkan secara kasat mata.

“Masjid, warung-warung rakyat tempat usaha mencari sesuap rizki dipaksa tutup. Bahkan, oknum Komnas HAM menganjurkan pemerintah agar memberi sanksi yang tegas kepada pengurus masjid yang masih memaksa buka sholat Jumat dan ibadah berjamaah. Sementara swalayan dan mal besar milik tuan-tuan pengusaha dengan leluasa masih dipadati orang yang ingin berbelanja,” katanya.

Selai itu, tambah dia, pada saat mayoritas rakyat jelata sesak nafas menghemat anggaran pengeluaran rumah tangga dan berharap ada penurunan BBM dan tarif dasar listrik, pemerintah justru memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

“Tentu saja ini mengundang reaksi keras dari banyak kalangan rakyat. Karena selain keputusan tersebut sebelumnya telah dibatalkan di Mahkamah Agung, tetapi sekarang diulangi lagi,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

 

Elemen Relawan Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Serang

 

SERANG(Jurnalislam.com)–Forum Me-Dan Banten bersama lembaga kemanusiaan lainnya berbagi paket berbuka ramadhan untuk warga yang terdampak banjir di Kota Serang.Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, (20/5/2/20) di Kp.Magersari Kelurahan Kota Baru Kota Serang.

 

Kelompok relawan yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Forum Me-Dan Banten,BSMI dan Pasukan Amal Shaleh (PASKAS).

 

Banjir yang melanda sebagian wilayah Serang terjadi pada hari Senin 18/5/2020 akibat curah hujan yang cukup tinggi dan meluapnya air sungai Kali Cibanten.Banjir ini mengakibatkan terendam nya beberapa rumah warga dengan ketinggian air rata rata 1 meter.

 

Koordinator Pelaksana acara, Robby Maulana mengungkapkan kepada bahwa mereka menyalurkan 290 paket berbuka ramadhan yang diamanahkan para donatur untuk korban banjir Serang.

 

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga yang terkena banjir,” kata dia kepada Jurnalislam.com, Rabu (20/5/2020)

 

Ketua RW 05 Kp.Magersari, Dodi mengucapkan terima kasih kepada para relawan.

 

“Terima kasih kepada para relawan yang telah memberikan bantuan paket berbuka Ramadhan dan ini sangat membantu sekali warga yang sedang tertimpa musibah banji,” pungkasnya.

reporter: M Diyan

Sandiaga Minta UMKM Beradaptasi di Era ‘New Normal’

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Founder OK OCE Indonesia, SandiagaUno memberikan tips kepada UMKM terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Dalam webinar bertajuk Strategi Adaptif UMKM ditengah pandemi, Minggu, (17/5), juga dihadiri oleh Ketua OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, dan Ketua Tangan Di Atas (TDA) Kediri, Anjar Setyanto.

“UMKM yang usahanya terdampak bisa melakukan peralihan produk yang ditawarkan. Seperti cobalah untuk menjual masker, saya banyak sekali melihat modifikasi masker saat ini, madu untuk meningkatkan imunitas, cairan disinfektan, layanan antivirus, webcam, dan bisa juga menyajikan jasa seputar training penggunaan sosial media khususnya zoom atau layanan meeting online lainnya,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

Sementara itu, Ketua TDA Kediri, Anjay Setyanto juga melakukan pengembangan dalam bentuk pemasarannya yakni aksi Beli TDA.

“Anggota TDA kan banyak sekali pelaku UKM, jadi saat corona ini banyak yang usahanya terhenti, maka kita buat prgram namanya Beli TDA, anggota membeli produk yang dijual oleh pelaku ukm sesama anggota TDA,” ungkap Anjar.

Sambung Sandi, ia juga membagikan tipsnya berdasarkan pengalaman pribadinya. “Pada krisis 97 saya mengalami PHK dan harus kembali ke rumah orang tua dan saya memulai kembali dari nol. Semoga tips dari saya bisa berguna bagi pelaku UMKM yang terdampak” tutupnya.

Sumber: republika.co.id

Selama Hari Raya, Masjid Brussel Akan Ditutup

BRUSSEL(Jurnalislam.com) Eksekutif Muslim Belgia mengumumkan, masjid-masjid di negara itu akan tetap ditutup selama Hari Raya Idul Fitri.

Setelah merebaknya wabah virus corona di Belgia, Eksekutif Muslim mengumumkan langkah-langkah untuk merayakan Ramadhan di bawah aturan penerapan lockdown. Masjid-masjid telah ditutup dan pertemuan dengan sekelompok teman atau keluarga juga dilarang.

“Sayangnya, jelas bahwa masjid-masjid tidak dapat membuka pintu mereka untuk umum selama perayaan Idul Fitri, yang akan berlangsung pada 23 dan 24 Mei,” kata Eksekutif Muslim Belgia dalam siaran persnya, dilansir di The Brussels Times, Rabu (20/5).

Selain itu, lembaga pengurus Muslim ini menyatakan, pertemuan di kalangan masyarakat di semua tempat lain juga tetap dilarang saat ini. Karena itu, mereka mengimbau bahwa sholat Ied hanya bisa dilakukan di rumah, dalam lingkaran yang sangat terbatas. Dengan demikian, hanya anggota keluarga yang hidup di bawah satu atap saja.

“Demikian pula, hanya orang-orang yang hidup di bawah atap yang sama dapat berpartisipasi dalam perayaan Ied, mungkin dengan empat orang biasa lainnya, menurut Dewan Keamanan Nasional, setiap keluarga telah dapat menerima dalam kondisi tertentu sejak 10 Mei,” tambahnya.

Selama beberapa pekan, Eksekutif Muslim ini telah melakukan pertemuan dengan lembaga keagamaan lainnya untuk dapat mengajukan proposal bersama kepada pihak berwenang.

Mereka mengusulkan bahwa 29 Mei 2020 atau 5 Juni 2020 sebagai tanggal potensial untuk pembukaan kembali dan dimulainya kembali kegiatan.

Namun, dengan syarat di bawah kondisi dari 10 meter ruang lantai per orang dan membatasi jumlah orang hingga maksimum 100. Namun, keputusan akhir akan diambil oleh Dewan Keamanan Nasional.

Sumber: republika.co.id

Muslim Inggris Diminta Tetap di Rumah Saat Idul Fitri

LONDON(Jurnalislam.com) Dewan Muslim Britania (MCB) mengingatkan Muslim untuk mengindari kegiatan berkumpul selama perayaan Idul Fitri. Muslim diminta tetap menjalankan pembatasan sosial.

Seperti halnya di Indonesia, Muslim di tanah Britania mencakup Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara biasa merayakan Idul Fitri dengan shalat berjamaah dan berkumpul bersama keluarga. Sayangnya, semenjak corona melanda, pemerintah disana melarang ibadah berjamaah di Masjid setelah menerapkan lockdown.

“Memang, perayaan Idul Fitri jauh dari Masjid dan keluarga akan terasa menyedihkan, tapi Muslim akan beradaptasi dan menemukan cara merayakannya dengan mempertimbangkan pedoman kesehatan,” kata Sekjen MCB Harun Khan dilansir dari Arab News pada Rabu, (20/5).

Muslim diimbau memanfaatkan kecanggihan teknologi agar tetap bisa berkomunikasi satu sama lain. Tiap keluarga bisa mengadakan telekonferensi video dengan anggota keluarga lainnya.

“Silahkan memanfaatkan teknologi komunikasi saat ini saja dari rumah masing-masing,” imbau Harun Khan.

Kepala Humas MBC, Miqdaad Versi menambahkan bahwa Lebaran kali ini akan terasa berat buat Muslim. Sebab berbagai kegiatan kala Lebaran tak lagi bisa dilakukan.

“Biasanya, Masjid akan penuh oleh jamaah. Lalu mereka memenuhi kediaman masing-masing bersama keluarga dan kawan yang saling mengunjungi,” ujar Miqdaad Versi.

Imam Masjid Mekkah di Leeds, Inggris, Qari Mohammed Asim juga menyadari betapa sakitnya perasaan Muslim yang tak bisa bersilaturahmi tatap muks ketika Lebaran. Tapi ia optimis komunitas Muslim bisa bangkit melewati cobaan ini.

“Ini sesuatu yang tak terpikirkan enam bulan lalu, tapi kini telah mendekati kenyataan. Kami sudah mengorbankan banyak ibadah berjamaah saat Ramadhan, dan akan berlanjut ketika Lebaran,” ungkapnya.

Diketahui, angka penderita corona di Britania mencapai 249 ribu per tanggal 14 Mei 2020. Dari jumlah itu, 35 ribu orang diantaranya meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Aa Gym Minta Umat Jangan Ikut-ikutan Buat Kerumunan

JAKARTA(Jurnalislam.com) —  Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, mengomentari adanya kerumunan di tempat publik saat masyarakat lain sudah patuh menjaga jarak sosial selama tiga bulan untuk memutus penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Aa Gym mengingatkan umat Islam agar tetap berpikir jernih dan jangan meniru keburukan dengan keburukan yang sama.

“Aa kira sahabat-sahabat punya perasaan yang sama, jengkel, kecewa, sedih, dan merasa dikhianati bagi kita yang sudah hampir tiga bulan berada di rumah melihat kerumunan di bandara, di pasar-pasar, dan di jalan-jalan,” kata Aa Gym, Rabu (20/5).

Aa Gym mengatakan, seakan-akan perjuangan dan pengorbanan orang-orang yang menjaga jarak sosial dan jarak fisik selama tiga bulan ini dikhianati oleh mereka yang berkerumun di tempat publik. Hal ini terutama perasaan dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa serta aparat yang berjaga siang malam.

Selama pandemic Covid-19 ini sekolah-sekolah tutup dan masjid tempat ibadah umat Islam pun menjadi sepi. Namun, hal ini seakan-akan dikhianati oleh mereka yang berkerumun di bandara, pasar, jalan, dan tempat-tempat lainnya.

“Tetapi, kita tetap harus (berpikir) jernih dan akal sehat harus tetap tegak. Jangan sampai kita meniru keburukan dengan keburukan yang sama,” ujarnya.

Diam di rumah printah agama

Aa Gym menegaskan, bagi umat Islam, diam di rumah dan menjauhi kemudaratan merupakan perintah agama dan amal saleh. Umat Islam tetap di rumah menjaga jarak sosial dan jarak fisik bukan semata-mata karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Menjauhi (penyakit) lepra sama dengan menjauhi Singa, itu sabda Nabi Muhammad SAW, menjauhi kemudaratan lebih diutamakan daripada yang mendatangkan kemanfaatan,” ujarnya.

Aa Gym mengajak masyarakat bersama-sama tetap disiplin, bertahan di rumah, dan menjalankan ibadah di rumah. Masyarakat yang berada di zona merah pandemi Covid-19 diminta mengikuti anjuran guru-guru di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Insya Allah kalau kita disiplin, Allah menghilangkan wabah ini karena wabah ini adalah kerumunan di mana kerumunan itu ada di sana wabah itu akan ada. Dengan kita istiqamah semoga orang lain pun terbawa istiqamah, dan Allah mengangkat wabah dan kita bisa kembali beribadah, sekolah dan bekerja dengan benar di zaman baru, zaman yang lebih berkah,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Gugus Tugas Harap Relawan Covid di Tingkat RT

JAKARTA(Jurnalislam.com) Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian menargetkan ada relawan di setiap rukun tetangga (RT) untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Kami menargetkan di setiap RT ada relawan, karena pemutusan rantai penularan Covid-19 memang ada di masyarakat,” kata Andre saat jumpa pers yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia, Rabu (20/5)

Andre mengatakan relawan Covid-19 terbagi menjadi dua jenis, yaitu relawan dan relawan nonmedis. Untuk relawan medis, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah bekerja sama dengan Kementerian kesehatan untuk memberikan pelatihan.

Sedangkan untuk relawan nonmedis, Gugus Tugas sudah melatih 2.953 orang mulai dari topik kerelawanan, tentang Covid-19, penanganan penyebaran Covid-19, dan data penyebaran Covid-19.

“Jadi semua relawan yang sudah mengikuti pelatihan sudah tahu data mutakhir tentang penyebaran Covid-19 dan memiliki persepsi yang sama dalam penanganan Covid-19,” tuturnya.

Menurut Andre, sudah ada 30.098 relawan medis dan nonmedis yang bergabung untuk menangani Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru.

“Kami menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, walaupun yang terdaftar 30 ribu lebih, yang bekerja di lapangan mencapai 100 ribu lebih,” katanya.

Dari 30.098 relawan tersebut, 7.115 orang merupakan relawan medis dan 22.983 orang relawan nonmedis. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, tetapi sekitar 70 persen bertugas di Pulau Jawa yang merupakan episentrum penyebaran Covid-19.

Sumber: republika.co.id