Presiden Erdogan Tegaskan Kembali Dukung Kedaulatan Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dalam pesan Idul Fitri pada Ahad (25 Mei), Presiden Turki menegaskan kembali dukungan Turki untuk Palestina ketika dunia Muslim merayakan Idul Fitri, hari raya yang menandai akhir bulan suci Ramadan.

“Kami tidak akan membiarkan tanah Palestina ditawarkan kepada siapa pun,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam pesan video di Twitter yang ditujukan kepada Muslim AS.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa al-Quds Al-Sharif, situs suci tiga agama dan kiblat pertama kami, adalah garis merah untuk semua Muslim di seluruh dunia,” kata Erdogan, merujuk pada Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, dan rumah bagi Gereja Kristen Makam Suci.

“Jelas bahwa tatanan global telah lama gagal menghasilkan keadilan, perdamaian, ketenangan, dan ketertiban,” katanya.

“Minggu lalu kami menyaksikan bahwa proyek pendudukan dan aneksasi baru, yang mengabaikan kedaulatan Palestina dan hukum internasional, diberlakukan oleh Israel,” tambahnya.

Israel mengatakan akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat pada 1 Juli, sebagaimana disepakati antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, kepala partai Biru dan Putih.

Rencana tersebut telah menarik kemarahan di seluruh dunia, dan terutama kecaman tajam di Turki.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana – serta aneksasi yang direncanakan – ilegal.

Sumber: anadolu agency

Angka Corona Global Tembus 5,5 Juta Kasus, 346 Ribu Kematian

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Kasus Covid-19 global telah mencapai lebih dari 5,5 juta pada Selasa (26/5). Sementara korban meninggal melebihi 346 ribu jiwa.

Dilansir dari laman Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center, saat berita ini ditulis, kasus Covid-19 di seluruh dunia tercatat sebanyak 5.512.055. Kemudian korban meninggal mencapai 346.508.

Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam memiliki 1.662.768 kasus dengan korban meninggal sebanyak 98.223 jiwa.

Brasil menempati posisi kedua dengan total kasus mencapai 374.898. Korban meninggal akibat Covid-19 di negara itu mencapai 23.473 jiwa.

Posisi ketiga ditempati Rusia dengan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 362.342. Kendati kasusnya telah melampaui 300 ribu, korban meninggal akibat virus corona di negara tersebut tercatat lebih kecil dibandingkan Brasil, yakni sebanyak 3.807 jiwa.

Inggris berada di posisi keempat dengan kasus Covid-19 mencapai 262.547. Meskipun jumlah kasusnya lebih kecil jika dibandingkan dengan Brasil dan Rusia, tapi Negeri Ratu Elizabeth telah mencatatkan 36.996 kematian akibat virus corona.

Spanyol menempati posisi kelima dengan 235.400 kasus Covid-19. Sebanyak 26.834 orang telah meninggalkan akibat Covid-19 di Negeri Matador.

Sumber: republika.co.id

 

WHO: Waspada Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

JENEWA(Jurnalislam.com) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan datangnya gelombang kedua pandemi Covid-19. Dunia saat ini masih berada di tengah-tengah gelombang pertama karena peningkatan kasus virus corona di Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia Selatan dan Afrika masih tinggi.

Keterangan itu disampaikan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan, Senin (25/5). Ryan mengatakan epidemi penyakit sering kali tidak datang hanya dalam satu gelombang saja.

Kemungkinan, pandemi virus corona gelombang kedua bisa datang pada akhir tahun di negara-negara yang mulai mereda. Jumlah kasus pada gelombang dua bisa meningkat lebih cepat jika langkah-langkah pencegahan dihentikan terlalu cepat.

“Kita juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja. Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit sedang dalam perjalanan sekarang ini akan terus turun dan kita mendapatkan beberapa bulan untuk bersiap-siap untuk gelombang kedua. Kita mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini,” kata Ryan.

Ryan mengatakan, negara-negara Eropa dan Amerika Utara harus terus menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan yang komprehensif untuk menekan jumlah kasus infeksi virus corona. Apabila mereka lalai, maka kemungkinan jumlah kasus pada gelombang kedua bisa meningkat lebih tajam daripada gelombang pertama.

“Ketika berbicara tentang gelombang kedua yang kita maksud adalah gelombang pertama itu masih ada, penyakit itu telah reda kemudian muncul lagi berbulan-bulan kemudian. Ini mungkin bisa menghantam beberapa negara dalam waktu beberapa bulan,” kata Ryan.

Sejumlah negara Eropa dan negara-negara bagian Amerika Serikat telah mengambil langkah untuk melonggarkan lockdown selama beberapa pekan terakhir. Pelonggaran tersebut bertujuan mengembalikan kegiatan ekonomi yang telah anjlok selama pandemi berlangsung.

Sumber: republika.co.id

Jutaan Muslim Afrika Rayakan Idul Fitri dalam Pembatasan Ketat

JOHANNESBURG(Jurnalislam.com) — Jutaan Muslim di Afrika merayakan Idul Fitri di bawah pembatasan yang ketat untuk mencegah virus corona. Larangan shalat berjamaah di masjid-masjid dan pemberlakuan jam malam membuat Muslim Afrika harus merayakan Idul Fitri dalam keterbatasan dan keprihatinan.

“Hari ini kita merayakan Idul Fitri dengan cara yang berbeda. Kami bersukacita karena telah menyelesaikan ibadah puasa, tetapi kami merasa sedih bahwa kami tidak dapat merayakan Idul Fitri dengan orang-orang yang kami cintai,” ujar Imam Masjid Cleremont Main Road, Rashid Omar.

Umat Muslim Afrika mendapatkan libur selama tiga hari untuk merayakan Idul Fitri. Setelah shalat Idul Fitri, biasanya mereka saling mengunjungi keluarga maupun tetangga untuk bersilaturahmi. Bahkan, beberapa warga menggelar open house dan menerima banyak tamu.

Omar mengatakan, tahun ini umat Muslim Afrika harus merayakan Idul Fitri dengan cara yang berbeda. Omar mengatakan, meski merayakan Idul Fitri dengan keterbatasan, umat Muslim Afrika bersyukur karena telah diberikan kelancaran dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan. Beberapa Muslim di Afrika Selatan merayakan Idul Fitri pada Ahad (24/5), namun beberapa lainnya merayakan pada Senin (25/5).

Seorang warga Cape Town, Hassen Mohammed mengatakan, tahun ini adalah pertama kalinya dia melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah. Dia mengaku rindu berkumpul dengan keluarga besarnya untuk merayakan Idul Fitri.

“Saya rindu berkumpul dengan keluarga untuk merayakan Idul Fitri bersama mereka. Saya menggunakan platform media sosial yang berbeda untuk menghubungi beberapa keluarga dan teman,” ujar Mohammed kepada Anadolu Agency.

Umat Muslim di Rwanda juga melangsungkan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing. Dalam sebuah khotbah yang disiarkan di televisi, Sheikh Salim Hitimana meminta kepada seluruh umat Islam agar tetap melanjutkan perbuatan baik yang telah dipupuk ketika Ramadhan. Hitimana juga menyerukan perdamaian antara Muslin dan non-Muslim di seluruh dunia.

Sementara itu, Sheikh Shaban Ramadhan Mubeje dari Uganda melangsungkan shalat Idul Fitri di masjid di ibu kota Kampala bersama dengan beberapa pejabat pemerintah. Shalat Idul Fitri di masjid tersebut tetap memberlakukan aturan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona. Mubaje meminta agar pemerintah mengizinkan tempat ibadah dibuka kembali setelah ditutup selama dua bulan terakhir. Mubaje meminta kepada seluruh umat Islam untuk terus berdoa agar pandemic virus corona segera berakhir.

“Kita perlu shalat di masjid, karena situasi Covid-19 telah membaik, saya meminta pemerintah untuk mengizinkan kami kembali ke masjid,” ujar Mubaje.

Sumber: anadolu agency

Saudi Berlakukan Jam Malam,  Hanya Diizinkan Jalan Kaki Satu Jam

JEDDAH(Jurnalislam.com) – Pemerintah Arab Saudi akan memperkenalkan izin elektronik untuk berjalan kaki selama satu jam dalam periode jam malam.

Seperti dilansir dari laman Saudi Gazette, Selasa (26/5), izin elektronik atau akan tersedia atas permintaan melalui aplikasi Tawakkalna. Izin akan dibatasi untuk zona lingkungan tertentu dan hanya untuk satu jam.

Aplikasi Tawakkalna diluncurkan awal Mei sebagai bagian dari kerja sama erat antara Kementerian Kesehatan dan Otoritas Data dan Intelijensi Buatan (SDAIA) Arab Saudi yang bertujuan untuk mengelola pergerakan sistem perizinan pemerintah serta perusahaan sektor swasta selama  jam malam.

Aplikasi ini terdiri dari banyak fitur yang berkontribusi untuk memfasilitasi akses orang yang berwenang untuk izin perjalanan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Talal al-Shalhoub, mengumumkan pihak keamanan telah mulai menerapkan jam selama 24 jam penuh atau seharian di semua kota dan wilayah di Kerajaan Saudi. Peraturan tersebut mulai diberlakukan 23 Mei 2020 sampai 27 Mei 2020.

Al-Shalhoub meminta semua orang untuk mematuhi instruksi jam malam tersebut serta tetap menerapkan langkah-langkah menjaga jarak sosial, termasuk mencegah pertemuan dengan lima orang atau lebih.

“Pasukan keamanan akan menindaklanjuti komitmen ini di lingkungan perumahan, tempat wisata, dan tempat umum lainnya, serta di desa-desa, dan pusat-pusat untuk mengontrol pelanggaran apa pun dan mengambil tindakan yang tepat terhadap pelaku,” kata al-Shalhoub.

 

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengumumkan restoran akan beroperasi dari pukul 06.00-10.00. Selama periode penguncian penuh ini, mereka hanya menyediakan layanan melalui kendaraan pengiriman atau aplikasi pengiriman mereka sendiri.

 

Sumber: republika.co.id

Saudi Mulai Longgarkan Lockdown 28 Mei Besok

RIYADH (Jurnalislam.com) — Arab Saudi akan melonggarkan sejumlah larangan terkait Covid-19, yang akan berlaku mulai 28 Mei kecuali di Makkah. Dengan pelonggaran ini, maka penerbangan domestik, masjid, restoran dan kafe akan dibuka kembali. Namun, umrah masih tetap dilarang sementara.

Menurut Saudi Gazette, pelonggaran ini dilaporkan Saudi Press Agency dengan mengutip sumber resmi Kementerian Dalam Negeri Saudi. Pelonggaran akan dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama mulai Kamis hingga 30 Mei. Dalam tahap ini, pergerakan dalam wilayah masing-masing dengan kendaraan pribadi diizinkan pukul 06.00 hingga 15.00 waktu setempat, kecuali di Makkah. Aktivitas ekonomi seperti jual beli akan dibuka kembali. Namun, salon kecantikan, tempat cukur, klub olahraga, dan pusat hiburan serta bioskop tetap tutup karena alasan social distancing.

Tahap kedua, mulai 31 Mei hingga 2 Juni. Pergerakan dibolehkan pada pukul 06.00 hingga 20.00 waktu setempat di seluruh wilayah Saudi, kecuali Makkah.

Pembatasan bekerja di tempat bekerja juga berakhir. Maka semua pegawai kementerian dan swasta akan mulai kembali bekerja di kantor dan tempat bekerja mereka. Namun, mereka harus tetap mengikuti aturan pencegahan covid-19 yang ketat.

Pada tahap kedua ini, penerbangan dalam negeri akan mulai beroperasi asal dilakukan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan badan penerbangan dan Kementerian Kesehatan Saudi. Larangan bepergian antarwilayah di Saudi akan dicabut.

Restoran dan kafe yang menjual makanan dan minuman akan boleh buka kembali. Namun, salon kecantikan, tempat cukur, klub olahraga, dan pusat hiburan masih akan tetap tutup.

Pemerintah juga masih memberlakukan acara berkumpul yang lebih dari 50 orang. Larangan ini juga berlaku pada acara pernikahan atau duka cita.

Tahap terakhir adalah pada 21 Juni, Saudi akan kembali “normal”. Maksud “normal” ini adalah kembali seperti sebelum ada lockdown akibat virus corona.

sumber: republika.co.id

 

WNI di Swiss Rayakan Idul Fitri Secara Online

LONDON (Jurnalislam.com) — Masyarakat Indonesia di Swiss merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui silaturahmi virtual, karena masih adanya pembatasan perkumpulan massa yang ditetapkan Pemerintah Federal Swiss sampai dengan awal Juni.

Pensosbud KBRI Bern dalam keterangan persnya Senin (25/5) mengatakan bahwa silaturahmi Idul Fitri 144 Hijriah untuk warga Indonesia di Swiss dan Liechtenstein dilakukan oleh BRI Bernyang bekerjasama denganPerwakilan Tetap RI di Jenewa, Swiss, serta kelompok pengajian yaitu Percikan Iman di Zurich, Nurul Iman di Jenewa, serta Indonesische Islamiche Kultur Verein (IIKV) di Bern.

Kegiatan silaturahmi virtual ini menandai akhir bulan Ramadan, yang sebelumnya juga dilakukan secara virtual. Warga Indonesia yang biasanya mengadakan buka bersama, kini beralih dengan menggunakan aplikasi tele-conference.

Kondisi ini tentu saja tidak membuat masyarakat Indonesia menyerah, terbukti dari kajian daring secara rutin diadakan kelompok-kelompok pengajian yang tersebar di seluruh Swiss.

Dalam situasi yang sangat spesial ini, masyarakat harus menerima dengan penuh sabar dan lapang dada. Selayaknya hidup di negara jauh, tentu saja silaturahmi tidak langsung ini memberikan kesan yang berbeda, dan tetap bermakna.

Dubes Indonesia di Bern, Muliaman D. Hadad, mengatakan apapun latar belakangnya, warga Indonesia harus tetap sabar, dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah setempat.

Sementara itu Wakil Tetap RI Jenewa, Hasan Kleib, mengamini adanya berkah waktu selama melaksanakan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di rumah. Banyaknya waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan keluarga.

Walaupun dilakukan secara virtual, masyarakat Indonesia tetap bersemangat untuk membagikan berkah yang didapatkan selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Semuanya sepakat isolasi membuat mereka menjadi lebih dekat dengan keluarga dan memperkuat ibadah, sambil berdoa agar situasi menjadi lebih baik di masa datang

Sumber: republika.co.id

Jokowi Akan Coba Terapkan ‘New Normal’ di 4 Provinsi dan 25 Wilayah

BEKASI(Jurnalislam.com)–Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa mulai hari ini akan menerjunkan aparat keamanan yang terdiri dari TNI maupun Polri untuk mengawal sejumlah titik wilayah dalam menghadapi new normal.

“Kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” kata Jokowi kemarin.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan bahwa setidaknya akan ada puluhan ribu pasukan keamanan yang diterjunkan di sejumlah titik agar lebih mendisiplinkan perilaku masyarakat di era new normal. Setidaknya, ada sekitar 340.000 personel yang dikerahkan.

“Anggota Polri yang akan dilibatkan kurang lebih 30.300 – 40.000,” kata Hadi dalam konferensi pers usai meninjau stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.

Hadi mengemukakan bahwa upaya pendisiplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota di mana objeknya meliputi aktivitas lalu lintas masyarakat, mal, pasar rakyat, hingga tempat pariwisata.

“Dari data yang ada di 4 provinsi 25 kabupaten kota ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut,” katanya.

Hadi menegaskan bahwa aparat nantinya akan mengawasai apakah masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, hingga membatasi jarak satu sama lain.

“Yang kita laksanakan adalah pertama harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker. Kedua dalam berkegiatan harus jaga jarak aman, kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan, atau hand sanitizer,” katanya.

Berikut 4 provinsi dan 25 kabupaten kota yang akan dikawal ketat TNI dan Polri, berdasarkan data yang disampaikan Biro Pers Sekretariat Presiden :

Provinsi :

1. DKI Jakarta
2. Jawa Barat
3. Sumatera Barat
4. Gorontalo

Kabupaten/Kota :

1. Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kota Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoharjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala, dan
25. Kabupaten Buol

 

Sumber: cnbcindonesia

Masjid Italia Dibuka Kembali dengan Protokol Ketat

ROMA(Jurnalislam.com) — Masjid-masjid di Italia mulai membuka kembali pintunya untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan ditutup akibat Pandemi. Italia berkomitmen menerapkan langkah-langkah menekan penyebaran virus corona.

Jamaah yang datang di Masjid Via Meda Milan diminta mengenakan masker. Selain itu, jamaah juga diminta menjaga jarak dengan cara bergantian sholat untuk menghindari kepadatan.

“Ini untuk keselamatan kita, untuk kebaikan kita, jadi kita harus melakukan apa yang diminta,” kata seorang jamaah, Saleh kepada Arab News, Ahad (24/5).

Saleh mengaku sangat bersyukur ia dan keluarganya bisa kembali sholat di masjid meskipun harus bergantian. Karena itu ia mematuhi aturan yang telah diterapkan.

“Saya telah menunggu lama untuk ini. Sekarang kami berharap pandemi ini dapat segera berakhir dan kita semua dapat kembali ke kehidupan normal tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Masjid-masjid di Italia telah ditutup sejak 9 Maret 2020 saat pemerintah memutuskan melakukan lockdown negaranya dari penyebaran virus. Saat ini, masjid-masjid mulai dibuka kembali, salah satunya Masjid Via Meda. Masjid ini biasa menampung 250 jamaah, namun dalam situasi pandemi hanya mengizinkan 70 jamaah dan umat Islam akan shalat secara bergiliran sampai pandemi berakhir.

Poster-poster berbahasa Italia dan Arab di pintu masuk masjid dan di dindingnya. Mereka juga mendesak jamaah menggunakan masker dan kaus kaki.

Sajadah dibersihkan setiap pergantian shift sehingga jamaah berikutnya dapat menggunakannya dengan aman. Sepatu ditempatkan di rak di luar ruangan dengan ditata sebaik mungkin untuk menghindari sentuhan. Jabat tangan dan pelukan telah dilarang, salam dilakukan dengan cara m meletakkan tangan kanan di dada.

Imam masjid, Yaha Pallavicini khotbahnya untuk pertama lainnya sejak penutupan masjid. Ia berterima kasih kepada Allah atas kesehatan seluruh umat Muslim, dan berdoa agar di hari-hari terakhir Ramadhan terus diberikan kesehatan baik fisik maupun spiritual bagian semua umat Islam di seluruh Italia.

“Kami mungkin tidak menjamin aturan jarak sosial akan dihormati,” Imam Abdullah Tchina mengatakan kepada Arab News, mengatakan bahwajumlah suara yang besar akan diharapkan pada bagian akhir bulan suci.

Sumber: republika.co.id

KBRI London Gelar Silaturahim Lebaran Virtual

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London menggelar acara Lebaran, silaturahim, dan halalbihalal secara virtual untuk merayakan Idul Fitri 1441 H bersama warga Indonesia di Inggris Raya dan Irlandia.

Sedikitnya 400 WNI di Inggris Raya dan Irlandia yang mengikuti kegiatan Lebaran virtual itu. Mereka saling mengucapkan selamat, saling memaafkan, dan melepas kerinduan setelah lebih dari dua bulan menjalani penguncian akibat Covid-19.

Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Rizal Sukma yang memberikan sambutan pada acara Lebaran virtual itu menyampaikan rasa syukur bahwa WNI tetap mematuhi imbauan pemerintah setempat mengenai Covid-19 untuk merayakan Idul Fitri dari rumah masing-masing.

“Meskipun pada masa sulit seperti ini, kita tetap memanfaatkan teknologi untuk tetap bertatap muka dan merayakan Idul Fitri bersama,” ujar Dubes Rizal seperti dikutip dari keterangan KBRI London yang diterima di Jakarta, Senin (25/5).

Segenap masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia melakukan doa bersama agar ibadah puasa pada bulan Ramadhan dapat menjadikan umat Muslim sebagai kaum yang bertakwa.

Pelaksana fungsi penerangan dan sosial budaya KBRI London, Hartyo Harkomoyo menjelaskan bahwa pada kesempatan Lebaran virtual itu, doa dan harapan dipanjatkan agar wabah Covid-19 dapat segera berlalu.

Beberapa wakil dari BUMN Indonesia yang berkantor di London dan organisasi-organisasi kemasyarakatan memanfaatkan acara Lebaran virtual itu untuk menyapa semua WNI di Inggris Raya dan Irlandia.

“Tercatat 19 BUMN dan organisasi kemasyarakatan berpartisipasi dan menyampaikan pesan-pesan Idul Fitri serta rasa solidaritas bersama dalam menghadapi wabah Covid-19,” kata Hartyo.

Warga yang mengikuti acara Lebaran virtual KBRI London dihibur oleh Lucky Idol yang menyanyikan tiga lagu, yaitu lagu Imagine John Lennon, lagu Indonesia Pusaka, dan lagu Selamat Hari Lebaran.

Sumber: republika.co.id