Urgensi Dewan Pengawas Syariah terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan

Oleh: Shafira Fitria Ramadhanti*

Bangkrutnya Barings Banks, Enron Corporation dan juga WorldCom membuktikan bahwa penting adanya kualitas pada pelaporan keuangan dan pengawasan internal yang harus dilakukan perusahaan.

Barings Bank merupakan salah satu bank tertua di London, Inggris. Namun sangat disayangkan, bank tersebut akhirnya mengalami kebangkrutan/kemunduran pada tahun 1995 terhadap kegiatan operasionalnya. Barings Banks berakhir dengan kebangkrutan karena telah menderita kerugian sebesar US$ 1,3 Miliar akibat adanya investasi spekulatif yang dilakukan oleh karyawannya sendiri pada kontrak berjangka.

Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Enron Corporation mejadi perhatian dunia setelah terungkapnya kasus penipuan akuntansi yang sistematis, terstruktur, dan sudah direncanakan sebelumnya secara kreatif dalam pelaporan keuangan perusahaannya.

Dalam kasus Enron, terjadi manipulasi kerugian yang dilaporkan menjadi keuntungan perusahaan. Masalah kualitas pelaporan keuangan juga berdampak besar terhadap kebangkrutan WorldCom.

Kebangkrutan ketiga perusahaan ini terjadi karena tidak adanya pembagian tugas maupun tanggung jawab yang merata, lemahnya pengawasan internal control perusahaan dan kurangnya pengawasan puncak/ top manajemen. Oleh karena itu, lemahnya internal control menjadi masalah penting bagi perbankan. Sehingga harus dilakukan pengawasan yang merata untuk meningkatkan internal control dalam manajemen perusahaan.

Adapun salah satu upaya untuk menjaga stabilitas kinerja perbankan adalah dengan dilakukannya audit syariah. Dimana dalam proses audit syariah yang efektif dibutuhkan adanya auditor internal yang kompeten (Abd Rahman, 2018). Keberadaan audit internal bertujuan untuk mendukung peran, tugas serta tanggung jawab dari komite audit.

Menurut pernyataan AAOIFI, tanggung jawab dari komite audit yaitu meninjau audit internal, memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan strategi yang sebelumnya telah ditetapkan oleh pihak manajemen bank syariah serta memiliki pengetahuan yang memadai terkait bisnis Islamic Financial Institutions (IFI) dan ruang lingkup bisnis di bawah pengawasannya (AAOIFI, 2015).

Berdasarkan perspektif Islam, peran Komite Audit yaitu membantu Direksi dalam melakukan pengawasan yang independen melalui berbagai peran berikut ini, yaitu:

  • Menjaga serta mempertahankan integritas pelaporan keuangan.
  • Memberikan perlindungan optimal bagi investor, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Mampu memberikan penegasan tambahan atas data keuangan yang diberikan kepada Direksi.
  • Menjadi pihak yang independen. Karena independensi auditor internal akan memberikan penilaian dan sikap objektif yang tidak memihak kepada siapa pun.

Efektivitas audit internal yang efektif dapat terlihat dengan tercapainya sistem pengendalian internal yang baik dan efektif serta kesesuaiannya dengan kepatuhan syariah. Dalam hal memastikan efektivitas auditor, penting adanya interaksi maupun komunikasi langsung antara auditor dengan Direksi. Dimana dalam proses pengangkatan dan pemberhentian auditor harus mendapat persetujuan dari Direksi.

Selain itu, Komite Audit juga bertanggung jawab dalam memberikan keputusan untuk mengangkat dan memberhentikan auditor internal syariah. Komunikasi inilah yang menjadi sarana bagi auditor dan Direksi untuk menginformasikan kepada setiap pihak tentang masalah-masalah untuk kepentingan umum (Maslahah) (AAOIFI, 2015).

Laporan keuangan yang berkualitas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dapat dipahami, memenuhi kebutuhan pemakai laporan keuangan dan terhindar dari salah saji yang material. Laporan keuangan yang berkualitas juga didukung oleh adanya peran Komite Audit dan Dewan Pengawas Syariah yang mampu menjamin kredibilitas dari laporan keuangan.

Menurut Karim (1995) menekankan bahwa otoritas dewan pengawas syariah sama seperti auditor eksternal. Auditor Internal bersama dengan DPS sebagai auditor eksternal akan memastikan bahwa perbankan syariah telah sesuai dengan kepatuhan syariah. Dewan Pengawas Syariah memiliki peran untuk memberikan saran maupun nasihat kepada Direksi dan mengawasi kegiatan operasional bank agar sesuai dengan prinsip syariah.

*Penulis  adalah Mahasisiwi STEI SEBI

 

Referensi :

AAOIFI, A. (2015). Accounting, auditing and governance standards for Islamic financial institutions. Bahrain: AAOIFI.

Khalid, A. A. (2020). Role of Audit and Governance Committee for internal Shariah audit effectiveness in Islamic banks. Asian Journal of Accounting Research, 5(1), 81–89. https://doi.org/10.1108/ajar-10-2019-0075

 

 

 

 

Prancis Resah Ada Seruan Boikot Produknya

PARIS(Jurnalislam.com) – Pihak Paris gusar dengan munculnya seruan di negara-negara di Timur Tengah untuk memboikot produk-produk Prancis.

Seruan ini terjadi di tengah kontroversi penggunaan kartun Nabi Muhammad dalam diskusi kebebasan bereskpresi di kelas sekolah Prancis yang menyebabnya gurunya dipenggal seoraang remaja etnis Chechnya.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa seruan untuk memboikot produk Prancis di beberapa negara Timur Tengah dan seruan untuk demonstrasi melawan Prancis tidak berdasar. “Harus segera dihentikan,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip AFP, Senin (26/10/2020).

Pernyataan itu menambahkan bahwa semua “serangan” terhadap Prancis juga harus dihentikan dan bahwa hal itu didorong oleh minoritas radikal.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa mereka memobilisasi jaringan diplomatiknya untuk menjelaskan sikap Prancis kepada mitranya.

“Meminta pemerintah untuk menjauhkan diri dari seruan boikot dan memastikan keselamatan warga negara Prancis,” lanjut kementerian tersebut.

sumber:sindonews.com

Asah Kreativitas, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Cara Membuat Face Shield

DEMAK(Jurnalislam.com)–Mahasiswa KKN RDR Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang Posko 35, mengajari anak-anak di dukuh Curug RT 001/RW 003, desa Margohayu Karangawen Demak cara membuat APD (alat pelindung diri)  face shield (pelindung wajah), Minggu (18/10/2020).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk cara untuk mencegah penyebaran covid-19. Selain itu, kegiatan ini merupakan program pelatihan yang ditujukan untuk anak-anak di desa tersebut sebagai bentuk pengembangan kreativitas di masa pandemi.

“Seperti yang kita tahu bahwa face shield wajah ini merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran covid-19, maka dari itu saya membuat program pelatihan ini sebagai bentuk pencegahan dan untuk mengasah kreativitas anak-anak ditengah pandemi saat ini”, ucap Novita

Selain mengajarkan cara membuat face shield, program kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas sebagai peluang usaha di tengah pandemi.

Menurut bapak Jami’an selaku ketua RT, “program yang dilakukan tersebut sangatlah membantu, selain mengajari anak-anak itu juga dapat mengasah kreativitasnya dan program tersebut juga dapat bermanfaat untuk mencegah penyebaran covid-19 di desa Margohayu”.

Selama pembuatan face shield anak-anak merasa senang dan memiliki kepuasan tersendiri sebab mereka dapat membuat APD nya sendiri. Selain itu orang tua juga merasa senang dan lebih tenang dengan adanya program tersebut, dikarenakan sebelum adanya program tersebut anak-anak sering mengeluhkan jika terlalu lama memakai masker membuatnya susah bernafas dan tidak nyaman.

“Sebelum adanya program ini anak saya sering mengeluhkan jika memakai masker terlalu lama membuatnya tidak nyaman dan susah bernafas, tetapi setelah adanya program ini saat anak saya menggunakan APD merasa nyaman dan senang sebab lebih bebas beraktivitas”, kata Rifatun, ibu dari salah satu anak yang mengikuti program ini./ Novita Laila Sulistyowati

Saudi Umumkan Tatacara Umrah Aman

RIYADH(Jurnalislam.com) — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan aturan untuk pelaksanaan ritual umroh yang aman. Aturan ini disampaikan sebelum menerima jamaah umroh asing secara bertahap, mulai 1 November 2020.

Di bawah protokol baru, hanya jamaah umrah asing berusia antara 18 dan 50 yang diizinkan melakukan umrah.

Tak hanya itu, jamaah umroh diwajibkan memiliki surat keterangan tes kesehatan PCR yang menunjukkan dirinya bebas dari virus Covid-19. Surat dikeluarkan oleh laboratorium terpercaya di negara masing-masing, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga saat pemberangkatan ke Kerajaan.

Jamaah juga harus sudah mendapatkan izin reservasi pelaksanaan umroh serta kunjungan ke Dua Masjid Suci maupun shalat di Rawdah Syarif melalui aplikasi Eatmarna.

Konfirmasi pemesanan penerbangan pulang ke negara masing-masing harus dimiliki, sesuai dengan program yang disetujui setiap jamaah.

Peraturan lain yang ditetapkan Saudi mencakup reservasi akomodasi yang komprehensif. Setiap pemesanan akomodasi harus mencakup setidaknya tiga kali makan selama periode tiga hari isolasi medis.

Selain itu, perusahaan Umrah Saudi yang ditunjuk harus bertanggung jawab menindaklanjuti penyediaan layanan yang dikontrak dalam paket umrah. Beberapa hal yang dimaksud seperti tempat tinggal, transportasi, layanan lapangan, asuransi komprehensif, dan makan.

Tak hanya itu, perusahaan Saudi wajib mengatasi kekurangan dalam layanan dan fasilitas saat pelaksanaan, serta memberikan asuransi komprehensif untuk jasa di lapangan termasuk transportasi.

Sumber: ihram.co.id

Hari Santri, Mahasiswa KKN Kelompok 35 UIN Walisongo Gelar Perlombaan  Online

DEMAK(Jurnalislam.com)– Hari Santri dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri, merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Pada Tahun ini Hari Santri diperingati ditengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tema yang diangkat  pada peringatan Hari Santri Nasional 2020 yaitu “Santri Sehat, Indonesia Kuat”.

Untuk memeriahkan Hari Santri, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah ke-75 UIN Walisongo Semarang kelompok 35 mengadakan lomba santri online yang dilaksanakan  dirumah masing-masing para peserta. Lomba dikoordinir oleh Ana Nur Wahidah.

Selain itu, Ana Nur Wahidah mengatakan “ Tujuan diadakannya kegiatan lomba adalah sebagai ajang pengingat sekaligus bentuk Hormat kepada para ulama dan santri yang telah berjuang mempertahankan tanah air”.

Ketua KKN Kelompok 35 , Choirul Huda mengatakan, ada 2 cabang lomba yaitu adzan dan kaligrafi. Acara lomba ini ditujukan untuk umum. Pendaftaran dibuka tanggal 6–20 Oktober, penilaian tanggal 21 Oktober, dan pengumuman tanggal 22. Lomba Adzan diikuti  4 anak, dan lomba kaligrafi diikuti 6 anak. Perlombaan ini dilakukan melalui medsos yaitu Instagram atau Facebook posko 35. Perlombaan ini dimenangkan oleh Zaenul Abidin untuk cabang adzan dan Janisa Zulfa Annahdliyah untuk kaligrafi yang diumumkan pada Kamis (22/20).

“Saya menjadi seorang Marbot (tukang adzan ) jadi, Saya ingin mencoba ikut lomba yang diadakan KKN UIN Walisongo posko 35.  Itupun lomba Adzan yang saya ikuti pertama kali, dengan motivasi untuk memeriahkan acara yang diadakan KKN UIN Walisongo,” kata Zaenul Abidin, peserta lomba.

Momentum memperingati hari Santri hanya berlangsung setahun sekali. KKN UIN Walisongo posko 35 Membuat kegiatan lomba Harapannya meski sedang masa pandemi, tidak menurunkan semangat para Santri dalam mengabdi dan menebar manfaat. Semoga NKRI aman, damai dan Sejahtera ./*Winda Awaliya

FKUB dan Pemda Diharap Kolaborasi Jaga Kerukunan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga kerukunan sangat penting. Karenanya, Wamenag berharap Pemda dapat memberdayakan FKUB di daerahnya masing-masing.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat bertemu Forkompimda dan FKUB Kabupaten Flores Timur, di Larantuka. Menurutnya, FKUB berperan sebagai mediatator dan katalisator pada setiap konflik yang terjadi di suatu daerah.

“Peran tokoh agama yang tergabung dalam FKUB itu sangat penting dalam menekan setiap konflik yang terjadi di daerah, terlebih konflik yang berhubungan dengan masalah keagamaan,” jelas Wamenag, Jumat (23/10).

“Kementerian Agama menaruh harapan agar FKUB di setiap Kabupaten/kota diberdayakan, salah satunya dengan memberi dukungan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan tugas, fungsi, dan perannya,” sambungnya.

Wamenag menjelaskan,  Kementerian Agama selama ini telah mengalokasikan anggaran operasional FKUB untuk tugas merawat kerukunan umat. Setiap FKUB di Kabupaten/Kota mendapat anggaran sebesar 40 sampai 50 juta rupiah. “Anggaran tersebut tentu masih sangat minim. Sehingga , Pemerintah Daerah diharapkan juga mempunyai perhatian lebih bagi FKUB dengan menyiapkan anggaran yang secukupnya,” tutur Wamenag.

Wamenag mengapresiasi kiprah FKUB yang terus berupaya merawat kerukunan umat, serta meminimalisir  setiap potensi konflik di daerahnya. Salah satunya yang dilakukan oleh tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Flores Timur.

“Tokoh agama di daerah sangat diharapkan dapat  terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti kerukunan dan kedamaian. Sebab masyarakat kita umumnya mau mendengar pesan para tokoh,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Flores Timur  Antonius Hubertus Gege Hajon menjelaskan kondisi kerukunan di Kabupaten Flores Timur yang terawatt dengan  baik. Menurutnya, itu  didasari kentalnya budaya saling menghargai masyarakat Flores Timur. Anton Hajon bahkan yakin  bahwa Kabupaten Flores Timur adalah laboratorium kerukunan di NTT.

Hadir juga dalam pertemuan ini, Anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar, Kakanwil Kementerian Agama NTT, Sarman Marselinus, bersama jajarannya.

Selain bertemu Forkopimda dan FKUB, selama di NTT, Wamenag juga meresmikan Gedung Workshop MAN 2 Flores Timur di Lamakera, meletakan batu pertama pembangunan gedung asrama MAN 2 Flores Timur, serta meletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung desa Tanawerang Solor Timur dan MAN 2 Flores Timur sebagai akses ke luar masuk di kompleks bukit peradaban Lamakera

 

Menag Apresiasi Perkembangan Wakaf di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi dan menyambut baik hadirnya Bunda Wakaf Wanita Islam. Inovasi dalam pengelolaan wakaf ini digawangi oleh Pengurus Pusat Wanita Islam.

“Kami menyambut baik peran PP Wanita Islam terkait produk Bunda Wakaf. Ini adalah bagian dari partisipasi yang positif,” terang Menag saat memberikan sambutan dalam Launching Bunda Wakaf Wanita Islam yang digelar secara daring, Minggu (25/10).

Hadir juga sebagai pembicara, Ketua Badan Wakaf Indonesia M Nuh dan Ketua PP Wanita Islam Marfuah Musthofa. 

“Kami berharap produk wakaf ini dapat menjembatani umat dalam menunaikan wakafnya, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi dan kesejahteraan,” lanjutnya. 

Menag juga berharap gagasan PP Wanita Islam melahirkan Bunda Wakaf dapat mendorong umat Islam terus memaksimalkan potensi wakaf. Menurutnya, Kementerian Agama juga terus berupaya meningkatkan tata kelola perwakafan. Hal itu sebagai salah satu langkah nyata Kemenag dalam memperkuat filantropi Islam. 

Apalagi, lanjut Menag, potensi wakaf sangat besar namun belum sepenuhnya dapat dikelola secara optimal. Tanah wakaf saat ini tersebar di ribuan tempat. Potensi wakaf uang juga jauh lebih besar. 

Dalam beberapa dekade terakhir, lanjut Menag, pengelolaan perwakafan terus mengalami banyak kemajuan. Lembaga pengelola wakaf mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, sementara pemanfaatan tanah wakaf juga terus didorong lebih produktif. “Kemenag terus tingkatkan tata kelola perwakafan. Regulasi perwakafan terus disempurnakan dan mendorong partisipasi publik yang lebih luas,” ujarnya.

Menag menjelaskan, di antara isu wakaf yang saat ini sedang digaungkan secara luas adalah wakaf uang. Wakaf uang merupakan salah satu instrumen perwakafan yang potensial menjadi sumber pendanaan sosial keagamaan. Selain potensinya yang besar, wakaf uang juga sangat mudah dan ringan ditunaikan. Semua elemen umat islam dapat berpartisipasi dalam wakaf uang ini. “Tugas kita adalah menyiapkan infrastruktur agar wakaf uang ini menjadi besar,” tegas Menag. 

Produk wakaf lainnya yang baru dirilisa adalah cash waqf linked sukuk (CWLS). Ini adalah terobosan dan inovasi gerakan wakaf Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya CWLS, kita berharap semakin banyak elemen masyarakat berpartisipasi dan berwakaf,” harap Menag. 

Menag menilai, partisipasi publik yang luas menjadi kata kunci dalam pengelolaan perwakafan. Pemerintah terus mendorong elemen masyarakat, utamanya ormas Islam, untuk terus berpartisipasi melahirkan inovasi pengelolaan wakaf. 

“Kita berharap masyarakat semakin dimudahkan untuk berwakaf dan obyek wakaf juga lebih produktif dan luas manfaatnya bagi kepentingan agama dan bangsa,” tandasnya.
 

Hamas: Presiden Prancis Berupaya Hidupkan Kembali Perang Salib

ANKARA(Jurnalislam.com) — Hamas Sabtu kemarin, merespons Prancis dengan kecaman. Pasalnya, kartun Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan, termasuk simbol-simbol Islam itu, dipandangnya merendahkan nilai-nilai Islam.

“Dorongan Presiden Prancis Emmanuel Marcon untuk menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW, adalah upaya untuk menghidupkan kembali Perang Salib di mana Prancis adalah sumber debutnya,” kata Sami Abu Zuhri, juru bicara senior untuk kelompok Palestina, Hamas, mengutip Anadolu Agency, Ahad (25/10).

Dirinya menambahkan, penerbitan kartun itu juga dilakukan untuk memprovokasi. Khususnya perasaan umat Muslim dan agresi terhadap agama serta keyakinannya.

Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengecam pembunuhan yang menewaskan Samuel Paty, seorang guru sejarah di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, yang ditemukan meninggal pada Jumat (16/10), dengan keadaan kepala terpenggal.

Dalam pidatonya pada Rabu (21/10), Macron menuduh kelompok Islam militan domestik terlibat dalam kasus ini, dan memerintahkan kelompok yang disebut sebagai Collective Cheikh Yassine itu untuk dibubarkan. Kelompok itu diketahui didirikan pada awal 2000-an oleh seorang pria yang menjadi salah satu pelaku pembunuhan Paty.

Di kesempatan yang sama, Macron menginstruksikan Masjid Pantin, sebuah masjid di pinggiran timur laut Paris, untuk ditutup. Penutupan itu lakukan setelah diketahui, salah satu jamaahnya, yang merupakan wali murid di tempat Paty mengajar, sempat menyampaikan keluhan di media sosial dan mengatakan bahwa Paty telah meminta putrinya, dan beberapa murid beragama Islam lain untuk meninggalkan kelas.

Sumber: republika.co.id

Seruan Boikot Produk Prancis Terus Menggema

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Pasca pemenggalan kepala seorang guru penghina Nabi, pemerintah Prancis memasang karikatur Charlie Hebdo penghina Rasulullah di gedung pemerintahannya

Hal ini mendapat kecaman dari berbagai elemen umat Islam. Jamaah Ansharus Syariah (JAS) mengecam penghinaan pemerintah Prancis kepada Rasulullah.

“Mengecam keras tindakan penghinaan terhadap kehormatan Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan dengan kartun yang mengandung unsur pelecehan,” kata Abdul Rachim Ba’asyir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (25/10/2020).

Ia mengajak seluruh umat Islam di Indonesia maupun di dunia untuk bereaksi dan melakukan protes keras terhadap pemerintahan Macron di Prancis serta melakukan Protes kepada seluruh perwakilan pemerintah Prancis di berbagai negara Muslim,” kata dia.
Ia menyerukan

“Mengajak seluruh umat Islam di dunia untuk melakukan pemboikotan terhadap segala bentuk produk buatan Prancis, sebagai bentuk tekanan ekonomi,” pungkasnya.

Kecam Prancis, JAS: Penghinaan Rasulullah Justru di Bulan Beliau Lahir

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Pasca pemenggalan kepala seorang guru penghina Nabi, pemerintah Prancis memasang karikatur Charlie Hebdo penghina Rasulullah di gedung pemerintahannya

Hal ini mendapat kecaman dari berbagai elemen umat Islam. Jamaah Ansharus Syariah (JAS) mengecam penghinaan pemerintah Prancis kepada Rasulullah.

“Mengecam keras tindakan penghinaan terhadap kehormatan Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan dengan kartun yang mengandung unsur pelecehan,” kata Jubir JAS  Abdul Rachim Ba’asyir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (25/10/2020).

Pihaknya juga mengecam keras tindakan brutal dan kekerasan kalangan anti Islam yang meningkat terhadap umat Islam dan tempat-tempat ibadah mereka serta penangkapan terhadap para pemuda Muslim yang tak bersalah.

Ia menduga kuat bahwa perlakuan pelecehan terhadap kehormatan Nabi Muhammad SAW. ini sengaja dilakukan sebagai bentuk provokasi dan upaya memancing kemarahan umat Islam mengingat peristiwa pelecehan ini dilakukan di bulan kelahiran Nabi Muhammad.

“Kami memprotes sikap pemimpin Prancis Emmanuel Macron yang menyetujui dan memberikan jalan bagi penghinaan terhadap ajaran serta keyakinan agama Islam, serta memperkeruh situasi dan merusak upaya perdamaian dunia,” pungkasnya.