Hari Pahlawan, Kemenag Ingatkan Perjuangan Bung Tomo

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sekretaris Ditjen Bimas Islam M Fuad Nasar mengatakan bahwa generasi penerus bangsa perlu belajar dari kepeloporan dan keteladanan Bung Tomo, utamanya terkait jiwa patriot bangsa yang lurus dan ikhlas.

Hal ini disampaikan Fuad Nasar saat mengumumkan finalis Penerima Penghargaan 100 Tahun Bung Tomo untuk Kategori Bidang Aksi Kepeloporan Penanggulangan Dampak Pandemi. Pengumuman disampaikan dalam webinar yang berlangsung Selasa (10/11).

“Semoga semangat kepeloporan dan keteladanan Bung Tomo sebagai patriot bangsa yang lurus dan ikhlas akan terpatri selalu di hati para pemimpin dan menginspirasi generasi penerus,” terang M Fuad Nasar.

Juara pertama Bidang Aksi Kepeloporan Penanggulangan Dampak Pandemi ini dimenangkan oleh Muthmainah Bahri dari Banten. Kepada pemenang dan para nominasi finalis, Fuad mengucapkan selamat atas karya-karyanya. “Semoga dapat terus memberikan manfaat dan menggerakan semangat masyarakat, untuk bisa terus berbuat memberikan manfaat kepada rakyat Indonesia,” tuturnya.

Penghargaan 100 Tahun Bung Tomo dan Mengenang 75 Tahun Pertempuran 10 November 1945 adalah sebuah upaya sederhana yang dilakukan secara virtual untuk mengaktualisasikan hasil karya anak bangsa. Ajang lomba video ini digelar oleh keluarga besar Pahlawan Nasional Bung Tomo.

Pendaftaran dan pengiriman karya berlangsung dari 12 – 26 Oktober 2020. Total ada 196 peserta yang mengirimkan video untuk selanjutnya dilakukan penilaian.

Ada tiga kategori lomba, yaitu:  Aksi Kepeloporan Penanggulangan Dampak Pandemi, Pidato Semangat Perjuangan, dan Puisi Syukur Kebangsaan. Puncak kompetisi ini adalah pengumuman pemenang yang dikemas dalam webinar nasional hari pahlawan.

Dewan Juri yang terlibat dalam ajang ini terdiri atas sejumlah tokoh nasional, yaitu: Erros Djarot, Najwa Shihab, Fajar Putu Arcana, M Fuad Nasar, Imam Budi Prasodjo, Effendi Ghazali, Jaya Suprana, Inayah Wahid, dan Sujiwo Tedjo. Berikut tujuh peserta yang ditetapkan sebagai pemenang:

  1. Muthmainah Bahri dari Banten (Juara I Bidang Aksi Kepeloporan)
    2. Hasna Rafida Sari dari Pacitan (Juara I Puisi Syukur Kebangsaan)
  2. Rahmat Alamain Maba dari Ambon (Juara II Puisi Syukur Kebangsaan)
    4. Ayu Puspa Nanda dari Banten (Juara III Puisi Syukur Kebangsaan)
  3. Pemenang Apresiasi Karya Lomba Pidato Semangat Perjuangan:
    A. Fahri dari Aceh
    B. Nazamudin Syain dari Alor NTT
    C. Dian Nurofiq dari Banyumas

 

Pemberi Laporan Hoaks tentang HRS kepada Saudi Diduga Pejabat Tinggi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab menepis kabar bohong yang menyebutkan dirinya bermasalah di Arab Saudi.

“Kemudian yang perlu saya sampaikan juga, kenapa muncul aneka ragam isu-isu, rumor. Saya dibilang mau dideportasi, overstay, dst. Jadi yang mau saya sampaikan disini,  itu hoaks, tidak benar,” kata Habib Rizieq, Selasa (10/11/2020).

Pada awalnya Habib mengatakan bahwa pemerintah Saudi mendapat berita bohong tentang dirinya, sehingga Habib tidak bisa pulang karena alasan keamanan.

Setelah diklarifikasi, Saudi mengaku bahwa ada informasi sampah yang masuk ke pihaknya.

“Saya tidak mau menuduh siapa yang menyampaikan ini, tapi ini ada dan ini bukan laporan dari orang biasa. Kalau laporannya dari orang biasa gak bakal dihiraukan oleh pemerintah Saudi, ini tingkat negara bukan tingkat RT atau RW. Negara Saudi mendapatkan laporan, berarti yang memberikan laporan ini tingkat tinggi juga,” kata Habib.

Pihak Saudi menanyakan apakah Habib memiliki kasus hukum, tapi rupanya tidak benar. Habib juga dituding dikejar Badan Intelijen. Habib membuka bahwa ada perjanjian dan tidak ada masalah. Walhasil, pemerintah Saudi meminta maaf kepada Habib Rizieq.

Cadar dan Marwah Islam

Oleh : Jumi Yanti Sutisna*

Rabu yang lalu (4/11/2020) sekitar pukul 10 pagi seorang wanita bercadar di Tangerang pulang dari pasar bersama keponakannya yang berusia 4 tahun, melewati rumah seorang tokoh masyarakat yang disebut ustadz oleh warga setempat. Tokoh masyarakat itu sedang mengobrol ditengah jalan  bersama seorang laki-laki, wanita bercadar bersama keponakannya lewat dan permisi.

Tanpa diduga tokoh masyarakat yang disebut ustadz itu menarik cadar milik wanita itu sehingga cadar terlepas dan jilbab yang dikenakan wanita menjadi berantakan. Melihat itu, sontak tokoh masyarakat yang menarik cadar dan laki-laki yang bersamanya tertawa. Namun, setelah di klarifikasi oleh pengacara muslim, tokoh masyarakat itu berdalih yang dilakukannya adalah candaan semata, tidak bermaksud melakukan pelecehan terhadap muslimah dan syariah cadar.

 

Peristiwa penarikan cadar ini membuat kita teringat pada salah satu adegan film kontraversial ‘My Flag’ yang ditayangkan NU Channel belum lama ini. Dimana ada adegan perselisihan dan penarikkan cadar. Entah, apakah peristiwa penarikkan cadar di Tangerang oleh tokoh masyarakat ini terinspirasi dari film ‘My Flag’ atau tidak, namun tetap ini adalah sebuah pelecehan yang menghinakan marwah Islam.

 

Pelecehan terhadap muslimah dan cadar ini bukan hanya mengingatkan kepada salah satu adegan film ‘My Flag’ melainkan juga mengingatkan pada kisah yang terjadi semasa hidup Rasulullah.

 

Seorang muslimah datang ke pasar Yahudi Bani Qainuqa’ membawa perhiasan dan duduk menghadapi tukang emas. Tukang emas dari kalangan yahudi menginginkan muslimah tersebut memperlihatkan wajahnya. Namun muslimah itu menolak. Kemudian seorang yahudi yang lain diam-diam dari belakang mengaitkan ujung baju muslimah itu dengan sebatang penyemat ke punggungnya, ketika muslimah itu berdiri, tampaklah auratnya. Mereka yahudi ramai-ramai menertawakannya, sedangkan muslimah itu menjerit.

 

Atas jeritan muslimah itu, datanglah seorang laki-laki Muslim dan langsung menghajar tukang emas dan membunuh seorang yahudi yang melecehkan muslimah itu. Orang-orang yahudi yang lain pun berdatangan dan membunuh laki-laki Muslim itu.

 

Mendengar ini, Rasululullah mengingatkan para yahudi agar tidak mengganggu kaum Muslimin dan supaya tetap memelihara perjanjian perdamaian yang sudah ada. Jika tidak, yahudi akan mengalami nasib seperti orang-orang Quraisy yang dikalahkan di perang Badar. Namun rupanya peringatan Rasululullah tidak diindahkan.

 

Bahkan kaum yahudi menantang “Muhammad, jangan kau tertipu karena kau sudah berhadapan dengan suatu golongan yang tidak punya pengetahuan berperang sehingga engkau mendapat kesempatan mengalahkan mereka. Tetapi kalau kami yang memerangimu, niscaya akan kau ketahui, bahwa kami inilah orangnya” .

 

Salah satu adab Islam, ibarat lebah tidak akan mengusik jika tidak diusik, namun demi kemuliaan Islam jika lawan menantang maka sebuah larangan untuk lari kebelakang.

 

Rasulullah dan kaum Muslimin menjawab tantangan yahudi dengan mengepung selama lima belas hari berturut-turut. Tidak ada satu orang pun yahudi yang dapat keluar, juga tak ada yang dapat masuk membawakan makanan. Sehingga, tidak ada pilihan bagi yahudi kecuali menyerah dan tunduk pada aturan Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengambil keputusan untuk mengusir yahudi Bani Qainuqa’ dari Madinah. Pengusiran yahudi Bani Qainuqa’ ini membuat yahudi lain yang masih berada di Madinah menjadi lemah.

 

Inilah sikap Rasulullah saat marwah muslimah dan Islam dilecehkan. Rasulullah sebagai teladan kelembutan dan pemaaf seperti yang pernah ia lakukan saat penduduk Thaif melecehkannya namun disaat yang berbeda tatkala marwah agama dihinakan dan dilecehkan seperti yang dilakukan oleh oknum Yahudi Bani Qainuqa’ yang kemudian didukung oleh sesamanya, Rasulullah mengambil tindakan tegas pengusiran, demi marwah Islam.

 

Pun tak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh para sahabat dan para Khalifah dalam menjaga marwah Islam.

 

Sultan Abdul Hamid II mengirim surat ultimatum kepada pemerintah Perancis dan Inggris saat mereka menghinakan marwah Rasulullah melalui sebuah pertunjukkan drama, sehingga dengan ultimatum itu Perancis menghentikan pertunjukkannya dan Inggris membatalkan pertunjukkannya.

 

Jika kita mau mempelajari, bukankah sama pola musuh Islam dalam menunjukkan kebenciannya pada Islam. Baik itu dari kaum kafir maupun dari kaum munafik.

Tidak jauh berbeda bagaimana cara mereka menunjukkan kebencian pada Islam, terus menerus, lagi dan lagi, seperti yang dikabarkan oleh firman allah SWT,

 

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah : 32)

 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

 

Disinilah sebenarnya Allah ingin menunjukkan kebenaran seorang muslim dalam kecintaan kepada agamanya, apakah mereka berdiam diri dengan dalih Rasululullah adalah seorang pemaaf yang memaafkan penduduk Thaif kala menghinakannya. Bukankah itu soal yang berbeda? Dan bukankah Rasulullah pun telah memberi contoh tegas tatkala marwah muslimah dan agama dihinakan.

 

Rasulullah para sahabat serta orang-orang terdahulu telah memberi contoh terbaik dalam menyikapi kebencian-kebencian itu. Akan menjadi sebuah langkah terbaik dan solusi terbaik adalah meneladani apa yang mereka lakukan, karena mereka telah memberi bukti bagaimana cara menjaga marwah agama ini.

 

Berdiam tidak melakukan pembelaan saat agama dilecehkan dengan dalih toleransi? Kita bisa menengok Sultan Abdul Hamid II bertindak tegas dengan mengirim surat ultimatum kepada Inggris saat Inggris memiliki rencana mengadakan pertunjukan drama yang menghinakan Rasulullah, padahal antara Sultan Abdul Hamid II dan Inggris kala itu memiliki hubungan diplomatik yang baik.

 

Jangan-jangan kita yang berdiam diri atas pelecehan syariah dan agama hanya mencari-cari alasan atas lemahnya iman dan ketakutan yang besar akan kesulitan yang dihadapi jika membela agama Allah. Padahal firman Allah SWT,

 

“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al- Ankabut : 2 )

 

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah : 214)”.

 

Atau kaum muslimin bersantai dan berdiam diri dengan pelecehan terhadap agama karena merasa bahwa kaum muslimin masih lemah, belum memiliki kekuatan dan kekuasaan seperti yang telah dimiliki para Khalifah.

 

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman” (QS. Ali-Imran : 139)

 

Bukankah banyak sejarah menceritakan kaum muslimin memperoleh kemenangan atas kekuatan musuh Islam yang tampak lebih hebat?

Seperti halnya perang Badar rasio pasukan Muslimin dan musuh Islam adalah 1 : 3, 313 pasukan muslim dan 950 pasukan kafir. Kemudian Thariq bin Ziyad bersama pasukannya menaklukkkan benteng-benteng kuat Andalusia. Muhammad Al-Fatih bersama pasukannya yang mampu menembus kuatnya benteng Konstatinopel dengan cara yang tidak terpikirkan oleh musuh Islam, dan banyak lagi. Rupanya kesemua diperoleh dengan kuatnya keyakinan dan menjadikan dunia sebagai sarana saja.

 

Masih adakah alasan bagi kaum Muslimin untuk tidak melakukan pembelaan terhadap semua jenis penghinaan dan pelecehan terhadap Islam, padahal telah dikabarkan oleh Allah bahwa muslimin memiliki derajat yang lebih tinggi jika mereka beriman. Atau apakah ada pilihan yang lain yaitu kemunafikan.

*Penulis adalah Jurnalis

Rayakan Kedatangan Habib Rizieq Shihab, FUIB Pasuruan Pasang Baliho Dibeberapa Tempat

BANGIL(Jurnalislam.com)- Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Pasuruan punya cara tersendiri menyambut kepulangan Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Hussein Syihab, yaitu dengan memasang baliho disejumlah titik strategis di kabupaten Pasuruan.

Pemasangan dilakukan pada Senin malam, (9/11/2020). Salah satu nya di depan Masjid Manarul Islam Bangil, jl. Merdeka no. 1, kecamatan Bangil.

“Kami sambut dengan pemasangan baliho ucapan Ahlan wa Sahlan wa Marhaban”, kata Habib M. Nizar BSA selaku ketua umum FUIB Pasuruan.

“Kami mengambil dibeberapa titik yaitu di Masjid Agung Bangil, Masjid Manarul Islam Bangil, dan sejumlah spot akses masuk kota Bangil,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa baliho tersebut menunjukkan kerinduan kepada sosok pemimpin yang menjadi panutan umat.

“Kita memang tidak hadir ke Jakarta, namun sambutan umat Islam di Pasuruan tetap kami lakukan. Dibuktikan dengan seluruh komponen FUIB turut serta proses pembuatan hingga pemasangan baliho itu”, terangnya.

Ketika ditanya apa harapan FUIB Pasuruan dengan kepulangan IB Habib Muhammad Rizieq Hussein Syihab, Habib Nizar mengatakan “Kami berharap revolusi akhlaq bangsa ini benar-benar diwujudkan”, tegasnya.

Sebagaimana diketahui FUIB merupakan wadah silaturahim ukhuwah Islamiyah sejumlah organisasi massa Islam, lembaga da’wah, dan takmir masjid yang berupaya menjadi bagian amar ma’ruf nahi munkar di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kontributor: NAS

Habib Rizieq Tiba di Indonesia, Takbir Menggema di Bandara Soeta

SOETA(Jurnalislam.com) Massa pendukung di markas Front Pembela Islam (FPI) menyebut bahwa Habib Rizieq Shihab telah tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Berdasarkan pantauan Okezone di markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020), seorang orator di atas mobil komando mengumumkan bahwa Habib Rizieq telah tiba di Tanah Air Indonesia.

Namun, saat ini Habib Rizieq dikatakan masih berada di Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Mendengar pengumuman itu, massa pendukung Imam Besar FPI itupun langsung menggemakan takbir.

“Beliau masih di bandara sudah menginjakan kaki kembali ke tanah air tercinta,” kata seorang orator dengan disambut pekik takbir oleh massa yang hadir di markas FPI.

Lantunan selawat, zikir dan takbir pun saat ini terus menggema di markas FPI. Massa juga terpantau terus berdatangan ke lokasi ini.

Seperti diketahui, Habib Rizieq telah bertolak ke Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Mekah. Dia akan dijemput oleh para ustaz, habaib, hingga orang-orang terdekat dari Habib Rizieq.

Sesampainya Rizieq di Indonesia, dijadwalkan Ia akan langsung menuju ke markas FPI yang ada di Petamburan, Jakarta Pusat.

Sumber: okezone

Umat Antusias Sambut Habib Rizieq, Ketidakhadiran Pemerintah Dipertanyakan

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Habib Rizieq dijadwalkan akan tiba di Indonesia hari ini, Selasa (10/11/2020) sekira pukul 9.00 WIB melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Menanggapi hal itu, Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyinggung para pemimpin negara yang terkesan tidak senang melihat kepulangannya.

Fahri Hamzah mempertanyakan, apa alasan yang menghalangi pemimpin negara tersebut untuk hanya sekadar mengucapkan selamat datang kepada Imam Besar FPI ini.

Padahal kepulangan Habib Rizieq sendiri disambut dan dinanti-nantikan publik.

Dengan kata lain, masyarakat saja ikut menyambut hangat kepulangannya, kenapa pemerintah justru mengesankan sebaliknya.

Ada seorang tokoh, diakui atau tidak, ia disambut kedatangannya. Perpisahannya mengharukan dan pertemuannya dinantikan. Mengapa pemimpin negara tidak ikut pada perasaan sukacita bangsa?” kata Fahri lewat jejaring Twitter miliknya, Senin (9/11/2020) malam.

“Apa yang menghalanginya mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air?” lanjutnya.

Sumber: suara.com

 

 

Massa Terus Berdatangan Datangi Bandara Sambut Habib Rizieq

SOETA(Jurnalislam.com) – Massa mulai berdatangan ke Bandara Soekarno Hatta untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq Syihab yang diperkirakan akan tiba hari ini pada Selasa, 10 November 2020.

Dalam kanal YouTube Front TV, massa terlihat berbondong-bongdong, berpakaian putih-putih tampak bernyanyi-nyanyi berjalan menuju bandara Soekarno Hatta.

Beberapa massa mengeluarkan ponsel untuk mendokumentasi pergerakan menuju Bandara Soetta. Massa juga terlihat memakai masker.

“Subuh hari Selasa tanggal 10 November 2020,” kata seseorang dalam video berdurasi 3.33 menit dengan judul ‘Situasi Terkini Bandara Soetta’.

Sementara itu di video terpisah yang disiarkan secara live oleh kanal YouTube Front TV, disebutkan situasi terkini perjalanan pesawat Habib Rizieq Syihab.

Video itu memperlihatkan flight radar yang ditumpangi Habib Rizieq.

sumber: pikiran-rakyat

#WelcomeBackIBHRS Jadi Trending Topik

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Jelang kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) hastag #WelcomeBackIBHRS menempati trending topik pertama twitter di Indonesia.

Hastag #WelcomeBackIBHRS telah menempati urutan pertama sejak senin, (9/10/2020) malam.

Sebelumnya, dalam video yang dibagikan oleh akun @DPPFPI_ID Front Pembela Islam membagikan video pernyataan dari Menkopolhukam Prof Mahfud MD yang tidak melarang masyarakat yang ingin menjemput HRS namun harus tetap taat protokol kesehatan.

“Bahwa Habib Rizieq ini pulang untuk melakukan revolusi akhlak, revolusi akhlak ini akan menimbulkan kebaikan oleh sebab itu, semuanya harus tertib, silahkan menjemput namun harus tertib, rukun dan damai seperti yang selama ini dianjurkan oleh Habib Rizieq,” terang Prof Mahfud

“Oleh sebab itu mereka yang berbuat ribut, berbuat rusuh, kita anggap bukan pengikutnya Habib Rizieq, kalau pengikutnya Habib Rizieq pasti yang baik baik, pasti revolusi akhlak,” imbuhnya.

Sementara akun @RomitsuT mengaku sangat bahagia dengan kedatangan HRS, ia bahkan menyertakan emot menangis dan mengupload video yang menampilkan HRS dan keluarganya berada di King Abdulaziz International Airport.

“Air mata kang ojek menetes tak mampu lagi menahannya,” ungkapnya.

Sementara menurut keterangan yang disampaikan dalam akun milik FPI, bahwa FPI tidak mengajak maupun melarang siapapun untuk menjemput HRS.

“Bagi yang akan menjemput, tetap ikuti protokol kesehatan dan menjaga ketertiban baik di jalan maupun di Bandara,” terangnya.

PA 212: Kepulangan Habib Rizieq Masih Sesuai Rencana

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengatakan rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihabdi Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini masih sesuai rencana.

Rencananya, Habib Rizieq Shihab tiba di Indonesia melalui Bandara Soetta sekitar pukul 09.00 WIB. “Insya Allah (masih sesuai rencana),” kata Slamet saat dikonfirmasi Okezone di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Senada dengan Slamet, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengatakan hal yang sama. Menurutnya jadwal Habib Rizieq tiba masih sesuai dengan rencana. “Sesuai dengan rencana,” ujar Munarman.

Diketahui Habib Rizieq akan berangkat pulang ke Indonesia pada Senin, 9 November waktu Arab Saudi. Habib Rizieq akan menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 816. “Saya mau umumkan Insya Allah saya dan keluarga hari Senin tanggal 9 November jam 19.30 waktu Saudia akan terbang dari Bandara Kota Jeddah dengan pesawat Saudia Airlines Nomor SV 816 Insya Allah,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq akan tiba di Indonesia, tepatnya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada Selasa 10 November 2020 pukul 09.00 WIB. Ia akan turun dari pesawat di Terminal 3

Sumber: sindonews.com

Hamas Minta Biden Batalkan Keputusan Yerusalem Ibu Kota Israel

GAZA(Jurnalislam.com)– Pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, mendesak presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk membatalkan apa yang disebut dengan solusi ala Presiden Donald Trump “Kesepakatan Abad Ini”.

Melalui pernyataan Haniyah meminta pemerintahan Biden agar mencabut pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedutaan besar ke kota suci tersebut.

Seperti diketahui kesepakatan ala Trump itu merujuk pada Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak dapat terbagi dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar wilayah Tepi Barat. Rencana Trump, yang mengundang badai kecaman dari rakyat Palestina, menyerukan pendirian negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan dengan jembatan dan terowongan.

Haniyah mendesak Biden agar meralat arah kebijakan AS yang tak adil terhadap rakyat (Palestina) yang menjadikan Paman Sam mitra (bagi Israel) dalam penindasan dan agresi.”

Pemimpin Hamas menyeru pemerintahan AS yang baru untuk menghormati iktikad rakyat Palestina beserta pilihan demokratis mereka. AS juga juga mesti menahan diri dari kebijakan yang menekan rakyat dan negara-negara kawasan untuk menormalisasi hubungan dengan pendudukan (Israel).

Diperhitungkan oleh media besar AS, Joe Biden (77), diumumkan sebagai Presiden AS ke-46 setelah mengalahkan Trump pada pilpres tahun ini.

Sumber: republika.co.id