13 Jamaah Umroh Indonesia Positif Covid-19

 JAKARTA(Jurnalislam.com) –– Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan ada jamaah dari Indonesia yang positif covid-19 di Tanah Suci saat pelaksanaan ibadah umroh masa pandemi. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, HM Arfi Hatim.

Arfi mengatakan, untuk gelombang pertama, ada delapan jamaah yang telah melakukan PCR/Swab test dan hasilnya positif Covid-19. Dan, untuk gelombang yang kedua ada lima jamaah yang positif.

Lalu, untuk gelombang yang ketiga tidak ada jamaah yang positif Covid-19. Ia menambahkan secara keseluruhan ada 13 jamaah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Suci.

sumber: republika.

Sebut Ahlan Habib Rizieq, Prajurit TNI Disanksi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Seorang prajurit TNI AU membuat video saat menyanyikan lagu sambutan atas kedatangan Habib Rizieq Syihab, yang kemudian viral. Prajurit TNI berinisial Serka BDS itu kini ditahan POM TNI AU atas tindakannya.

Dalam video yang viral di media sosial, Serka BDS memakai pakaian dinas lapangan (PDL) TNI dengan pet biru khas TNI AU. Saat bersenandung, ia menurunkan separuh maskernya.

Pada video berdurasi 24 detik itu, Serka BDS bernyanyi dengan nada-nada religi. Kata-katanya ia ganti dengan kalimat penyambutan kepada Habib Rizieq, pimpinan FPI, yang baru tiba dari Arab Saudi ke Tanah Air.

“Marhaban pemimpin FPI, Allah… Allah…. Disambut prajurit TNI, Allah… Allah…. Marhaban Ahlan Wa Sahlan, Marhaban Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahu Akbar!” demikian syair lagu yang dinyanyikan Serka BDS. Di akhir videonya, Serka BDS berpose salam komando.

Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto membenarkan pria yang berada dalam video viral tersebut adalah prajuritnya. Serka BDS merupakan salah satu personel dari Satuan Pemeliharaan (Sathar) yang bermarkas di Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Memang itu anggota TNI AU. Dia sudah melanggar hukum disiplin militer. Akan kita tindak tapi harus menunggu penyelidikan oleh POM (Polisi Militer) dan intelijen,” ujar Marsma Fajar saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (11/11/2020).

Serka BDS kini sudah ditahan. POM TNI AU (Pomau) sedang melakukan penyelidikan terhadap Serka BDS.

“Sekarang sudah ditahan di POM, sedang didalami untuk kita tahu apa hukuman yang sesuai dengan yang diperbuatnya,” jelas Marsma Fajar.

Sumber: detik.com

 

Habib Rizieq Akui Tak Bermasalah di Saudi, Tuduhan Overstay Hoaks

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab menepis kabar bohong yang menyebutkan dirinya bermasalah di Arab Saudi.

“Kemudian yang perlu saya sampaikan juga, kenapa muncul aneka ragam isu-isu, rumor. Saya dibilang mau dideportasi, overstay, dst. Jadi yang mau saya sampaikan disini,  itu hoaks, tidak benar,” kata Habib Rizieq, Selasa (10/11/2020).

Menurut Habib, pada masa awal di Saudi, ia mendapat pencekalan yang menurut pemerintah Saudi karena alasan keamanan.

“Tapi pencekalan tersebut bukan karena melanggar aturan keimigrasian. Kalau ada yang mengatakan ada pelanggaran, ada pidana itu bohong, itu hoaks bahkan itu fitnah. Jadi saya dicekal “Liasbaabin Amniyah” karena alasan keamanan, itu ditulis dalam surat pencekalannya,” kata Habib.

Dalam dokumen miliknya, tidak disebutkan Habib melanggar peraturan. Kemudian Habib bertanya kepada pemerintah Saudi. Habib mendapat penjelasan kalau pemerintah Saudi mendapatkan ‘informasi sampah’ tentang Habib.

Menurut Saudi, Habib disebut dituduh buron dan memiliki kasus di Indonesia. Habib Rizieq pun menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Sampai saya terjemahkan SP3 ke Bahasa Arab,” kata Habib.

Walhasil, pemerintah Saudi meminta maaf, dan memberikan Habib Rizieq visa yang baru habis ketika Habib Rizieq memutuskan pulang ke Indonesia.

Siaga Bencana Merapi, Solopeduli Assesment dan Kordinasi Dengan Relawan

KLATEN (Jurnalislam.com)- Situasi terkini aktivitas Gunung Merapi berada pada status Siaga (level lll) dan terus mengalami peningkatan. Beberapa warga di daerah rawan erupsi diungsikan ke tempat lebih aman, terutama Lansia dan Balita. Mengingat lokasi siaga terdapat di wilayah Klaten Jawa Tengah, pihak pemerintah menginstruksikan untuk evakuasi sementara untuk kelompok rentan.

Tim LAZ Skloperuki kembali terjun langsung ke titik fokus yaitu pada Pos SAR unit Balai Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Tim Solopeduli melakukan koordinasi bersama koordinator perencanaan pengungsian, Bapak Jainu, juga dengan Kepala Desa, Bapak Sukono serta relawan dari wilayah sekitar.

Assesment dilakukan untuk memudahkan melihat kondisi wilayah dan warga untuk pemetaan posko-posko pengungsian dan penyaluran bantuan bila Gunung Merapi meletus.

Dalam assesment yang langsung dikomando Direktur Pendayagunaan Bapak Harjito, melakukan ngobrol santai ramah tamah dengan para pengungsi, salah satunya adalah mbah lasikem, Lansia yang sudah berumur 75 tahun lebih mengaku.

”Terima kasih kepada seluruh relawan yang sudah membantu, semoga gunung merapi segera mereda dan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing untuk kembali beraktivitas,” ungkapnya.

Kepala Desa Balerante, Sukono menghimbau warganya untuk tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan.

“Bahwa kondisi saat ini diperlukan koordinasi dan sinergi yang solid dari Pemerintah, Aparat keamanaan terkait, elemen masyarakat dengan relawan,” terang Sukono.

Kesiapsiagaan menghadapi merapi juga dilakukan oleh relawan sekitar.

“Untuk sementara, fokus utama dari Pos pengungsian di titik ini adalah lansia dan balita. Daya tampung pengungsian terbatas, sampai saat ini ada sekitar 88 pengungsi,” ungkap Jainu sebagai koordinator pos pengungsian pada rabu, (11/11/2020).

“Dan hasil assesment di lokasi pengungsian, terdapat kebutuhan darurat berupa peralatan balita, makanan bayi, handsanitizer, masker, tempat cuci tangan, peralatan mandi, sembako, air mineral, kasur lantai, bumbu dapur, termasuk buah-buahan,” imbuhnya.

Di tempat pengungsian juga terdapat kandang dengan daya tampung sekitar 380 hewan ternak. tempat ini digunakan untuk menampung hewan ternak milik pengungsi.

Akan Bertemu Habib Rizieq, Syekh Ali Jaber: Masyarakat Cinta Beliau

BANDUNG(Jurnalislanm.com) – Ulama Syekh Ali Jaber mengungkapkan berencana akan bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, Rabu (11/11) malam. Ia menilai Rizieq adalah sosok yang memang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat kembali ke Indonesia.

“Insya Allah, nanti malam (ketemu),” ujarnya di Cihanjuang, Rabu (11/11). Menurutnya, sambutan masyarakat atas kedatangan Habib Rizieq menunjukkan rasa cinta kepada yang bersangkutan.

“Terbukti bagaimana masyarakat Indonesia masih mencintai sosok Habib Rizieq,” katanya. Ia pun bangga dan terharu dengan sambutan luar biasa yang dilakukan oleh masyarakat kepada Habib Rizieq.

“Mungkin Anda sudah melihat, tidak ada di negara manapun, mau siapa Presiden mau sampai Raja Arab pun tidak pernah disambut seperti itu, jadi saya ikut salut, bangga dan terharu dan saya menyampaikan ahlan wa sahlan atas kedatangan Habib Rizieq kembali ke Tanah Air,” katanya.

Ia berharap Habib Rizieq dalam perlindungan Allah SWT dan bersama-sama dapat menyiarkan agama Islam dan kedamaian serta membangun Indonesia.

“Mudah-mudahan beliau dalam lindungan Allah SWT, dengan adanya beliau insya Allah kita terus menyiarkan rahmatan lil alamin, kedamaian. Kita bisa membangun bersama Indonesia lebih baik,” katanya.

Sumber:republika.co.id

Dapat Informasi Salah, Habib Rizieq: Pemerintah Saudi Akhirnya Minta Maaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab menepis kabar bohong yang menyebutkan dirinya bermasalah di Arab Saudi.

“Kemudian yang perlu saya sampaikan juga, kenapa muncul aneka ragam isu-isu, rumor. Saya dibilang mau dideportasi, overstay, dst. Jadi yang mau saya sampaikan disini,  itu hoaks, tidak benar,” kata Habib Rizieq, Selasa (10/11/2020).

Pada awalnya Habib mengatakan bahwa pemerintah Saudi mendapat berita bohong tentang dirinya, sehingga Habib tidak bisa pulang karena alasan keamanan.

Setelah diklarifikasi, Saudi mengaku bahwa ada informasi sampah yang masuk ke pihaknya.

“Saya tidak mau menuduh siapa yang menyampaikan ini, tapi ini ada dan ini bukan laporan dari orang biasa. Kalau laporannya dari orang biasa gak bakal dihiraukan oleh pemerintah Saudi, ini tingkat negara bukan tingkat RT atau RW. Negara Saudi mendapatkan laporan, berarti yang memberikan laporan ini tingkat tinggi juga,” kata Habib.

Pihak Saudi menanyakan apakah Habib memiliki kasus hukum, tapi rupanya tidak benar.

Habib juga dituding dikejar Badan Intelijen. Habib membuka bahwa ada perjanjian dan tidak ada masalah. Walhasil, pemerintah Saudi meminta maaf kepada Habib Rizieq.

“Singkat cerita, akhirnya pemerintah Saudi, otoritas yang berwenang di bidang ini mereka justru akhirnya minta maaf. Mereka bilang, “Kami minta maaf, kami salah sudah melewati batas kewenangan yang kami punya, kami minta maaf karena memang ini kesalahan dari informasi yang kami terima,” kata Habib.

Membendung Hoaks di Tengah Pandemi: Perspektif Islam

Oleh: Binti Mutammimah

Pada bulan Desember 2019, wabah pneumonia yang disebabkan oleh virus corona terjadi di Wuhan, provinsi Hubei, dan telah menyebar dengan cepat ke seluruh Cina, dan berisiko menjadi pandemi yang berkelanjutan (Wang et al., 2020). Setelah identifikasi dan isolasi, virus patogen yang menyebabkan pneumonia ini awalnya disebut novel corona virus 2019 (2019-nCoV) tetapi kemudian secara resmi dinamai sindrom pernafasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2) oleh WHO (Zhou et al., 2020).

Pada 30 Januari 2020, WHO menyatakan wabah SARS-CoV-2 sebagai situasi darurat kesehatan global. Dibandingkan dengan SARS-CoV yang menyebabkan wabah SARS pada tahun 2003, SARS-CoV-2 memiliki kota transmisi yang lebih kuat. Peningkatan kasus terkonfirmasi yang berjalan dengan cepat membuat pencegahan dan pengendalian COVID-19 sangat serius. Meskipun manifestasi klinis COVID-19 didominasi oleh gejala pernapasan, beberapa pasien memiliki kerusakan kardio vaskular yang parah.

Selain itu, beberapa pasien dengan penyakit jantung memiliki risiko kematian yang lebih tinggi (Huang et al., 2020). Oleh karena itu, memahami kerusakan yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 pada sistem kardio vaskular dan mekanisme yang mendasarinya sangatlah penting, sehingga pengobatan pasien ini dapat tepat waktu dan efektif dan mortalitas berkurang.

Khusus di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Wabah Covid-19 sebagai Bencana Nasional sejak tanggal 14 Maret 2020 oleh Prisiden Jokowi melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo di Gedung BNPB.

Hal ini sesuai dengan undang-undang bencana nomor 24/2007 yang menyatakan bahwa terdapat 3 jenis bencana, yaitu bencana social, bencana alam, dan bencana non-alam. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pasal 1 ayat 5, bencana non-alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini adalah dengan mensosialisasikan gerakan physical distancing (pembatasan fisik). Upaya pembatasan jarak dengan orang lain sebelumnya dikenal dengan istilah social distancing, yang kemudian WHO menganjurkan untuk mengganti istilah tersebut dengan istilah physical distancing. Hal ini dikarenakan penggunaan istilah social distancing disalahartikan dengan memutus komunikasi atau interaksi dengan keluarga dan kerabat. Konsep physical distancing ini menganjurkan masyarakat untuk tidak berpergian ke tempat ramai, membatasi kontak langsung, seperti berjabat tangan, dan menjaga jarak aman minimal 1 meter ketika berinteraksi dengan orang lain.

Physical distancing dalam berinteraksi sosial memiliki peranan penting dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menjaga komunikasi dengan orang lain, dapat saling memberi kabar dan semangat, sehingga tidak merasa kesepian, sedih, ataupun terasing, yang menimbulkan perasaan-perasaan negatif dimana dapat memicu stress dan depresi, serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, masyarakat juga dapat saling bertukar informasi terkait dengan cara mencegahan virus dan situasi terbaru di luar rumah.

Namun, hilir mudik informasi yang ada membuat masyarakat rentan mengkonsumsi informasi yang tidak valid. Menteri komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan bahwa terdapat 554 berita atau informasi bohong (hoax) mengenai Covid-19 yang tersebar di 1.209 platform, sebanyak 893 info hoax telah  di takedown baik dari facebook, Instagram, twitter, ataupun yotube (https://www.cnbcindonesia.com/tech/).

Hoax merupakan informasi atau berita yang berisi hal-hal yang belum pasti atau bukan merupakan fakta yang terjadi (Juditha, 2018). Menurut survey Mastel (2019) yang diikuti 941 responden, mengungkapkan bahwa 34,60% diantaranya menerima berita hoax setiap hari jumlah ini menurun 9,7% dari tahun 2017 yang berjumlah 44,3%, dan 14,7% diantaranya menerima berita hoax lebih dari satu kali perhari. Bahkan media utama yang diandalkan sebagai media yang dapat dipercaya pun ikut terkontaminasi menyebar berita hoax, seperti televisi/radio sebesar 8,10% dan media sebesar 6,40% (https://mastel.id/hasil-survey-wabah-hoax-nasional-2019/). Hoax terbanyak beredar di masyarakat melalui media social. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga survey Mastel (2019) mengatakan bahwa 87,50% berita hoax berasal dari media social. Sementara itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa terdapat 800.000 situs penyebar hoax dan ujaran kebencian di Indonesia.

Media social merupakan wadah yang sangat rentan dan sering digunakan untuk menyebarkan berita hoax. Banyaknya pengguna aktif atau bahkan dapat dikatakan sebagai penggila media social di Indonesia menjadi salah satu faktor yang memudahkan pihak penyebar hoax untuk menjalankan aksinya. Berdasarkan penelitian tentang ‘Fenomena Penyesatan Berita di Media Social’ dikatakan bahwa pengaruh perkembangan teknologi dapat menjadi ancaman global termasuk Indonesia, khususnya terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoax (Rosmalinda, 2017). Kurangnya penyaringan berita di media social mempermudah pihak-pihak penyebar hoax, sehingga berita apapun yang di-posting oleh seseorang dapat menyebar dengan mudah. Hadirnya media social memberikan dampak positif dan dampak negative. Di Indonesia sendiri, kehadiran media social juga memberikan pengaruh terhadap perubahan politik, social, budaya, dan juga eknomi terutama pada bencana wabah Covid-19 seperti saat ini. Lewat media social bahkan seorang warga negara biasa dapat mengkritik dan berkomunikasi secara langsung dengan Presidennya hanya dengan mengirim mention pada akun yang dimiliki oleh Presidennya melalui Instagram (Ahyad, 2017). Informasi yang tidak bermutu seperti hoax, fitnah, dan hujatan dapat menyebar secara masif tanpa adanya verifikasi dan konfirmasi. Oleh karena itu, saya tertarik untuk membahas tentang fenomena penyebaran berita hoax yang sedang terjadi selama masa bencana pandemic Covid-19 ini terjadi, sehingga menyebabkan keresahan dan kegaduhan masyarakat Indonesia.

Hoax atau berita bohong didalam al-Qur’an dapat diidentifikasi dari kata al-Ifk yang berarti keterbalikan (seperti gempa yang membalikkan negeri), yang dimaksud dari ‘seperti gempa yang membalikkan negeri ini adalah sebuah kebohongan besar, yang mana sebuah kebohongan dapat memutar-balikkan sebuah fakta. Sedangkan munculnya hoax (sebuah kebohongan) disebabkan oleh orang-orang pembangkang. Dalam hal ini, Alquran mengistilahkannya dengan ‘usbah (عصبة). Kata ‘usbah diambil dari kata ‘asaba (عصب) yang pada mulanya berarti mengikat dengan keras. Dari asal kata ini lahir kata muta’assib yakni fanatik. Kata ini dipahami dalam arti kelompok yang terjalin kuat oleh satu ide, dalam hal ini menebarkan isu negatif, untuk mencemarkan nama baik (Quraish Shihab, 2002).

Didalam al-quran sendiri fenomena adanya berita bohong dijelaskan dalam surah An-Nur ayat 11.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (Q.S. An-Nur:11).

Surah ini muncul karena adanya tuduhan zina yang ditujukan kepada Aisyah ketika ia akan pulang menuju Madinah bersama pasukan Muslimin. Kemudian di sebuah perjalanan, Aisyah merasa kehilangan kalungnya, Namun, saat Aisyah mencari kalung yang hilang tersebut, pasukan Muslim malah meninggalkannya dan mengira Asiyah sudah bersama mereka. Pada saat itulah Aisyah merasa tertinggal.

Ia kemudian kebingungan. Aisyah pun tertidur akibat rasa kantuknya. Setelah beberapa lama, kemudian seorang sahabat bernama  Safwan bin al-Mu’attal Al-Sulami Al-Dhakwani melihatnya. Ia melihat istri Nabi SAW. tersebut. Safwan mengucap lafal innalillahi dan kemudian mengantarkan Aisyah hingga sampai kepada rombongan kaum Muslim.

Namun, setelah terjadinya peristiwa ini, beberapa dari umat Islam malah ramai-ramai membicarakan dan menyebarkan berita bohong tentang Asiyah. Hingga selama sebulan Aisyah merasakan ada yang beda dari Rasulullah SAW. dalam menyikapinya, bahkan hendak mendiskusikan untuk meceraikan Aisyah atas hal ini. Aisyah terus mengeluh dan mengadu kepada Allah tentang apa yang telah terjadi, hingga turunlah QS. An-Nur 24:11 yang menjawab kegelisahannya (https://tafsirq.com/24-an-nur/ayat-11).

Dari ayat diatas dapat diambil sebuah pelajaran bahwa kasus hoax atau berita bohong yang berkembang dengan pesat di Indonesia saat ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa Nabi Muhammad pun sudah beredar berita yang serupa dengan hoax, bahkan keluarga Nabi Muhammad sendiri yang mengalaminya.

Perkembangan Hoax atau berita bohong di Indonesia semakin banyak beredar melalui internet. Kementrian Kominfo (2019) merilis hasil temuan tentang hoax selama tujuh bulan sejak Agustus 2018 hingga Februari 2019, terdapat 771 hoax yang teridentifikasi. Jumlah hoax yang beredar di media social dan website ini terus meningkat setiap bulannya.

Berdasarkan fenomena penyebaran berita hoax terkait dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran didalamnya, sekaligus sebagai antisipasi dalam penyebaran hoax, diantaranya:

  1. Membiasakan diri untuk selalu berkata benar

Sejarah islam mencatat, bahwa fenomena hoax atau berita bohong seringkali merugikan umat islam. Al-quran telah memberikan penjelasan kepada manusia agar selalu berkata benar, terutama dalam menyampaikan berita. Hal ini dikarenakan didalam sebuah berita yang benar, dapat menjaga kemurnian ajaran agama islam dan melahirkan keharmonisan dalam pergaulan. Didalam Al-quran, keharusan menyampaikan kebenaran dijelaskan dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70-71.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan sampai- kanlah perkataan yang benar. Allah akan memperbaiki bagi amalan-amalanmu dan mengampuni bagi dosa-dosamu. Dan barang siapa yang mematuhi Allah dan Rasul-Nya maka ia akan memperoleh kesuksesan yang besar. (QS. Al-Ahzab:70-71).

Menurut Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I yang dimaksud dari ayat ini adalah Allah lantas meminta orang yang beriman agar berkata benar. Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar dan tepat sasaran. Jika kamu melakukan hal tersebut, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dengan mempermudah jalanmu untuk berbuat baik dan bertobat, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung. Dia akan memperoleh ampunan Allah dan mendapatkan surga.

  1. Ber-tabayyun atau mengklarifikasi sertiap berita yang diterima

Tuntutan umat islam agar melakukan klarifikasi dalam menerima berita ini dijelaskan didalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa megetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu (QS. Al-Hujurat:6).

Ayat ini merupakan peringatan kepada umat Islam agar melakukan konfirmasi dan berhati-hati akan datangnya berita dari orang-orang fasik yang bermaksud menyesatkan umat Islam. Sehingga, umat Islam dituntut untuk mencapai derajat kebenaran faktualitas dengan melakukan upaya check-recheck, konfirmasi, dan akurasi. Hal ini untuk menghindari terjadinya defamation (pencemaran nama baik), baik berupa libel (hasutan) maupun slander (fitnah).

  1. Mengecam dengan kereas adanya penyebaran berita bohong (hoax)

Terdapat beberapa sanksi hukum yang dapat menjerat pelaku penyebar berita bohong (hoax), diantaranya UU ITE pasal 28 ayat 1, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan UU Penghapusan Deskriminasi Ras Etnis. Dalam kitab suci Al-Quran pun Adikatakan bahwa Allah sangat mengecam orang-orang yang ikut andil dalam menyebarkan ataupun tanpa sadar menyebarkan berita bohong (hoax). Hal ini dijelaskan dalam Q.S. An-Nur ayat 14-15.

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِى مَآ أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ

Artinya:

Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan akhirat, niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraanmu tentang (berita bohong) itu, ingatlah ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dari mulutmu itu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu suatu perkara yang besar (QS. An-Nur:14-15).

 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah tidak akan memberikan karunia dan rahmat kepada orang-orang yang turut ikut andil dalam penyebaran berita bohong, termasuk dalam konteks saat ini adalah hoax. Jika mereka tidak segera untuk bertaubat dan mengakui kesalahannya, maka Allah akan memberikan azab yang besar kepada orang-orang tersebut. Allah menegaskan, apakah kamu menganggap ringan perbuatan yang kamu lakukan dengan menyebar berita-berita bohong tersebut? Jika kamu menganggapnya perkara yang ringan, maka Allah menganggapnya sebagai urusan yang besar, karena penyebarannya dapat merugikan berbagai pihak (Maulana, 2017).

Peristiwa penyebaran berita hoax yang sedang marak terjadi di Indonesia menyebabkan keresahan di masyarakat. Hal ini dapat di sikapi oleh para pengguna media sosial agar menjadi netter yang cerdas dan lebih selektif serta berhati-hati akan segala berita atau pun informasi yang tersebar. Diharapkan pula untuk tidak langsung percaya dari berita atau informasi yang diterima. Cari tahu darimana sumber berita tersebut dan menggali informasi lebih jauh dari berita atau informasi yang didapat. Jangan mudah terprovokasi dengan menyebarluaskan kembali berita atau informasi yang belum jelas benar atau tidaknya.

Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/tech/

https://tafsirq.com/24-an-nur/ayat-11

https://mastel.id/hasil-survey-wabah-hoax-nasional-2019/

Ahyad, M. R. M. (2017). Analisa Penyebaran Berita Hoax Di Indonesia. Jurnal, 16. Retrieved from file:///C:/Users/USER~1.LAB/AppData/Local/Temp/ANALISIS PENYEBARAN BERITA HOAX  DI INDONESIA.pdf

Huang, C., Wang, Y., Li, X., Ren, L., Zhao, J., Hu, Y., … Cao, B. (2020). Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet, 395(10223), 497–506. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30183-5

Maulana, L. (2017). Kitab Suci dan Hoax: Pandangan Alquran dalam Menyikapi Berita Bohong. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 2(2), 209–222. https://doi.org/10.15575/jw.v2i2.1678

Rosmalinda, R. (2017). Fenomena Penyesatan Berita di Media Sosial. 1–10.

Shihab, M. Quraish. (2002).Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran vol.9. Jakarta: Lentera Hati.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007

Wang, D., Hu, B., Hu, C., Zhu, F., Liu, X., Zhang, J., … Peng, Z. (2020). Clinical Characteristics of 138 Hospitalized Patients with 2019 Novel Coronavirus-Infected Pneumonia in Wuhan, China. JAMA – Journal of the American Medical Association, 323(11), 1061–1069. https://doi.org/10.1001/jama.2020.1585

Zhou, P., Yang, X. Lou, Wang, X. G., Hu, B., Zhang, L., Zhang, W., … Shi, Z. L. (2020). A pneumonia outbreak associated with a new coronavirus of probable bat origin. Nature, 579(7798), 270–273. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2012-7

 

Ini Alasan Habib Rizieq Serukan Revolusi Akhlak

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab menyerukan Revolusi Ahklak diterapkan di Indonesia. Menurut Habib Rizieq, diperlukan revolusi, yaitu perubahan mendasar pada akhlak setiap individu karena hal tersebut ajaran Rasulullah.

“Lalu kenapa dipilih kata Revolusi Akhlak bukan revolusi moral, revolusi budi pekerti, revolusi mental, karena kata akhlak itulah yang dipakai oleh nabi kita Muhammad SAW, gak ada kata yang lebih baik kecuali kta yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Habib Rizieq, Selasa (10/11/2020).

Sebagai contoh, tambah Habib, kalau kemarin-kemarinn tukang bohong, hari ini udah tidak mau bohong lagi.

“Itu revolusi. Kalau kemarin tukang bohong terus hari ini bohongnya dikit, itu bukan revolusi,” tambahnya.

Bagi Habib, kalau masyarakat ingin tahu bagaimana itu revolusi akhlak di dunia, tirulah Rasulullah.

“Nabi kita itu pejuang revolusi akhlak, nabi kita itu pahlawan revolusi aklak, nabi kita itu yang meletakkan dasar-dasar revolusi akhlak, sebagaimana haditsnya, Innama buistu liutammima makarimal akhlak,”pungkasnya.

Potensi Sengketa Wakaf Perlu Dipetakan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan potensi wakaf dan mitigasi sengketa yang kerap timbul di masyarakat. Hal itu dilakukan karena banyak aset wakaf terseret dalam sengketa.

Kamaruddin mengatakan, para pemangku perwakafan perlu menguasai seluk beluk pertanahan dan perwakafan, karena banyak masalah tanah wakaf yang berujung sengketa dimulai dari ketidakpahaman terhadap persoalan pertanahan.

“Tertib administrasi adalah kuncinya. Khususnya para kepala KUA, harus paham UU pertanahan dan regulasi perwakafan,” katanya saat membuka kegiatan Meeting Forum Pengamanan Aset Wakaf, Selasa (10/11) di Tangerang, Banten.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu mengingatkan, potensi wakaf yang sangat besar berbanding lurus dengan besarnya potensi sengketa. Hal ini juga disebabkan meningkatnya valuasi aset wakaf. Di sinilah berbagai celah administrasi menjadi pintu masuk bagi pihak-pihak yang ingin mengambil alih.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para pejabat terkait agar melakukan pemetaan awal sebagai langkah pencegahan hilangnya aset wakaf.

“Jangan ada aset wakaf yang hilang. Kita cegah sejak dini melalui penguatan kompetensi para pemangku jabatan perwakafan,” pungkasnya.

Pengamanan aset wakaf menjadi prioritas pemerintah dalam menggenjot potensi wakaf. Bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI), Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag secara periodik melakukan pembekalan kepada para kepala KUA dan pejabat perwakafan melalui kegiatan meeting forum pengamanan aset wakaf. Kegiatan ini telah diselenggarakan di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

 

66 Ribu Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2020

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kompetisi Sains Madrasah tahun 2020 digelar secara online sehingga disebut sebagai KSMO. Kompetisi ini diikuti lebih dari 66ribu siswa madrasah.

“Total ada 66.778 siswa yang mendaftar KSMO 2020, terdiri atas 22.120 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 23.449 siswa Madrasah Tsanawiyah, dan 21.208 siswa Madrasah Aliyah,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar di Jakarta, Selasa (10/11).

KSMO adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan Kemenag. KSMO menjadi wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains, sekaligus menumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat, serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spriritual. KSMO juga memberi kesempatan kepada para siswa madrasah untuk menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa.

Menurut Umar, KSMO 2020 digelar dengan sejumlah keunggulan, meski pada masa pandemi. Pertama, dari sisi konten, KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains. KSMO menuntut peserta mendapat bimbingan persiapan minimal dari lima guru, yaitu guru sains (sesuai bidangnya), Fiqih, Al-Quran Hadis, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan guru IT.

“Pendampingan pada masa persiapan harus dilakukan secara kolaboratif, karena materi KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains,” jelas Umar.

Kedua, soal KSMO menggunakan tiga bahasa, yaitu: Indonesia, Arab, dan Inggris. “Ketiganya digunakan sehingga menuntut pada siswa untuk menguasai semuanya,” tegas Umar.

Keunggulan ketiga, KSMO memanfaatkan teknologi digital berupa Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial untuk mengukur dan menguji integritas peserta. Menurut Umar, ada layanan kamera yang terpasang di setiap aplikasi yang digunakan peserta.

Kasubdit Kesiswaan Nanik menambahkan, ada sejumlah bidang yang dilombakan. Pada jenjang MI, lomba dibagi pada dua bidang: Matematika Terintegrasi dan Sains IPA Terintegrasi. Untuk MTs, ada tiga bidang lomba, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terpadu Terintegrasi, dan IPS Terpadu Terintegrasi. Sementara MA, ada lima bidang lomba, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi.

“KSMO MI digelar pada Senin kemarin. Hari ini, digelar KSMO untuk jenjang MTs. Besok, akan digelar untuk jenjang MA,” terang Nanik.

“Pemenang KSMO akan diumumkan pada 19 November 2020,” tandasnya.