Ulama-ulama yang Diburu Penguasa

Oleh:  Jumi Yanti Sutisna

Ulama adalah cahaya-cahaya dunia, cahayanya mengalahkan cahaya mentari dan tsurayya, karena jika cahaya mentari dan tsurayya manfaatnya hanya sebatas untuk kehidupan dunia, namun lain halnya dengan ulama, ia tidak hanya mampu mengeluarkan seseorang dari kegelapan hidup di dunia melainkan juga mampu membuat kehidupan akhirat manusia menjadi penuh cahaya.

 

Mengapa bisa demikian?

Rasulullah mengabarkan,

 

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

 

Artinya: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

 

Cahaya dari ulama adalah berupa ilmu, ilmu yang dimaksud tentulah ilmu syariat agama, dimana ilmu agama tidak hanya mampu menyelamatkan manusia dari kegelapan hidup di dunia namun juga menyelamatkan dari kegelapan hidup di akhirat yang merupakan kehidupan abadi.

 

Semasa nabi-nabi, mereka menyampaikan risalah dari Tuhan Yang Maha Pencipta, risalah berupa tuntunan agar hidup di dunia menjadi aman dan tentram untuk kemudian diakhirat pun demikian. Tentulah tuntunan ini disampaikan melalui ilmu dan perilaku para Nabi. Setelah masa nabi berakhir yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw dengan Al-Quran dan Sunnah yang diwariskannya dan ajarannya telah disempurnakan, maka agar risalah itu tetap sampai kepada manusia-manusia yang datang kemudian tentulah harus ada penerus, yaitu mereka yang rela bersusah payah mempelajari Al-Quran dan Sunnah untuk disampaikan kepada segenap manusia, siapakah yang rela bersusah payah ini jika bukan ulama, seperti yang telah dikabarkan oleh Nabi Muhammad saw bahwa ulama adalah Pewaris Nabi. Bahkan dahulu di saat ilmu syari’at agama menguasai peradaban manusia, rupanya ulama-ulama terbaik yang telah membimbing perjalanan mereka.

 

Dapat dibayangkan, jika dunia ini tanpa ulama,  terputus pelajaran kehidupan yang terdapat di dalam Al-Quran dan sunnah. Dunia akan bebas tanpa batas, seperti halnya zaman jahiliyah dahulu dimana anak perempuan dikubur hidup-hidup bahkan bisa lebih parah lagi. Dan peran ulama lah yang mengingatkan manusia agar kembali kepada Allah penciptanya. Sehingga sungguh patutlah kemuliaan yang dinisbatkan untuk para ulama,

 

 

إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِى الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِى فِيهِ وَالْجَافِى عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِى السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ. رواه أبو داود

 

“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah dengan menghormati seorang muslim yang lebih tua, dan para penghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan tidak meremehkan, serta menghormati pemimpin yang adil.”

 

 

لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Tidak termasuk ummatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak mengasihi yang lebih muda dan tidak pula mengerti hak seorang ulama.” (H.R Ahmad. Bab Hadis ‘Ubadah bin as-Shamit. No 22755)

 

Namun meski telah jelas kedudukan dan kemuliaan ulama seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah, tidak sedikit manusia bahkan seringnya dari kalangan penguasa yang bukan sekedar tidak memuliakan namun juga mempersekusi,  menangkap bahkan membunuh para ulama.

 

Hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, sebagaimana yang dicatat oleh sejarah bahwa tidak sedikit ulama yang mengingatkan penguasa agar kembali kepada ajaran Allah namun ulama-ulama tersebut dibalas dengan penangkapan dan pembunuhan.

 

Berikut daftar ulama-ulama yang dipenjara dan dibunuh oleh penguasa.

 

Imam Syafi’i tangan dan kakinya dirantai lalu dibawa menghadap pemerintah dan hampir-hampir dipancung karena dituduh Syiah dan pemecah-belah masyarakat.

 

Imam Hanafi ditangkap, dipenjara, dicambuk, disiksa dan dipaksa minum racun oleh pemerintah lalu meninggal dunia karena tidak setuju dengan dasar-dasar pemerintah.

 

Imam Malik dicambuk dengan cemeti lebih dari 70 kali sepanjang hayatnya oleh pemerintah kerana sering mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan kehendak pemerintah.

 

Imam Hambali dipenjara oleh pemerintah dan dirotan belakangnya hingga hampir terlucut kainnya karena mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan kehendak pemerintah. Pemerintah menganggap mereka lebih betul daripada ulama.

 

Sufyan Attsauri seorang wali Allah yang termasyhur. Ditangkap tanpa bicara karena berani menegur kesalahan khalifah dan dihukum gantung tetapi sewaktu hukuman hendak dijalankan kilat dan petir menyambar pemerintah dan menteri-menterinya lalu mereka mati tertimbun tanah.

 

Said bin Zubair seorang wali Allah yang dikasihi harimau. Dibunuh karena didakwa memecah-belahkan masyarakat, menentang kerajaan dan berkomplot untuk menjatuhkan pemerintah.

 

Abu Yazid Al-Bustami wali Allah yang terkenal dengan berbagai karomah. Dituduh sesat karena ilmu agamanya lebih tinggi daripada pemerintah. Dihukum pancung oleh pemerintah tetapi tiada siapapun berhasil memancungnya.

 

Abul Husin An-Nuri wali Allah yang mampu menundukkan api. Ditangkap dan hampir dihukum karena dia menentang tindakan pemerintah yang membenarkan minuman arak berleluasa dalam negara.

 

Imam Nawawi Addimasyqiy, hampir-hampir dipukul dan telah dibuang negara oleh pemerintah karena menegur tindakan pemerintah menyalahgunakan uang rakyat. Juga seorang wali Allah yang terkenal sepanjang zaman.

 

Kemudian kita lihat kini, berapa ulama yang dipersekusi di negeri ini, dituduh dengan dicari-cari kesalahan, tidak sedikit ulama yang dilukai, dibunuh dan disimpulkan pelakunya adalah orang gila kemudian selesai sudah tanpa upaya perlindungan terhadap ulama.

 

Hingga pada peristiwa beberapa bulan yang lalu, penusukan terhadap ulama Syaikh Ali Jaber, seorang ulama yang rela mati membela agama jika agama dihina seperti yang disampaikannya pada aksi 411. Pelaku penusukan ditengarai sebagai orang gila. Apakah pelaku berhasil membunuh Syaikh Ali Jaber? Kita tidak pernah tahu, karena yang terlihat pisau hanya masuk di lengan bagian atas Syaikh Ali Jaber. Syaikh baru meninggal beberapa bulan kemudian setelah tragedi penusukan. Wallahu a’lam.

Semua Korban Longsor Sumedang Ditemukan, 40 Orang Meninggal Dunia

SUMEDANG(Jurnalislam.com)- Semua korban longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditemukan. Dua korban terakhir ditemukan tim SAR gabungan di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud, Senin (18/1/2021) malam.

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah mengatakan, dengan telah ditemukannya semua korban hilang dalam bencana longsor Sumedang ini, operasi SAR resmi ditutup pukul 21.35 WIB. “Sebanyak 40 korban telah kami temukan, maka operasi SAR kami tutup pukul 21.35 WIB,” ujar Deden, Senin malam.

Deden menuturkan, pada operasi SAR hari ke-10 ini, pencarian difokuskan pada sektor II di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud.

“Upaya ini membuahkan hasil, di mana sejak pagi hingga malam hari ini, delapan korban kami temukan,” tutur Deden.

“Dua korban lainnya berjenis kelamin laki-laki ditemukan pukul 19.59 WIB, kemudian korban berjenis kelamin perempuan ditemukan pukul 21.13 WIB. Nama keduanya masih proses identifikasi tim DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawahdadap,” sebut Deden.

sumber: kompas.com

Kuasa Hukum: Kondisi Habib Rizieq Belum Membaik, Mohon Doanya

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar kembali menginformasikan kondisi terkini kesehatan kliennya, yang berstatus tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Saat dikunjungi Aziz pada Senin (18/1), Habib Rizieq tengah dicek kesehatanya oleh tim dokkes Mabes Polri.

Aziz menyebut kondisi Habib Rizieq sampai saat ini belum juga membaik. Karena itu, dia meminta doa dari masyarakat supaya kondisi Habib Rizieq segera pulih.

“Beliau tadi masih sesak kadang. Tadi dicek kesehatannya. Mohon doanya,” ujar Aziz, Senin (18/1) malam.

“Belum membaik (kondisinya),” imbuh Aziz. Lebih lanjut, mantan Sekretaris Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) ini juga mengucapkan terima kasih kepada penyidik karena sudah menangani Habib Rizieq dengan baik.

“Alhamdulillah sangat baik. Kami sangat berterima kasih kepada para penyidik dan tim dokkes Mabes Polri dalam menangani kesehatan Habib sangat baik, profesional dan responsif,” tutup Aziz

sumber: jpnn.com

Muhammadiyah: Pembunuhan Laskar FPI Pelanggaran HAM Berat!

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai kasus kematian sejumlah anggota Laskar FPI merupakan kategori pelanggaran HAM berat, bukan biasa.

Oleh karena itu, PP Muhammadiyah mendorong Komnas HAM untuk melanjutkan kasus tersebut ke ranah pengadilan pidana. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM dan Kebijakan Publik Busyro Muqoddas mengatakan, pernyataan pihaknya itu harus disikapi oleh pemerintah dengan kepala jernih.

Begitu juga dengan aparat, Busyro meminta aparat penegak hukum tidak perlu menyikapi dengan berlebihan.

“Muhammadiyah kritis adalah kritis penuh kesayangan, bukan kebencian dan tidak perlu aparat Kepolisian menyikapi dengan mispersepsi atau kesalahan pandangan yang berlebihan seakan-akan kalau ada masyarakat sipil yang bersikap kritis itu sebagai musuh, sama sekali tidak,” kata Busyro dalam keterangan pers, Senin (18/1).

Muhammadiyah, lanjut Busyro, merupakan organisasi yang turut merintis TNI-Polri melalui Jenderal Besar Soedirman.

Busyro juga mengingatkan bahwa Soedirman merupakan tokoh pemuda Muhammadiyah. Ia menilai posisi Muhammadiyah independen untuk kepentingan rakyat Indonesia.

sumber: jpnn.com

BNPB: 84 Meninggal Dunia, 19 Ribu Mengungsi Akibat Gempa Sulbar

SULBAR(Jurnalislam.com)- Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Sulbar tercatat sebanyak 84 orang.

“Jumlah itu merupakan data terakhir per 18 Januari 2021 pukul 14.00 WIB,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Sebanyak 84 orang korban meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Mamuju 73 orang, dan Kabupaten Majene 11 orang.

Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.
Raditya menjelaskan, Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 19.435 orang mengungsi. Jumlah pengungsi berada di Kabupaten Majene 4.421 orang dan di Kabupaten Mamuju 15.014 orang.

sumber: jpnn

Relawan Jamaah Ansharusy Syariah dan Me-Dan Bantu Korban Banjir Semarang

SEMARANG(Jurnalislam.com)-Pelayanan Mayarakat (Yanmas) Ansharusy Syariah bersama Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) menerjunkan relawan kelokasi bencana guna membantu warga terkena dampak banjir di perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, Senin (18/1/2021)

Banjir yang mulai surut menyisakan lumpur yang tebal menyelimuti rumah-rumah dan jalanan, sehingga menggangu aktifitas warga.

Amur Huda, Koordinator lapangan Yanmas menyampaikan bahwa relawan yang diturunkannya berusaha membersihkan lumpur dan kotoran dengan menyemprotkan air menggunakan diesel.

“Ini relawan ada yang kita fokuskan untuk membersihkan lumpur dan kotoran di rumah rumah dan jalanan,” ucapnya.

Tak hanya membersihkan kotoran lumpur, sebagian tim juga ditugaskan membagikan makanan cepat saji kepada warga yang membutuhkan.

“Selain itu tim juga membagikan tikar untuk alas tidur, dan juga makanan cepat saji seperti mie instan dan roti basah.

Dari pantuan dilokasi, warga terdampak banjir masih memerlukan bantuan tikar, makanan cepat saji, seperti nasi bungkus, mie instan, roti.

Sebelumnya hujan deras pada Ahad (17/1/2021) sejak sore hingga malam, menyebabkan air mulai menggenang di wilayah Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Tembalang.

 

Akibat hujan deras yang melanda Kota Semarang selama beberapa jam, Sungai Kali Babon kembali meluap dan membanjiri kawasan permukiman warga di Dinar Indah, Meteseh. Akibatnya, sedikitnya 33 keluarga di sana rumahnya terendam banjir ada yang sampai pundak orang dewasa.

 

Wisma Atlet Penuh, Butuh Tambahan Perawat

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dilakukan.

Salah satunya adalah penambahan jumlah tenaga medis baik perawat dan dokter. Ia mengatakan, Wisma Atlet berencana menambah hingga 400 perawat.

“Otomatis akan bertambah, kita rencanakan sampai 400 perawat ya. Kita saat ini hampir beberapa hari sekali kita tambahkan perawat. Hari ini kalau tidak salah datang 80 perawat,” kata Tugas dalam dalam talkshow BNPB, Senin (18/1/2021).

Selain perawat dan dokter yang akan bertambah, ia juga mengatakan, pihaknya akan menambah sejumlah tenaga non medis.

Tugas menyebut, penambahan sumber daya manusia (SDM) non medis di Wisma Atlet antara lain untuk petugas laboratorium, farmasi, hingga petugas limbah.

“Karena otomatis penambahan jumlah kasus ini akan memberikan dampak limbah yang cukup besar. Kemudian sarana prasarana kita tambahkan tenaga untuk me-manage sehingga ini akan betul-betul memberikan pelayanan yang baik,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia melaporkan sejumlah informasi terkini di Wisma Atlet pasca libur Nataru. Berdasarkan data yang dipaparkannya, hingga Senin (18/1/2021) tingkat hunian di Wisma Atlet Kemayoran mencapai 82,73 persen.

Kemudian, untuk jumlah pasien di Wisma Atlet mencapai 4.959 orang. Untuk jumlah bed yang ada sebanyak 5.994 bed. Sehingga, bed yang tersedia atau tersisa di Wisma Atlet saat ini sebanyak 1.035 bed atau 17,27 persen. Pada pukul 06.00 WIB, pasien Covid-19 yang masuk Wisma Atlet bertambah 309 orang Sedangkan 195 orang keluar.

sumber: kompas.com

Ini Daftar Para Ulama yang Wafat Januari 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Belum hilang kesedihan atas wafatnya Dai ilallah Syekh Ali Jaber, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan kabar duka berpulangnya ulama kharismatik yang juga Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Afaf Tebet Jakarta, Sayyidil Walid Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Jumat 15 Januari 2021.

 

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiu’un, sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita semua kembali. Pemisalan ulama di muka bumi seperti bintang yang ada di langit.

 

Bintang dapat memberi petunjuk kepada orang yang berada di gelap malam, di daratan maupun di lautan. Jika bintang tak muncul, manusia tak mendapatkan petunjuk. Demikian sabda Nabi Muhammad SAW dalam satu hadisnya yang diriwayatkan Imam Ahmad.

Berikut Daftar Ulama Wafat di Bulan Januari 2021:

  1. Habib Ja’far bin Muhammad Al Kaff Kudus (1 Januari 2021)
  2. KH R Muhaimin Asnawi – PP Al Asnawi Magelang (1 Januari 2021)
  3. KH R Abdullah Nachrowi – PP Ash-Shogiri Bogor (2 Januari 2021)
  4. KH R Muhammad Najib Abdul Qodir Munawwir – PP Al Munawir Krapyak (4 Januari 2021)
  5. Drs M Sai M.HI – PP Nurul Yakin Malaka (5 Januari 2021)
  6. KH Muhammad Fatih Naim – Ulama asal Cipete (5 Januari 2021)
  7. KH Muhammad Nuruddin A Rahman – PP Al Hikam Bangkalan (9 Januari 2021)
  8. Habib Abubakar bin Salim Al Hamid Bondowoso (9 Januari 2021)
  9. KH Zainuddin Badrus – PP Al Hikmah Kediri (10 Januari 2021)
  10. KH A Yasin Asmuni – PP Hidyatut Thullab (11 Januari 2021)
  11. Drs H Ibnu Hazen – LTMNU (12 Januari 2021)
  12. Habib Thohir Bin Husain Pimpinan Majelis Raudhatul Mustofa Semarang (13 Januari 2021)
  13. Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber (14 Januari 2021)
  14. Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf – Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Afaf Tebet Jakarta (15 Januari 2021).

Sebelumnya, empat ulama kharismatik lebih dulu berpulang pada Kamis 3 Desember 2020 yaitu Al-Habib Thohir bin Abdullah Alkaff (Pengasuh Ponpes Darul Hijrah Tegal, Jawa Tengah); KH Qohwatul Adib Munawar (Pesantren Langitan, Jawa Timur); KH Faiq Robayan (Jepara, Jawa Tengah); dan Al-Habib Umar Bin Aqil Bin Yahya (Gresik, Jawa Timur).

Beberapa bulan sebelumnya, Kiyai DR Zarkasih Nur (Pimpinan Pesantren Gontor) wafat dua bulan dan ulama Betawi KH Rizki Zulqornain wafat pada usia muda yaitu 38 tahun.

Selain ulama di atas, mungkin masih banyak orang-orang saleh yang-wafat di bulan ini tidak terkespos media. Yang pasti kepergian para ulama dan orang-orang saleh adalah duka besar bagi umat Islam. Merekalah teladan dan guru panutan yang mengajarkan ilmu dan akhlak mulia. Semoga Allah memuliakan mereka dan mengangkatnya di tempat terpuji. Al-Faatihah!

Sumber:okezone.com

25 Relawan Uji Klinis Sinovac Terpapar Covid-19

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Uji klinis vaksin covid-19fase III buatan Sinovac yang dilaksanakan Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) masih berlangsung hingga Mei 2021.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan setelah penyuntikan kedua vaksin asal China itu didapati sebanyak 25 relawan terpapar Covid-19.

Rinciannya, 18 orang penerima plasebo atau obat kosong dan 7 orang penerima vaksin. Adapun total jumlah relawan ada 1.603, atau berkurang 17 orang karena mereka tidak datang untuk suntikan kedua setelah ditunggu sepekan sesuai jadwal.

Menurut Kusnandi, terpaparnya sejumlah relawan di Bandung pasca penyuntikan adalah hal wajar. Sebabnya, para relawan tidak dilarang untuk beraktivitas. Sehingga bisa jadi mereka bertemu dengan orang yang sudah terpapar virus corona.

“Ya itulah gunanya penelitian (mengetahui) ada berapa yang sakit supaya kita bisa tahu berapa efikasi dari vaksin tersebut. Kan kita meneliti supaya tahu, manjur tidak vaksinnya,” tuturnya.

Dengan adanya orang yang terpapar covid tersebut, tim peneliti kemudian membandingkan penerima vaksin dan plasebo sehingga keluarlah angka efikasi.

Meski terpapar Covid-19, Kusnandi menyatakan bahwa relawan yang menerima vaksin berstatus orang tanpa gejala hingga bergejala ringan. Sedangkan penerima plasebo ada yang bergejala berat.

“Tapi sebagian besar itu (penerima vaksin) bergejala ringan, jadi enggak dirawat. Nah yang dapat plasebo ada yang dirawat,” tuturnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Pakar: Paru-paru Penyintas Covid Lebih Buruk dari Perokok

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Covid-19 dapat menyisakan kerusakan yang cukup signifikan pada paru-paru orang yang sudah pulih. Hal ini diperkuat dengan foto-foto hasil pencitraan X-ray yang dibagikan oleh Dr Brittany Bankhead-Kendall yang telah merawat ribuan pasien Covid-19 sejak pandemi pertama kali terjadi.

Dokter yang juga merupakan asisten profesor di Texas Tech University Health Sciences Center ini membagikan tiga foto hasil rontgen. Ketiga foto rontgen ini diambil dari individu sehat, perokok, dan pasien Covid-10 yang sudah pulih.

Foto rontgen individu sehat menunjukkan sepasang paru-paru yang tampak normal. Pada foto rontgen milik perokok, tampak sepasang paru-paru yang sebagiannya tertutupi warna putih. Sedangkan paru-paru pasien Covid-19 yang tampak pada foto rontgen terlihat didominasi oleh warnah putih dan hampir tidak jelas terlihat.

Ketiga foto tersebut diunggah oleh Dr Bankhead Kendall melalui akun Twitter pribadi miliknya. Bersamaan dengan unggahan foto tersebut, Dr Bankhead Kendall ingin kembali mengingatkan masyarakat mengenai dampak Covid-19 terhadap kesehatan.

“Saya tidak tahu siapa yang perlu mendengarkan ini, tetapi paru-paru pasca-Covid-19 tampak lebih jelek daripada segala macam paru-paru buruk milik perokok yang pernah kami lihat,” tutur Dr Bankhead Kendall, seperti dilansir The Sun.

Setelah mengunggah ketiga foto tersebut, Dr Bankhead Kendall mengatakan dia menerima banyak sekali respons dari orang-orang yang juga mengalami hal serupa. Tak sedikit dari orang-orang tersebut yang kemudian mengkhawatirkan risiko kesehatan mereka di masa mendatang.

Dr Bankhead Kendall mengatakan semua pasien Covid-19 bergejala yang pernah dia rawat memiliki hasil ronsen dada yang buruk. Selain itu, sekitar sepertiga dari pasien Covid-19 tak bergejala juga memiliki hasil pencitraan X-ray dada yang buruk.

Sumber: republika.co.id