LSM AS Desak Obama Hadapi Agresi Rusia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Beberapa organisasi berbasis AS telah mendesak Presiden Amerika Barack Obama dalam sebuah surat untuk mengambil langkah-langkah segera melawan tindakan agresif Rusia di Timur Tengah dan Eropa Timur, lansir World Bulletin Rabu (17/02/2016).

Surat tertanggal 12 Januari tersebut diperoleh Anadolu Agency pada hari Selasa (16/2/2016).

"Provokasi militer, pelanggaran wilayah udara, invasi darat, dan bahkan ancaman serangan nuklir semakin sering terjadi dalam intimidasi (Presiden Rusia Vladimir Putin) terhadap negara-negara tetangga, fenomena yang tidak dapat dibiarkan terus," isi surat itu.

Menggambarkan diri sebagai orang Amerika dan organisasi prihatin yang mewakili berbagai kelompok masyarakat etnis, penandatangan surat itu termasuk Syrian American Council, American Latvian Association, Assembly of Turkish American Associations, Estonian American National Council, Free Russia Foundation, Joint Baltic American National Committee, Libyan American Public Affairs Council, Lithuanian American Council, Ukraine Congress Committee of America, World Congress of Crimean Tatars dan Circassian Cultural Institute (Dewan Suriah Amerika, Asosiasi Amerika Latvia, Majelis Asosiasi Turki Amerika, Dewan Nasional Estonia Amerika, Yayasan Pembebasan Rusia, Komite Nasional Gabungan Baltik Amerika, Dewan Urusan Publik Libya Amerika, Dewan Lithuania Amerika, Komite Kongres Ukraina di Amerika, Kongres Dunia Tatar Krimea dan Institut Budaya Sirkasia).

Surat tersebut menyebutkan pendudukan Rusia secara ilegal atas semenanjung Krimea pada Maret 2014 serta dukungan berkelanjutan Rusia untuk separatis Ukraina yang menewaskan lebih dari 9.000 orang dan membuat hampir satu juta lainnya mengungsi.

Sehubungan dengan Ukraina dan Eropa Timur, kelompok mendesak untuk menyediakan senjata mematikan ke Ukraina, mengintensifkan sanksi ekonomi terhadap Moskow dan mengerahkan kekuatan darat NATO yang cukup besar di wilayah Baltik untuk mencegah Rusia.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

PBB: Di Suriah Selatan 50.000 Orang Hadapi Musim Dingin Tanpa Tempat Tinggal

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan pasukan pro-rezim Assad dan Sekutunya di Suriah selatan telah membuat hampir 50.000 warga sipil kehilangan tempat tinggal di tengah musim dingin, kata PBB, Rabu (17/02/2016), World Bulletin melaporkan.

Perpindahan penduduk ini melengkapi perhatian internasional yang sebagian besar difokuskan di sebelah utara Suriah, di mana serangan rezim Nusairiyah yang didukung oleh serangan udara Rusia telah memicu eksodus pengungsi menuju perbatasan Turki.

Koordinator kemanusiaan PBB di Yordania, Edward Kallon, mengatakan bahwa badan dunia tersebut telah mengorganisir konvoi bantuan lintas batas tambahan selama dua pekan terakhir yang telah menyediakan pakaian musim dingin dan penampungan dasar untuk lebih dari 30.000 warga sipil, lebih dari 7.000 adalah anak-anak.

Di Suriah selatan, dekat perbatasan dengan Yordania, kota Daraa tetap di kuasai rezim namun belum terjadi pertempuran berat di banyak provinsi sekitarnya.

Tetangga Sweida, jantung minoritas Suriah Druze, telah diserang oleh kelompok Islamic State, tetapi pertempuran di sana tidak sekuat bagian lain negara.

Yordania menjadi tuan rumah bagi lebih dari 630.000 dari sekitar 4,6 juta pengungsi Suriah, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Pemerintah Yordania memberikan perkiraan yang jauh lebih tinggi yaitu 1,4 juta pengungsi, karena banyak dari mereka yang tidak terdaftar.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rusia dan Iran Tingkatkan Kerja Sama Militer

Moskow (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow dan Teheran siap untuk meningkatkan kerjasama militer setelah bertemu dengan rekannya dari Iran, Selasa (16/2/2016), lansir AFP Rabu (17/02/2016).

"Saya yakin bahwa pertemuan kami akan berkontribusi terhadap memperkuat hubungan persahabatan antara angkatan bersenjata Rusia dan Iran," kata Shoigu dalam sebuah pernyataan.

Pejabat Republik Syiah Iran Hossein Dehghan dan Shoigu berbicara tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk pengembangan progresif kerjasama militer mereka, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Januari antara Teheran dan Moskow, kata pernyataan itu.

Kedua negara juga siap mengkoordinasikan pendekatan mereka pada sejumlah besar isu-isu global dan regional, Shoigu menambahkan, berbicara dalam konteks krisis yang tumbuh di Timur Tengah.

Pemimpin pertahanan Rusia tersebut tidak berbicara secara khusus tentang Suriah, di mana Rusia pada 30 September mengirim pesawat tempur untuk meluncurkan serangan udara atas permintaan Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh kekuatan militer Iran.

"Negara kami menghadapi tantangan dan ancaman yang sama di wilayah Timur Tengah dan hanya dengan bekerja sama kita akan mampu melawan mereka," kata Shoigu.

Iran dan Rusia, sekutu lama Suriah, juga telah memperkuat kerjasama militer dan nuklir mereka sejak penandatanganan kesepakatan bersejarah pada bulan Juli antara Teheran dan kekuatan dunia tersebut pada program nuklir Iran.

Rusia telah resmi mengirim baterai anti-pesawat S-300 ke Iran, meskipun ada pertentangan kuat dari kekuatan Barat.

Dan pada 23 November Moskow telah menghidupkan kembali penjualan dan pengiriman material teknologi terkait dengan industri nuklir setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Iran Hassan Rouhani.

Kepala pertahanan Iran yang tiba pada hari Senin di Moskow itu juga bertemu dengan Putin dan Wakil Perdana Menteri Dmitri Rogozin.

Deddy |AFP | Jurnalislam

Ibukota Turki Dibom, Puluhan Orang Tewas

ANKARA (Jurnalislam.com) – Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan bahwa tidak ada informasi saat ini tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan bom mematikan pada hari Rabu (17/02/2016) di Ankara, Anadolu Agency melaporkan.

Namun, ia bersumpah bahwa identitas orang-orang di balik serangan itu akan terungkap cepat.

Kurtulmus berbicara setelah serangan teroris menghantam kendaraan milik militer di pusat kota Ankara pada Rabu malam, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 lainnya.

"Sayangnya, kita kehilangan 28 warga dalam serangan bom mobil, termasuk tentara dan warga sipil," Kurtulmus mengatakan pada konferensi pers.

Menteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu mengatakan tiga dari korban meninggal di rumah sakit. Ia juga menegaskan bahwa 61 terluka dan sedang dirawat karena luka ringan atau sedang di 14 rumah sakit.

Dia menambahkan bahwa ledakan kedua juga terjadi namun terkontrol karena paket peledak yang dicurigai telah diamankan oleh aparat keamanan.

Laporan awal dari Gubernur Ankara menunjukkan tiga kendaraan milik militer dan kendaraan pribadi terkena ledakan selama jam sibuk malam hari.

Wartawan Anadolu Agency di lokasi kejadian mengatakan ledakan itu terjadi di Jalan Merasim yang menghubungkan Dikmen Street dan Inonu Boulevard dan dekat dengan Staf Umum Turki dan gedung-gedung parlemen.

Gubernur Ankara Mehmet Kiliçlar mengatakan pihak berwenang percaya kendaraan bermuatan bom adalah sumber ledakan.

Staf Umum Turki mengatakan bahwa "serangan teror" menghantam kendaraan yang membawa personil pada pukul 06:31 waktu setempat (16.31 GMT) saat mereka sedang menunggu di lampu lalu lintas di Inonu Boulevard.

"Kami mengutuk keras serangan keji dan ganas ini dan menyampaikan belasungkawa kami kepada semua rekan-rekan prajurit heroik kami, warga kami yang kehilangan nyawa mereka dalam serangan itu dan keluarga mereka serta bangsa besar Turki dan kami berharap yang terluka cepat sembuh," pernyataan itu menambahkan.

Beberapa ambulans, tim medis dan pemadam kebakaran, bersama dengan polisi, telah dikirim ke lokasi ledakan.

Tim investigasi anti-teror dan kejahatan polisi Ankara sedang memeriksa lokasi.

Semua jalan yang menghubungkan daerah ledakan telah ditutup untuk lalu lintas saat tim polisi dan tentara memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat.

Sebelum menghadiri pertemuan keamanan puncak di kompleks kepresidenan Ankara, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu akan diselidiki.

Kurtulmus mengatakan delegasi tujuh peneliti, dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Ankara, mengerjakan kasus ini.

Davutoglu telah membatalkan rencana kunjungan ke Brussels sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan membatalkan perjalanannya ke Azerbaijan yang dijadwalkan besok.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Selain AS, Rezim Suriah juga Berikan Dukungan untuk Milisi Komunis PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Utusan PBB Suriah mengatakan pada hari Selasa bahwa organisasi teroris komunis afiliasi PKK Suriah, Partai Uni Demokrat (PYD), mendapat dukungan tidak hanya dari AS tetapi juga rezim Assad, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (17/02/2016).

"Kurdi Suriah yang didukung oleh pemerintah Amerika ini juga didukung oleh pemerintah Suriah," Bashar Ja'afari mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan mengenai penembakan Turki terhadap PYD di Suriah utara baru-baru ini.

Pertemuan tanpa ada tindakan yang diambil tersebut diadakan atas permintaan Rusia.

"Kemenangan yang dicapai di bagian utara Suriah, baik oleh tentara Suriah dan Kurdi Suriah, adalah kemenangan bersama untuk Suriah. Setiap orang mendapatkan manfaat dari dukungan langsung tentara Suriah," kata Ja'afari.

Permasalahan baru antara Turki dan AS – sekutu lama NATO – berpusat pada keberatan Washington menggambarkan PYD sebagai kelompok teroris.

Pernyataan Ja'afari menandai salah satu pengakuan langsung pertama kerjasama rezim Suriah dengan PYD.

Turki menganggap PYD sebagai organisasi teroris sedangkan AS menganggapnya sebagai "mitra yang dapat diandalkan" dan "kekuatan tempur efektif".  AS juga telah memberikan dukungan untuk Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sayap militer PYD.

Militer Turki telah menembaki posisi PYD di Suriah utara selama empat hari berturut-turut dalam menanggapi tembakan artileri dari pasukan PYD yang berbasis di sekitar provinsi Azaz di Aleppo utara. Kota ini berjarak 6 kilometer (4 mil) dari perbatasan Turki.

PYD adalah cabang komunis PKK Suriah yang dinyatakan sebagai teroris, dan sejak 1984 telah menargetkan pasukan keamanan dan warga sipil Turki.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pria Ini Ngaku Nabi Isa dan Sebut Dajjal Berwujud Senjata Api

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Beberapa hari belakangan ini Jombang digegerkan dengan seorang pria bernama Gus Jari (40) yang mengaku mendapat petunjuk dari Malaikat Jibril dan mengaku Nabi Isa.

Dia mengaku dirinya sering mendapatkan petunjuk langsung dari Malaikat Jibril. Gus Jari mengaku pertama kali ‘mendapat wahyu’ pada hari Jum'at legi tahun 2005 lalu. Waktu itu dia masih tinggal di Brangkal, Gang 1, Mojokerto.

“Saat sedang sholat malam sekitar jam 03.00 terdengar suara Yasin… Sebanyak 7x. Lalu pada saat sujud kembali terdengar Nabi Isa… Nabi Isa. Hal ini pun disaksi oleh 3orang,” katanya kepada Jurnalislam di kediamannya, Selasa (16/2/2016).

 Gus Jari yang adalah pimpinan Pesantren Kahuripan Ash-Shiroth di Dusun Gempol, Desa Karang Pakis, Kec. Kabuh, Jombang. Dia mengaku sudah memiliki pengikut kurang lebih 100 Orang yang mayoritas tersebar di luar Jombang. Mereka kebanyakan dari Tuban, Madiun, Mojokerto, dll.

Agenda perkumpulan mereka biasanya setiap tanggal 1 dan 15 di Masjid Shirothol Mustaqiim yang diikuti oleh seluruh pengikutnya.

Dia juga beranggapan bahwa Imam Mahi dan Dajjal telah turun. Dajjal menurutnya berwujud senjata api.

"Imam Mahdi yang ditunggu umat Islam sudah turun dengan berwujud imam yang menyampaikan sesuatu yang benar. Sedangkan untuk Dajjal sendiri sudah ada dengan karakteristik bermata satu, bermata merah dan suka membunuh orang saat ini berwujud senjata api," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada respon dari ulama setempat menyikapi kehadiran ‘Nabi Isa’ asal Jombang itu.

Reporter: Adit | Editor: Ally | Jurnalislam

KH Athian Ali: Syiah Telah Menghina Allah

MEDAN (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, KH Athian Ali M Dai, mengatakan, Syiah bukan hanya telah menghina Istri Rasululah SAW, bukan hanya pula telah menghina dan melaknat para sahabat, akan tetapi Syiah juga telah menghina Allah SWT.

Hal ini ditegaskan Kyai Athian pada orasi sebelum pengukuhan pengurus ANNAS Wilayah Sumatra Utara di Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan, Ahad (14/2/2016).

Menurutnya, Syah telah meyakini bahwa Kitab Suci Al Qur’an yang ada di tangan kaum muslimin bukanlah Kitab Suci karena telah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan.

“Hal ini merupakan penghinaan kepada Allah SWT, karena Allah SWT telah menjamin kesucian Al Qur’an sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang akan memeliharanya (QS. Al Hijr, 15:9),” tegasnya.

Berbicara standar keimanan yang paling mendasar yang harus dimiliki setiap orang yang mengaku mu’min, Kyai Athian menyebut dua ayat Al Qur’an yakni ayat 165 surat Al Baqarah dan ayat 24 surat At Taubah. Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa cinta orang yang beriman itu rasa cintanya kepada Allah sangat kuat mengalahkan cintanya kepada dunia dengan segala isinya.

“Dan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya harus bisa mengalahkan cinta kita kepada orangtua, anak, keluarga, istri, sanak-saudara, harta, rumah tempat tinggal dan sebagainya. Dengan keimanan, akan mengantarkan kita hanya mencintai semua apa yang dicintai Allah dan membenci semua apa yang dibenci oleh Allah,” terangnya.

Selanjutnya Athian mengingatkan, bagaimana mungkin kita berani mengaku diri kita mencintai Allah di atas cinta kita kepada diri sendiri, sementara kita membiarkan orang lain menghina Allah SWT, melecehkan Rasulullah SAW, mengkafirkan para sahabat serta menghina istri Rasulullah SAW.

“Lalu dimana keimanan kita di hadapan Allah? Ini merupakan pertaruhan bagi keimanan kita,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Kyaia Athian mengajak orang-orang yang mengau beriman untuk membuktikan keimanannya di hadapan Allah dengan tidak membiarkan seorang manusia pun menghina Allah.

“Tidak akan pernah pula membiarkan seorang manusia pun melecehkan Rasulullah, mengafirkan para sahabat dan istri-istri Rasulullah Saw,” tegasnya.

Kontributor: Abu MT | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Aksi Damai Ratusan Pelajar Mu’allimin Jogja Tolak Propaganda LGBT

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan aksi kepedulian terhadap keberadaan LGBT di Indonesia di titik Nol Kilometer, Selasa (16/2/2016). Bekerja sama dengan KOKAM dan Polresta Kota Yogyakarta serta Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah, para siswa berorasi menyerukan betapa pentingnya menyadari keberadaan propaganda LGBT.

“Yang kami tolak disini adalah propagandanya, bukan orang maupun kaumnya. Daripada mendapatkan cacian dan diskriminasi, menurut kami mereka lebih pantas untuk mendapatkan bantuan dari kita semua untuk kembali kepada fitrahnya,” jelas Aunillah Ahmad, salah seorang penanggungjawab kelompok pelajar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Selain berorasi, para pelajar juga membagikan stiker-stiker dan buletin-buletin yang berisi penolakan propaganda LGBT dan seputar dampak menjadi seorang LGBT. Sebagai gantinya, para pejalan kaki baik yang wisatawan maupun bukan, diminta untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan tanda tangan dan tanggapannya di spanduk-spanduk yang telah disediakan sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap keberadaan LGBT di Indonesia.

”Harapan kami semua, dengan diadakannya aksi kepedulian ini, maka masyarakat Indonesia pada umumnya, dan minimal warga Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, akan sadar betapa pentingnya untuk kita supaya sadar dan mau membantu saudara-saudara kita yang memiliki kecendrungan LGBT untuk kembali kepada fitrahnya. Demi menjaga generasi muda penerus bangsa Indonesia ke depannya,” kata Hidanul Achwan, ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Hidan menjelaskan, kaum LGBT merupakan kaum yang harus diselamatkan, bukan malah didiskriminasi karena mereka mempunyai hak-hak yang sama.

“Kita harus membimbing dan menyelamatkan mereka agar kembali ke fitrahnya sebagai manusia,” tandasnya.

Di akhir aksi, para pelajar berdoa bersama setelah shalat maghrib berjamaah di Masjid Gedhe. Mereka semua mendoakan supaya generasi muda penerus bangsa ini tidak terkena virus LGBT, dan mampu membawa Indonesia untuk lebih maju kedepannya.

Kontributor: Asce, M Arsyad Arifi | Editor: Ally | Jurnalislam

Anggaran Densus 88 Ditambah 1,9 Triliun, Pengamat: Harus Diaudit dan Transparan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menanggapi usulan pemerintah menambahkan anggaran 1,9 Triliun untuk Densus 88, pemerhati kontra terorisme, Harits Abu Ulya mengatakan, sebelum ditambah, alokasi anggaran Densus 88 harus diaudit terlebih dahulu karena masih belum transparan.

"Karena kesannya penggunaan dana dan sumber dana di luar APBN juga kurang transparan," ujar Haris kepada Jurnalislam, Rabu (17/2/2016).

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu mengatakan, penambahan anggaran Rp 1,9 triliun bukanlah angka yang kecil. Sudah seharusnya, penambahan tersebut dibarengi dengan akuntabilitas dan transparansi Densus 88.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk peralatan densus. Selain itu juga untuk pembangunan asrama densus dan remunerasi.

Meski demikian, Haris menegaskan, perlunya audit dana densus karena juga bersumber dari rakyat. Untuk itu, rakyat pun mengetahui dialokasikan kemana saja anggaran tersebut.

"Jangan justru dana sebesar itu membuat densus semakin banyak menyediakan kantong mayat," kata Haris.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Ada Perluasan Kriminalisai Dalam Revisi UU Terorisme, Aktifitas Dakwah Bisa Jadi Sasaran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Secara teknis, salah satu fokus Revisi Undang-undang No 15 Tahun 2003 Tentang Tinda Pidana Terorisme adalah adanya perluasan kriminalisasi.

Perluasan kriminalisasi maksudnya adalah perbuatan-perbuatan yang sebelum ada revisi undang-undang ini bukan merupakan tindak pidana, dengan adanya revisi itu akan menjadi tindak pidana.

“Jadi artinya perluasan. Perluasan perbuatan yang bisa dihukum, itu yang disebut dengan perluasan kriminalisasi,” kata Direktur Annashr Institute , Munarman SH dalam diskusi public ‘Quo Vadis Revisi UU Terorisme’ di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016).

Munarman menjelaskan, salah satu perbuatan-perbuatan baru yang akan dikriminalisasi itu adalah terkait dengan ujaran kebencian (Hate-Speech).  “Kegiatan dakwah nanti akan menjadi sasaran undang-undang ini,” ucapnya.

Sebab, lanjut dia, ucapan-ucapan yang akan dikriminalisasi dalam revisi UU terorisme itu adalah ucapan-ucapan yang menurut perspektif penegak hukum menimbulkan kebencian dan isu SARA.

“Meskipun mungkin ucapannya netral, tapi kalau menurut perspektif penegak hukum itu menimbulkan kebencian dan SARA, maka itu disebut sebagai tindakan terorisme,” ujarnya.

“Karena dia (revisi UU Terorisme) akan sangat bergantung kepada pelaksananya, kepada penegak hukumnya, dalam hal ini adalah Densus 88 dan polisi,” tandasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam