SOMALIA (Jurnlislam.com) – Pemimpin cabang lokal Al Shabaab di Kenya mengancam lebih banyak serangan di dalam negerinya, pernyataan tersebut dilontarkan di hadapan mujahidin di sebuah kamp pelatihan, menyusul serangan pasukan Kenya bulan lalu di El Adde, Somalia. Al Shabaab adalah lengan resmi Al Qaeda di Afrika Timur. Pemimpinnya, Syeikh Ahmed Iman Ali, juga membahas alasan untuk menargetkan pasukan Kenya di negara tetangga Somalia, lansir The Long War Journal, Selasa (23/02/2016).
"Kita tahu pasti bahwa bencana telah melanda El Adde. Kenya sudah diperingatkan lagi dan lagi dan lagi," kata Syeikh Ali, menurut terjemahan bahasa Inggris dari video yang dirilis oleh Global Islamic Media Foundation (GIMF) Al Qaeda. Ali melanjutkan dengan mengatakan: "Saya katakan kepada Anda, bahwa satu-satunya benda yang saya beli adalah turban saya. Senjata, tas dan seragam saya semuanya adalah rampasan perang (ghonimah) dari pasukan Kenya."
Dia kemudian membahas kejahatan perang yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Kenya (Kenyan Defence Force-KDF) di Kenya dan Somalia.
"Pertama, saudari (muslimah) kita yang sedang hamil dilemparkan oleh kuffar (murtadin) dari lantai tiga," kata Ali. "Saudari kita yang lain di daerah yang sama juga dilempar dari atas rumah sampai tulang punggungnya patah. Di Mandera, mereka datang dan menculik ibu kami yang memiliki lima anak dan untuk mendukung mereka.”
Mujahidin kemudian mengancam Kenya dengan serangan di masa depan dengan mengatakan Al Shabaab akan memaksa Kenya untuk "mengubah bendera mereka dengan menghapus semua warna kecuali merah sebagai indikasi darah yang akan kita tumpahkan di Kenya." Dia menyimpulkan ancamannya dengan menyatakan "Kenya telah menenggelamkan dirinya ke dalam perang padahal mereka tidak sepenuhnya memahami arti perang."
Dalam video tersebut, Syeikh Ali juga mengarahkan fokus ke keluarga yang dibunuh tentara KDF, juga. "Jika keluarga dari orang yang memiliki senjata nomor 490 ini mencari anak mereka, beritahu mereka bahwa saya sekarang memiliki rampasan perang yang diambil dari dia." Selain itu, ia menyatakan bahwa "Setiap warga Kenya yang telah kehilangan anggota keluarga mereka karena menjadi tentara Kenya yang dikalahkan singa-singa Shabaab harus menghubungi kami."
Dalam membahas El Adde, Syeikh Ali mereferensikan serangan bulan terakhir pada basis Kenya di kota Somalia selatan di mana lebih dari 60 tentara KDF dilaporkan tewas. Shabaab menyebutkan tentara KDF yang tewas berjumlah lebih tinggi dari 100. Hanya beberapa hari kemudian, KDF menarik diri dari El Adde dan Shabaab menguasai kota.
Baca juga:
Somalia Selatan Kembali ke Pangkuan Mujahidin al Shabaab
Al Shabab Rilis Serangan di Basis Militer Kenya, 100 Tentara Salib Tewas, Lainnya Ditangkap
Deddy | TLWJ | Jurnalislam