Serangan Artileri dari Yaman Hantam Masjid dan Rumah-rumah Penduduk Saudi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Penembakan artileri terus menerus datang dari sisi baratdaya Yaman daerah tetangga Arab pada hari Jumat (18/03/2016), tidak menyebabkan cedera bagi warga namun kerugian materi bagi sebuah masjid dan rumah-rumah penduduk, peristiwa tersebut melanggar gencatan yang telah disepakati, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (19/03/2016).

Pekan lalu, Arab Saudi dan kelompok milisi Syiah Houthi Yaman menyetujui situasi perbatasan yang "tenang" dan pertukaran tawanan.

Penembakan memukul Al-Rouha dan lingkungan Al-Arouba di Samtah, sebuah kota di provinsi barat daya Jazan, termasuk mengenai salah satu Masjid selama sholat Jumat, namun tidak ada korban yang dilaporkan.

Namun, rumah-rumah yang terletak dekat dengan Masjid mengalami kerusakan berat.

Pada hari Kamis, Gedung Putih menyambut janji koalisi yang dipimpin Saudi untuk meredakan serangan udara di Yaman.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menyambut pernyataan koalisi Arab bahwa operasi militer terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran sudah mendekati fase akhir.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ledakan Guncang Pusat Perbelanjaan Istanbul, 5 tewas dan 39 Lainnya Terluka

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Lima orang, termasuk pembom, tewas dan 39 lainnya terluka dalam ledakan di perbelanjaan utama Istanbul pada Sabtu (19/03/2016), televisi CNN-Turk Turki melaporkan.

Serangan itu terjadi pada akhir pekan di Istiklal Caddesi, jalan trotoar yang biasanya dipadati dengan pembeli dan kereta dorong pengunjung.

Polisi telah menutup sebagian jalan, yang berdekatan dengan Taksim Square di bagian Eropa kota tersebut.

Gambar di televisi menunjukkan beberapa ambulans berada di tempat kejadian.

Turki, yang telah diguncang oleh lima pemboman besar sejak Juli, berada dalam siaga tinggi bersiap untuk serangan lanjutan menjelang perayaan Tahun Baru Kurdi yang jatuh pada hari Senin.

Ledakan di Istanbul terjadi enam hari setelah serangan bom mobil bunuh diri di ibukota Ankara yang menewaskan 35 orang.

Serangan itu diklaim oleh pemberontak Kurdi, milisi komunis PKK.

 

Deddy | CNN-Turk | Jurnalislam

Pesawat Boeing 737 “Flydubai” Jatuh di Rusia, Puluhan Penumpang Diperkirakan Tewas

RUSIA (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat penumpang dari Dubai yang membawa sekitar 60 orang jatuh saat mendarat di kota Rusia Rostov-on-Don, kata para pejabat Rusia, Aljazeera melaporkan, Sabtu (19/03/2016).

Kemungkinan tidak ada penumpang yang selamat, perwakilan dari kementerian darurat di kawasan itu mengatakan, Sabtu.

Kementerian darurat daerah Rostov mengatakan ada 55 penumpang kapal dan enam awak, berdasarkan informasi awal.

Laporan mengatakan bahwa pesawat itu adalah Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Emirat Flydubai, maskapai penerbangan ekonomis (murah) dengan armada pesawat baru yang mulai terbang pada pertengahan 2009.

RT network yang dikelola negara Rusia men-tweeted klip yang terlihat seperti sebuah ledakan besar.

"Kami menyadari insiden yang melibatkan penerbangan FZ981 kami dari Dubai ke Rostov On Don," kata juru bicara Flydubai dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera.

"Kami sedang menyelidiki rincian lebih lanjut dan akan mempublikasikan informasi terbaru saat sudah tersedia."

Pernyataan tersebut kemudian muncul menggantikan halaman depan website perusahaan penerbangan Flydubai, dengan lalu lintas menuju halaman pemesanan penerbangan reguler untuk sementara diblokir.

Boeing men-tweeted bahwa mereka sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Tidak ada informasi segera mengenai penyebab kecelakaan, meskipun beberapa laporan berita menduga cuaca bisa menjadi faktor. Tass mengatakan data cuaca daerah menunjukkan bahwa angin bertiup 14-22 meter per detik pada saat kecelakaan dan bahwa ada hujan ringan.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Moskow, mengatakan laporan menunjukkan pesawat itu di berada udara selama sekitar dua jam saat membuat upaya pertama untuk mendarat, dan upaya kedua adalah ketika pesawat itu jatuh.

Jalur penerbangan pesawat, seperti yang dilacak oleh Radar Penerbangan 24, menunjukkan pesawat membuat sejumlah putaran dekat bandara Rostov-on-Don sebelum berusaha melakukan pendaratan.

Ini adalah yang pertama kalinya sebuah pesawat Flydubai jatuh.

Pada bulan Januari 2015, sebuah pesawat jet penumpang Flydubai ditembak saat mendekati Baghdad ibukota Irak.

Seorang pejabat penerbangan dan seorang pejabat keamanan mengatakan pada saat itu bahwa dua penumpang menderita luka ringan ketika tiga atau empat peluru menghantam badan pesawat, namun mereka tidak dapat menentukan sumber tembakan.

Flydubai, Emirates, Sharjah Air Arabia dan Abu Dhabi Etihad adalah maskapai pertama yang menangguhkan penerbangan mereka setelah insiden tersebut, sejalan dengan arahan dari otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab.

Baca juga: Laporan: Tentara Rusia yang Menembak Jatuh Pesawat Malaysia, MH17

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Oposisi Moderat Suriah Rencanakan Transisi Politik dalam 6 Bulan

JENEWA (Jurnalislam.com) – Oposisi Moderat Suriah mengatakan pihaknya tertarik untuk bergerak cepat dalam jangka waktu enam bulan melaksanakan rencana PBB tentang transisi politik di Suriah, lansir World Bulletin, Jumat (18/03/2016).

Berbicara setelah pertemuan antara Komite Tinggi Negosiasi (HNC) dan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, anggota HNC Bassma Kodmani mengatakan: "Kami sangat tertarik untuk menghindari proses yang tidak memberikan hasil … De Mistura menegaskan kembali bahwa jangka waktunya adalah enam bulan, mudah-mudahan kurang, tapi pasti tidak lebih. Itu adalah jaminan kami."

"Jangka waktu telah diatur … kita mengalami kemajuan serius," tambahnya.

Kodmani mengatakan: "Kami menyajikan de Mistura memo rinci tentang visi kita tentang masa transisi dan pembentukan lembaga transisi."

"Kami mendengar dari de Mistura tentang posisi pihak lain … Di sisi kami, kami merasa nyaman dengan dokumen tertulis dan itulah apa yang kita lakukan saat ini. Kami berharap dia bisa menekan pihak lain untuk melakukan hal yang sama, untuk memberikan dokumen tersebut," katanya.

Tentang posisi oposisi di federalisme Suriah, negosiator HNC George Cabra mengatakan: "Tentu saja, diskusi kami dengan de Mistura tidak menyentuh titik ini. Kami percaya langkah-langkah ini adalah tidak sah, tidak dapat diterima, dan benar-benar ditolak.."

Setelah pertemuan itu, de Mistura mengatakan kepada wartawan bahwa "tidak ada diskusi tentang federalisme" mengenai deklarasi wilayah federal di utara Suriah oleh PYD.

Utusan PBB mengatakan jarak antara rezim Syiah Nushairiyah  Assad  dan oposisi sangatlah "besar".

"Hari ini, menurut pendapat saya, kami memiliki pertemuan yang sangat produktif dan intens dengan HNC … Itu sangat substantif. Rencana transisi politik dibagikan."

Mencatat bahwa ia akan berbagi dokumen HNC dengan delegasi rezim, de Mistura mengatakan ia akan bertemu secara terpisah dengan delegasi rezim dan oposisi pada hari Jumat.

Babak baru pembicaraan di Jenewa bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah mengakibatkan sedikitnya 400.000 warga Suriah tewas dan lebih dari 11 juta lainnya menjadi pengungsi, memicu krisis pengungsi.

Pembicaraan berakhir tiba-tiba bulan lalu di tengah serangan militer pemerintah Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia. Kemudian, AS dan Rusia menyetujui kesepakatan "penghentian permusuhan parsial”  yang berakibat penurunan perperangan secara dramatis.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

10 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Operasi di Tenggara Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Staf Umum Turki mengatakan bahwa 10 teroris komunis  PKK "dinetralkan" dalam operasi anti-teror di Turki tenggara pada hari Kamis, Anadolu Agency melaporkan Jumat (18/03/2016).

Pihak militer mengatakan Jumat bahwa lima milisi PKK di Kabupaten Nusaybin provinsi Mardin, seorang di provinsi Sirnak dan empat lainnya di distrik Yuksekova di provinsi Hakkari tewas.

Militer menambahkan bahwa beberapa perangkat peledak buatan diamankan dan senjata disita.

PKK – juga terdaftar sebagai organisasi teroris oleh internasional, milisi komunis tersebut melanjutkan operasi militer bersenjata sudah 30 tahun terhadap negara Turki pada akhir Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 290 anggota pasukan Turki  telah tewas dan ribuan teroris PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Taliban Tembak Jatuh Helikopter AS di Nad Ali, Semua Awak Pesawat Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan Al Emarah News  Jumat (18/03/2016) dari distrik Nad Ali mengatakan bahwa penjajah Amerika didukung oleh pasukan komando bayaran yang diterjunkan oleh helikopter melakukan serangan di daerah Shawal Manda tengah malam kemarin, juga memukuli dan menyiksa warga sipil setempat.

Saat musuh mulai mundur sekitar satu jam kemudian pada pukul 01:00 pagi waktu setempat, sebuah helikopter ditembak jatuh oleh Mujahidin Imarah Islam.

Helikopter terbakar setelah ditembak sebelum hancur dan jatuh ke tanah dalam bentuk bola api di daerah Se Shanba Mela dekat dengan wilayah Shna Jamia.

Dikatakan semua penjajah dan komando tentara bayaran di dalam helikopter tewas.

Kawasan itu kemudian ditutup oleh musuh saat banyak helikopter bantuan ke tempat kejadian.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

MISRA Desak DPR RI Bentuk Panja Pembubaran Densus 88

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah ribuan massa Muslimin Solo Raya (MISRA) membubarkan diri dengan tertib, sejumlah perwakilan MISRA yang terdiri dari tokoh-tokoh dan elemen Muslim Solo, memasuki kantor Mapolresta Solo.

Koordinator MISRA, Abdurrahim Ba'asyir mengatakan, aksi MISRA dipicu oleh kedzaliman Densus 88 terhadap umat Islam berupa penculikan hingga pembunuhan para pemuda Muslim tanpa melalui proses peradilan terlebih dahulu. Hal tersebut dinilainya sebagau bentuk kemunkaran.

“Oleh karena itu, MISRA menyatakan mengutuk dengan keras pembunuhan terhadap individu Muslim yang mereka sebut terduga teroris kapanpun dan dimanapun yang dilakukan Densus 88,” tegasnya.

Pihaknya meminta Kepala Polri untuk segera menghentikan aksi main hakim sendiri Densus 88 dan menuntut untuk segera menghentikan intimidasi Densus 88 terhadap keluarga terduga teroris.

Selain itu, pria yang karib disapa ustadz Iim itu mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kembali keberadaan Densus 88. Sebab, pada kenyataannya bukan menghapuskan teror tetapi justru menciptakan teror baru.

Lebih jauh, ustadz Iim mendesak pemerintah untuk segera membentuk badan pengawas kinerja Densus 88 yang terdiri dari para tokoh Muslim. Selain itu, ia juga meminta komisi III DPR RI untuk membentuk panitia kerja (Panja).

"Kami mendesak Pemerintah dan Komisi III DPR RI untuk segera membentuk Panja untuk pembubaran Densus 88 karena mereka hanya melaksanakan agenda asing atau zionis internasional," katanya.

Pernyataan sikap MISRA tersebut dibacakan ustadz Iim di hadapan Kapolres Kota Surakarta Kombespol Ahmad Luthfi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ahmad Lutfi mengatakan pihaknya akan menerima aspirasi semua lapisan masyarakat apapun bentuknya.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih karena aksi dilakukan dengan tertib dan damai serta hal ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Puluhan Orang di Semarang Bagikan Selebaran Kedzaliman Densus 88

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Aksi menuntut pembubaran Densus 88 juga terjadi di Semarang. Puluhan orang mengatasnamakan WIS (Wong Islam Semarang) melakukan aksi penyebaran pamflet dan pembentangan apanduk menuntut pembubaran Densus 88 di Masjid Jami Pangeran Diponegoro dan Masjid Baiturrahman Simpang Lima, Semarang, Jumat (18/3/2016).

Mereka juga menyerukan umat Islam untuk mengikuti aksi unjuk rasa menuntut pembubaran Densus 88 pada Ahad (20 /3/2016) nanti.

"Acara penyebaran brosur dan pembentangan spanduk tentang kedzoliman Densus 88 bertujuan agar umat paham bahwa ini adalah bentuk permusuhan kaum kuffar," kata korlap aksi Agus Triyanto kepada Jurnalislam.

Agus menilai, kebencian orang kafir terhadap umat Islam di Indonesia menggunakan tangan Densus 88.

“Sebagaimana kita ketahui Densus dibiayai juga oleh Amerika dan Australi yang notabene benci Islam," imbuhnya.

Agus menjelaskan, tudingan teroris oleh Densus 88 hanya disematkan kepada umat Islam.”Lihat RMS, OPM atau pengebom Mall Alam Sutra kemarin tidak ada label teroris kepada pelakunya karena mereka bukan Islam," pungkasnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ratusan Umat Islam Surabaya Tuntut Densus 88 Dibubarkan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur bersama ormas Islam lainnya berunjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (18/3/2016). Mereka menuntut agar pemerintah membubarkan Densus 88 Antiteror yang telah melakukan kejahatan extra judicial killing terhadap ratusan umat Islam.

"Densus 88 main tangkap. Umat muslim ditangkap seenaknya. Mereka main culik dan main geledah seolah-olah sudah bersalah," kata Ustadz Muhammad Muhajirin, salah seorang orator.

Ustadz Muhammad mengatakan, keberadaan Densus 88 telah meresahkan umat Islam. "Ancaman akan diculik, maupun diciduk menghantui umat muslim Indonesia. Kematian Ustad Siyono tersebut telah menodai umat muslim Indonesia dan telah melakukan pelanggaran HAM," tandasnya.

Sementara itu, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur ustadz Hamzah Baya mengatakan, “Densus 88 hanya alat untuk memberangus para aktivis Islam dengan dalih melakukan tindakkan teroris,” tegasnya.

Ustadz Hamzah juga mengajak masyarakat Surabaya untuk selalu mendukung pembubaran Densus 88 karena kekejamannya terhadap umat Islam.

“Densus itu wajib dibubarkan karena Densus 88 kerjaannya menebar fitnah dan tindakan keji terhadap para aktivis Islam terutama di Indonesia. Mari umat Islam Surabaya bergabung bersama kami untuk membubarkan Densus 88,” tandasnya.

Dalam aksinya, massa mempertunjukan aksi teatrikal yang menceritakan kekejaman Densus 88 kepada umat Islam. Massa juga membakar spanduk bertuliskan Densus 88.

Sementara sejumlah perwakilan massa beraudiensi dengan Kapolres Surabaya. Dalam kesempatan itu, perwakilan massa menyampaikan aspirasinya di hadapan Kapolres Surabaya, salah satunya meminta pemerintah untuk membubarkan Densus 88 dan mengaudit para pejabatnya. Baca: Datangi Polretabes Surabaya, Ansharusyariah: Penanganan Terorisme di Indonesia Tebang Pilih

Reporter: Adit | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Datangi Polretabes Surabaya, Ansharusyariah: Penanganan Terorisme di Indonesia Tebang Pilih

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Tuntutan pembubaran Densus 88 juga dilakukan sejumlah ormas Islam di Surabaya. Jamaah Ansharusy Syariah bersama ormas Islam lainnya mendatangi Polrestabes Surabaya guna menyampaikan tuntutan mereka terkait pembubaran Densus 88, Jumat (18/3/2016).

Ditemui oleh Wakapolres AKBP Denny dan Humas Polrestabes Lily, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Hamzah Baya menilai, keberadaan Densus 88 yang bertujuan untuk menumpas terorisme hanyalah legalisasi untuk membunuh umat Islam dengan tuduhan teroris.

"Saya berharap bapak Denny berani menyampaikan aspirasi kami kepada pejabat yang berada dipusat, kenapa penanganan teror di negeri ini cenderung tebang pilih dan hanya diperlakukan kepada umat Islam saja,” ujarnya.

Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur itu juga mempertanyakan alasan kenapa aksi teror yang dilakukan oleh kelompok selain umat Islam tidak ditindak seperti halnya terhadap umat Islam. “Di mana letak keadilannya?” kata dia.

Hal senada diungkapkan perwakilan Jamaah Ansharusy Syariah lainnya, ustadz Ismail. Ia menilai, keberadaan Densus 88 justru menjadi teror baru bagi umat Islam di Indonesia. “Dengan anggaran yang begitu besar, Densus 88 telah menggunakannya untuk membantai umat Islam," tegasnya.

Sementara itu, Wakapolres Surabaya AKBP Deny menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban Densus 88. Terkait banyaknya korban salah tangkap, Deny menegaskan, pihaknya akan memproses para anggotanya yang terlibat dalam tindakan tersebut.

"Kami menyampaikan permintaan maaf kepada saudara kita yang telah ditangkap oleh densus, dan terkait salah tangkap, anggota kami juga menjalani proses pelanggaran dan akan dikenakan hukum. Saya juga yakin Densus 88 tidak akan berani melakukan penangkapan jika tidak mempunyai dasar dan Densus 88 lebih mengetahui sesuatu hal yang ditanganinya ketimbang kami," papar Deny.

Aksi ini diikuti oleh Jama'ah Ansharusy Syari'ah, Gamis dan beberapa Ormas Islam wilayah Surabaya dan sekitarnya. Tidak sedikit masyarakat Islam Surabaya yang merespon positif dari aksi Bubarkan Densus 88.

Reporter: Adit | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam