SURIAH (Jurnalislam.com) – Konvoi telah mencapai dua dari 19 daerah Suriah yang terkepung pada hari terakhir batas waktu yang ditetapkan oleh komunitas internasional untuk kedatangan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil yang terkena dampak perang, Aljazeera melaporkan, Rabu (01/06/2016).
Konvoi Palang Merah pertama memasuki kota Daraya Suriah yang dikuasai pejuang anti-Assad, Rabu, dalam pengiriman pertama sejak pengepungan diberlakukan rezim Nushairiyah Assad sejak tahun 2012.
Kedua staf PBB dan Syrian Arab Red Crescent terlibat dalam pengiriman, Komite Internasional Palang Merah mengatakan.
Editor diplomatik Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari markas besar PBB di New York, bahwa konvoi Daraya mengirim beberapa perlengkapan medis, vaksin, dan barang-barang gizi, seperti susu bayi… tapi tidak ada makanan.
“Sumber mengatakan bahwa rezim Assad tidak mengizinkan semua item medis – mereka pasti tidak memungkinkan perlengkapan bedah ke Daraya,” kata Bays.
Fadi, seorang aktivis lokal, mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa konvoi “tidak berisi persediaan makanan, hanya perlengkapan medis dan sekolah”.
Konvoi lain, yang hanya berisi persediaan makanan dan tidak ada obat-obatan, masuk ke wilayah tetangga Moadamiyah.
Bays mengatakan bahwa hari Rabu adalah batas waktu untuk memutuskan apakah harus ada airdrops di daerah terkepung Suriah.
“Hari terakhir batas waktu, akan menjadi awal program airdrop, dimana rezim Suriah kemungkinan mengizinkan sedikit konvoi,” kata dia.
Daraya, yang terletak di timur Ghouta di luar ibukota Damaskus, telah berada di bawah pengepungan rezim Syiah Assad dan sekutunya yang semakin ketat sejak 2012, tanpa akses menuju layanan penting, seperti air dan listrik.
Tidak ada vaksinasi yang telah dilakukan selama waktu itu.
Hanya sekitar 8.000 orang yang tetap berada di Daraya, yang memiliki populasi sekitar 80.000 sebelum perang. Tapi sedikit makanan yang dapat tumbuh secara lokal tidak cukup, penduduk setempat mengatakan.
Pada tanggal 12 Mei, sebuah konvoi lima truk berisi bantuan diperintahkan berbalik arah oleh tentara Assad dalam penolakan dramatis yang berlangsung 11 jam.
Pengiriman hari Rabu terjadi setelah kementerian luar negeri Rusia mengatakan gencatan senjata lokal di Daraya akan dikontrol selama 48 jam untuk memastikan amannya kedatangan bantuan untuk penduduk kota yang terkepung.
“Atas inisiatif Rusia dan dalam perjanjian dengan kepemimpinan Suriah dan Amerika, sebuah operasi ‘rezim diam’ (regime of silence) telah diperkenalkan selama 48 jam pada 1 Juni 2016 pukul 12:01 untuk memastikan pengiriman aman bantuan kemanusiaan bagi penduduk Daraya,” kata Letnan Jenderal Sergei Kuralenko.
Rusia pekan lalu menyerukan “rezim keheningan” (regime of silence) 72 jam di Ghouta Timur dan Daraya di tengah upaya buntu untuk memberi waktu kepada oposisi moderat untuk menyingkir dari wilayah yang dikuasai Jabhah Nusrah cabang resmi Al Qaeda di Suriah.
Amerika Serikat dan Rusia adalah co-mitra dalam proses diplomatik Wina yang disebut Kelompok Dukungan Internasional untuk Suriah, yang bertemu bulan lalu di ibukota Austria tapi tidak membuat kemajuan sama sekali.
Sedikitnya 360.000 orang tewas dan lebih dari setengah populasi Suriah telah meninggalkan rumah mereka sejak konflik pertama meletus pada tahun 2011.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam
FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20.000 anak terjebak dalam wilayah IS (Islamic State) Fallujah yang dikepung oleh pasukan gabungan Irak menghadapi banyak kekurangan serta direkrut paksa sebagai pasukan, Dana Anak-Anak PBB mengatakan pada hari Rabu, lansir World Bulletin Rabu (01/06/2016).
SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang pembom mobil menabrakkan kendaraannya ke gerbang luar sebuah hotel di ibukota Somalia, dan serangan itu diikuti oleh tembakan, menewaskan sedikitnya 15 orang termasuk dua anggota parlemen, kata polisi, Aljazeera melaporan, Rabu (01/06/2016).
BELGIA (Jurnalislam.com) – Pengacara paling senior di pengadilan tinggi Uni Eropa mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016) bahwa perusahaan boleh melarang Muslimah mengenakan jilbab dalam bekerja, karena melanggar larangan umum penggunaan simbol agama di tempat kerja, World Bulletin melaporkan, Selasa.
IRAK (Jurnalislam.com) – Rusia menuntut Turki menarik pasukannya dari Irak, kantor berita RIA mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016).
“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun saat itu, sehingga tidak dapat mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran baru antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menewaskan sedikitnya 38 orang di Yaman selama 24 jam terakhir, sumber militer loyalis mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016), lansir World Bulletin.

